Wonderful Indonesia
Suku Teater Riau Pentaskan Dilanggar Todak
Minggu, 21 Januari 2018 - 11:14 WIB > Dibaca 887 kali Print | Komentar
Suku Teater Riau Pentaskan Dilanggar Todak
LATIHAN: Proses latihan karya Dilanggar Todak produksi Suku Teater Riau dengan penulis teks dan sutradara Marhalim Zaini.
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - SUKU Teater Riau memulai kiprahnya di dunia seni pertunjukan dengan mementaskan karya berjudul Dilanggar Todak. Karya yang ditulis dan disutradarai Marhalim Zaini SSn MA ini akan disuguhkan ke hadapan publik pada 22-24 Februari mendatang di Anjung Seni Idrus Tintin, komplek Bandar Serai, Pekanbaru.

Pertunjukan teater-puisi Dilanggar Todak adalah sebuah tafsir bebas dari mitos (cerita rakyat) bertajuk Singapura Dilanggar Todak yang terdapat dalam kitab Sulalatus Salatin (Sejarah Melayu). Sebuah kisah tentang bencana yang menyerang Singapura, berupa ribuan ikan todak yang terbang dari laut, menikam bagai anak panah, dan membunuh banyak orang.

Bencana disebabkan oleh kecemburuan Paduka Sri Maharaja terhadap ulama dari Aceh bernama Tun Jana Khatib, yang telah dituduh “bermain mata” dengan permaisurinya. Paduka murka, dan kemudian memerintahkan untuk membunuh Tun Jana Khatib. Tak lama berselang, todak pun menyerang.

Paduka memerintahkan rakyatnya memasang pagar betis di sepanjang pinggir pantai sebagai benteng. Namun, korban justru semakin banyak berjatuhan. Sampai kemudian tiba-tiba seorang anak kecil bernama Hang Nadim muncul (yang dalam versi cerita BM Syamsuddin, anak ini bernama Kabil). Anak ini pun berkata (sebagaimana versi BM. Syam).

“Hamba bernama Kabil, datang dari hulu Bintan Penaungan. Hamba hidup di pinggir laut, Hamba tahu betul sifat ikan todak. Yang dapat melumpuhkan serangannya bukan betis manusia, tetapi batang pohon pisang. Oleh karena itu, hamba mohon agar Singapura ini dipagar dengan batang pohon pisang, Tuanku...”

Saran itu, dilaksanakan Paduka Sri Maharaja. Dan ikan todak pun tertancap di batang pohon pisang. Ribuan ikan todak mati. Berpesta poralah orang se-negeri Singapura. Namun, setelah semuanya aman, Raja justru menerima hasutan dari orang-orang dekatnya, yang mengatakan bahwa anak yang pintar itu kelak akan berbahaya bagi kerajaan.

Dalam Sulalatus Salatin disebutkan, “Tuanku, budak ini jikalau sudah besar niscaya besarlah akalnya. Baiklah ia kita bunuh....”     Maka Raja pun termakan hasutan.(nto)

Laporan FEDLI AZIS, Pekanbaru

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
MESIN MATI SAAT DI UDARA
Pesawat yang Dipiloti Gubernur Aceh Mendarat Darurat
Minggu, 18 Februari 2018 - 07:17 wib
PILPRES 2019
Siap-siap! Sosok Cawapres Jokowi Akan Diumumkan dalam Agenda PDIP Ini
Minggu, 17 Februari 2018 - 21:00 wib

Bhabinkamtibmas Bentuk Komunitas Anti Narkoba
Minggu, 17 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT PENGHINAAN TERHADAP DPR
Pengusul Pasal "Kontroversial" di UU MD3 Masih Misteri, Kata PPP...
Minggu, 17 Februari 2018 - 20:30 wib
HASIL VERIFIKASI RESMI DIRILIS
Tegas! PBB Akan Gunakan Cara Ini Lawan KPU demi Lolos Pemilu 2019
Minggu, 17 Februari 2018 - 20:00 wib
SEPAKBOLA INDONESIA
Hajar PSMS Medan, Sriwijaya FC Raih Tempat Ketiga di Piala Presiden
Minggu, 17 Februari 2018 - 19:35 wib
VERIFIKASI PEMILU 2019
Ajukan Gugatan ke Bawaslu, PKPI: Kesimpulan KPU Tidak Tepat
Minggu, 17 Februari 2018 - 19:30 wib
TERKAIT KASUS NARKOBA
Ternyata, Elvi Sukaesih Saksikan Penggerebekan terhadap Anak-anaknya
Minggu, 17 Februari 2018 - 19:00 wib
KASUS NARKOBA
Dhawiya Ditangkap, Rumah Elvi Sukaesih Ternyata Sudah Tiga Kali Digerebek
Minggu, 17 Februari 2018 - 18:45 wib
SUDAH DITETAPKAN TERSANGKA
Kelabui Orang, Inilah Tempat Anak Elvi Sukaesih Simpan Sabu
Minggu, 17 Februari 2018 - 18:30 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Maksura; Nyanyian Cincin?

Minggu, 11 Februari 2018 - 14:42 WIB

Begawai Sastra Luncurkan Buku Puisi

Minggu, 11 Februari 2018 - 13:09 WIB

Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji

Minggu, 11 Februari 2018 - 12:55 WIB

Penyair Riau Baca Puisi Sempena HPN di Sumbar

Minggu, 11 Februari 2018 - 12:54 WIB

Lagi, Kampung Langit

Minggu, 04 Februari 2018 - 17:44 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us