Wonderful Indonesia
Aduan Orang Tua Siswa
Beri Sanksi Kasek Legalkan Pungutan Komite
Senin, 15 Januari 2018 - 10:05 WIB > Dibaca 481 kali Print | Komentar
Beri Sanksi Kasek Legalkan Pungutan Komite
ilustrasi
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau Kordias Pasaribu  meminta, agar Dinas Pendidikan (Disdik) bersikap tegas terhadap sekolah yang masih memungut uang komite. Pasalnya, sampai saat ini masih ada aduan orang tua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) terkait pungutan komite. Karenanya, Kordias berpendapat harus ada sanksi tegas terhadap pihak sekolah ataupun kepala sekolah (kasek).

“Kepala sekolah harus memiliki pemahaman yang sama dengan pemerintah. Bahwa tidak boleh mengambil pungutan atau pembiayaan yang memberatkan orangtua siswa. Termasuk uang komite,” tegas Kordias, Ahad (14/1) siang.

Ia menilai, banyak hal negatif yang akan terjadi pada dunia pendidikan di Riau jika itu terjadi. Seperti kemunduran hak masyarakat dalam mendapat pendidikan layak. Sebagai bangsa yang merdeka, masyarakat memiliki hak dalam memperoleh pendidikan. Karena pendidikan termasuk pilar pembebasan dari kemiskinan.

“Ini tanggung jawab pemerintah. Jangan ada pungutan lagi. Sehingga siswa merasa tidak terbebani atau trauma. Untuk kepala dinas, tolong saat melantik kasek poin utamanya itu harus berani menjamin tidak ada pungli. Sampaikan itu kepada setiap kasek yang akan dilantik. Kalau ada, siap menerima sanksi,” ujarnya.

Lantas siapa yang salah? Menjawab pertanyaan itu Kordias menyebut memang ada kelalaian dalam memanajerial sistem pendidikan. Di mana setelah SMA dinyatakan kembali ke provinsi, perangkat SMA di seluruh Riau belum sepenuhnya menyatu ke Disdik Provinsi Riau. Hal itu harusnya segera diselesaikan oleh pihak terkait. Mengingat urgensi pungutan liar yang mengatasnamakan uang komite sudah meresahkan.

“Kedua ini masalah mental para kepala sekolah atau guru kita. Ditambah juga ada kesalahan para orangtua siswa. Kadang tidak percaya, sehingga masih menghubungi guru, meminta nilai yang baik. Itu tidak boleh. Harusnya siswa dan orangtua memahami itu,” tambahnya.(nda)


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Selasa, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Berekspresi Lewat Musikalisasi Puisi

Minggu, 18 Februari 2018 - 13:13 WIB

SMKN 7 Komit Gali Potensi Siswa

Minggu, 18 Februari 2018 - 12:28 WIB

Mahasiswa Harus Ikut Membantu Memberantas Berita Bohong
Ratusan Siswa Witama School Ikuti Senam Sehat

Kamis, 15 Februari 2018 - 11:09 WIB

Pengurus dan Pengawas Yayasan PCR Berganti

Rabu, 07 Februari 2018 - 12:49 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini