Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
Tersangka Dugaan Korupsi Bappeda Rohil Ditahan
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:53 WIB > Dibaca 367 kali Print | Komentar
Tersangka Dugaan Korupsi Bappeda Rohil Ditahan
DIGIRING: LH, tersangka dugaan korupsi di Bappeda Rohil, digiring keluar ruang pemeriksaan Kejati Riau, untuk ditahan, Selasa (16/1/2018). SARIDAL/RIAU POS
Berita Terkait



Advertorial Rokan Hilir
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kasus dugaan korupsi di Badan Perencanaan Pem­bangunan Daerah (Bappeda) Rokan Hilir (Rohil), terus bergulir. Setelah empat tersangka naik status menjadi terdakwa dan disidangkan, Selasa (16/1), satu tersangka lagi ditahan.

Tersangka yang ditahan tersebut berinisial LH. Dia adalah aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Rohil. Pernah bertugas di Bappeda Rohil. Penahanan ini setelah dilakukan pemeriksaan pada Selasa pagi.

Usai pemeriksaan, pada pukul 13.00 WIB, LH tampak keluar dari ruang pemeriksaan. Dia mengenakan rompi berwarna oranye.

“Ditahan di rutan untuk 20 ha­ri ke depan,” kata Kepala Seksi Pe­­ne­rangan Hukum dan Humas Kejati Riau Muspidauan.


Ka­tanya, pemanggilan terhadap tersangka LH, menjadi pemanggilan ke sekian kalinya. Sebelumya, LH dipanggil sebagai saksi. Setelah beberapa kali diperiksa, akhirnya LH ditetapkan tersangka, karena diduga adanya keterlibatan.

“Dalam kasus ini, tersangka terlibat untuk turut serta bersama-sama, dalam dugaan kasus penyelewengan keuangan daerah,” ujar Muspidauan.

Sebelumnya, Kejati Riau sudah menetapkan empat tersangka. Bahkan, empat tersangka itu sudah berstatus terdakwa, dan sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Masing-masing terdakwa yakni, Kepala Bappeda Rokan Hilir, Wan Amir Firdaus. Kemudian tiga bawahannya, yakni Pejabat Verifikasi Pengeluaran Bappeda Rohil, Rayudin, Bendahara Pengeluaran Bappeda Rohil 2008-2009, Suhermanto, dan Hamka selaku Bendahara Pengeluaran pada  2010-2011.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Riau sebelumnya telah membacakan tuntutan kepada para terdakwa. Khusus Wan Amir Firdaus, JPU menuntut hukuman tiga tahun penjara serta denda Rp300 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Terkait dengan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1,8 miliar, Firdaus telah mengembalikan dengan menitipkan kepada Kejati Riau.

Sedangkan tiga terdakwa lainnya, Rayudin, Suhermanto dan Hamka, dituntut hukuman pidana penjara masing-masing 2 tahun, denda masing-masing Rp50 juta atau subsidair 3 bulan penjara.

Dalam tuntutannya, JPU menyebut para terdakwa terbukti melanggar pasal 3  Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Sebagaimana diketahui, dugaan kasus korupsi ini bermula saat Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan adanya transaksi mencurigakan pada rekening Kepala Bappeda Rokan Hilir Wan Amir Firdaus senilai Rp17 miliar. Uang itu diduga berasal dari proyek fiktif yang anggarannya dialokasikan ke Bappeda Rokan Hilir 2008 hingga 2011.

Uang korupsi ditemukan Rp8,7 miliar, sedangkan uang dari gratifikasi Rp6,3 miliar. Dari audit BPKP ditemukan  kerugian negara sebesar Rp1.826.313.633. Anggaran itu tidak bisa dipertanggungjawabkan para terdakwa.(dal)



Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
APBD Rohul 2018 Dibatalkan Masyarakat Diminta Tenang

APBD Rohul 2018 Dibatalkan Masyarakat Diminta Tenang
Sabtu, 24 Februari 2018 - 09:28 wib
Proyek Tol Dievaluasi

Proyek Tol Dievaluasi
Sabtu, 24 Februari 2018 - 09:24 wib

Ribuan Ikan Mengapung di Sungai Kerumutan
Sabtu, 24 Februari 2018 - 09:02 wib
MENJAWAB WARTAWAN SAMBIL BERCANDA
Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres
Sabtu, 24 Februari 2018 - 00:09 wib
TUDINGAN WAYAN KOSTER TERIMA SUAP MILIARAN
Nyanyian Nazaruddin Harus Dibuktikan Secara Hukum
Sabtu, 23 Februari 2018 - 19:12 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Nyanyian Nazaruddin Harus Dibuktikan Secara Hukum

Jumat, 23 Februari 2018 - 19:12 WIB

Besok, Dugaan Kelalaian KPU Diputuskan

Jumat, 23 Februari 2018 - 11:42 WIB

Mengejutkan! Kasus e-KTP, Novanto Ternyata Dapat Jatah USD 1,8 Juta
Kasus Novel Akan Dituntaskan Kapolda Metro, Janji?

Kamis, 22 Februari 2018 - 20:30 WIB

Hati-hati! Jangan Sampai Ada yang Numpang Tenar karena Kepulangan Novel
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us