Wonderful Indonesia
Aiptu Samsul Huda
Polisi Tewas Ditusuk, Potensial Aksi Teror
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:16 WIB > Dibaca 779 kali Print | Komentar
Polisi Tewas Ditusuk, Potensial Aksi Teror
ilustrasi - internet
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Seorang anggota Polisi Lalu Lintas Aiptu Samsul Huda tewas tertusuk di Jalan Arteri Yos Sudarso, Semarang, Sabtu (20/1). Belum diketahui siapa pelaku penusukan tersebut. Namun, potensi pelakunya adalah anggota jaringan terorisme. Mengingat pelaku masih berseragam lengkap saat ditemukan tewas.

Dari informasi yang diterima Jawa Pos, Aiptu Samsul Huda (49) ditemukan tewas pukul 00.14 WIB saat pulang menuju ke rumahnya. Dia ditemukan tewas dengan seragam lengkap oleh seorang warga di Jalan Arteri Yos Sudarso, jalan yang biasa dilewati untuk pulang ke rumahnya.

Sebuah sepeda motor tergeletak tidak jauh dari korban. Sepeda motor itu belakangan diketahui milik korban. Artinya, kecil kemungkinan korban dihadang begal, karena sepeda motornya tidak hilang. Samsul Huda diketahui telah selesai bertugas Jumat (19/1) pukul 20.00 WIB.  Belum diketahui apa aktivitas korban hingga pulang lebih larut. Dari hasil otopsi diketahui bahwa korban mengalami banyak luka tusukan di bagian tubuhnya. Di antarnya punggung, paha dan telapak tangan.

Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombespol Agus Triatmaja justru tidak merespon saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut. Telepon tidak diangkat dan pesan singkat tidak dibalas. Begitu juga dengan Kapolres Kota Semarang Kombespol Abiyoso Seno Aji.

Sementara Pengamat Terorisme Al Chaidar menuturkan, bahwa penusukan terhadap anggota polisi itu bisa karena berbagai sebab, seperti perampokan, geng motor hingga aksi teror. Namun, dengan kondisi sepeda motor tidak hilang dan polisi masih berseragam tentunya potensi diserang pelaku teror cukup tinggi.

”Sebenarnya untuk lebih meyakinkan ini, pelakunya anggota teroris atau tidak, itu soal di mana senjatanya korban. Membawa senjata atau tidak, kalau membawa dan raib potensi pelakunya anggota terorisme makin menguat,” jelasnya.

Perlu diketahui, selama ini pimpinan kelompok teror menginstruksikan anggotanya melakukan aksi dengan berbagai senjata sehari-hari. Seperti, pisau, clurit, pedang dan sebagainya. ”Semua sudah mengetahui itulah,” ungkapnya.

Apalagi, di Semarang, Jawa Tengah memang terindikasi masih ada sisa-sia anggota kelompok terorisme Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang dipimpin Amman Abdurrahman. ”Ada banyak kelompok teror kalau di Jateng, salah satunya JAD itu,” paparnya.

Pengalaman anggota polisi lalu lintas diserang anggota teroris juga beberapa kali terjadi sebelumnya. Menurutnya, kewaspadaan anggota ini juga seharusnya terus dijaga. ”Selepas tugas itu harus diingatkan bahwa ada potensi serangan dari pelaku teror,” jelasnya.


Dia menuturkan, sudah seharusnya juga anggota polisi mengetahui berbagai trik menghindari aksi teror. Seperti, saat pulang usai bertugas lebih baik memilih jalan yang biasanya dalam kondisi ramai. ”Kalau ada apa-apa, ada orang yang bisa mengetahui dan menolong,” tuturnya.

Lalu, dalam kondisi berseragam tentunya alangkah baiknya membawa senjata untuk mengantisipasi diserang pelaku teror. Sekaligus, mengenakan rompi anti peluru. ”Kalau berseragam lengkap itu harus lebih siap, sebab pelaku teror mengincar polisi,” paparnya.


Dia menuturkan, perlu diingat anggota jaringan teror ini merasa bukan melakukan kejahatan. Namun, justru merasa melakukan tindakan yang tidak berdosa, malah mendapat pahala. ”Maka harus sangat waspada dalam kondisi apapun,” ujarnya.(idr/jpg)


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Selasa, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Satu Pekerja Diamankan di THM

Senin, 19 Februari 2018 - 13:05 WIB

Narkoba Beredar di Sialang Bungkuk

Senin, 19 Februari 2018 - 10:08 WIB

Simpan Sabu, Buruh Dikerangkeng

Senin, 19 Februari 2018 - 08:35 WIB

Korban Terjatuh Saat Dijambret

Senin, 19 Februari 2018 - 08:20 WIB

Empat Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi

Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:25 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini