Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SAAT GELEDAH KANTOR
Wow! KPK Ancam Anak Buah Mantan Pengacara Setya Novanto?
Minggu, 14 Januari 2018 - 00:20 WIB > Dibaca 762 kali Print | Komentar
Wow! KPK Ancam Anak Buah Mantan Pengacara Setya Novanto?
Mantan pengacara Setnov Fredrich Yunadi dijemput paksa KPK. (DERY RIDWANSYAH/JAWAPOS.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Fredrich Yunadi, mantan pengacara Setya Novanto, yang diduga melakukan upaya menghalang-halangi penyidikan kasus e-KTP.

Fredrich sendiri mengaku lebih kesal lagi karena mengaku bahwa anak buahnya pun mendapat ancaman dari penyidik KPK. Hal itu terjadi saat anak buahnya mengirim foto bahwa ada orang KPK melakukan penggeledahan di kantornya dua hari lalu.

"Anak buah saya cewek (perempuan) dapat ancaman. Katanya apa, kamu menghambat penyidikan, kamu bisa saya jerat dengan Pasal 21. Begitu yah," katanya di depan lobi Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Penyidik KPK sebelumnya menjemput paksa Advokat Fredrich Yunadi, Jumat (12/1/2018) malam. Ketika diamankan di bilangan Jakarta Selatan, tim penyidik membawa surat penangkapan. Fredrich diamankan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Adapun upaya hukum itu dilakukan demi kepentingan penyidikan. ‎Tak ada perlawanan dari Fredrich ketika penyidik membawanya. Jemput paksa dan penangkapan itu dilakukan lantaran Fredrich mangkir dalam pemeriksaan kemarin. Seharusnya mantan‎ pengacara Setya Novanto itu menjalani pemeriksaan tersangka atas kasus merintangi penyidikan e-KTP.

Akan tetapi, dia tidak hadir dengan dalih ada proses etik di Dewan Kehormatan Peradi. ‎ Sebelumnya, KPK telah menetapkan Fredrich dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH), Bimanesh Sutardjo sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Mereka diduga memanipulasi data medis agar Setya Novanto lolos dari pemeriksaan KPK. Bahkan, Fredrich disebut memesan satu lantai kamar VIP di RS Medika Permata Hijau sebelum Setya Novanto kecelakaan.

Akibat perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎  (dna/ce1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIMINTA SECARA KHUSUS
Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK
Rabu, 16 Januari 2018 - 21:00 wib
TERKAIT PILKADA JATIM
Tanyakan soal Mahar Gerindra, Bawaslu Kembali Panggil La Nyalla
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:50 wib
77 ORANG JADI KORBAN
Ngeri! Korban Dengar Bisikan Aneh Sebelum Selasar BEI Roboh
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:40 wib
BISA TERELIMINASI PADA 2019
Pengamat: Hanura Terancam karena Oso Selalu Gagal Urus Partai
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:30 wib
BERTEMU KOMISI III DPR
Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:20 wib
DILAPORKAN FARHAT ABBAS
Ancaman 6 Tahun Bui Mulai Bayangi Nikita Mirzani, Kasusnya...
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:00 wib
DIGELAR PEKAN INI
Oso soal Munaslub Kubu Sudding: Harus Seizin Saya
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:50 wib
LAHIRKAN TIGA SIMPULAN AWAL
Terungkap! Ini Penyebab Ambruknya Lantai BEI Versi PUPR
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:40 wib
SEDIANYA DIGELAR HARI INI
Batal Bongkar "Good Friend"-nya Vero, Ini Kata Kakak Angkat Ahok
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:30 wib
TAK LOLOS VERIFIKASI
Wow! Kata Rhoma Irama, Ada Parpol Lama Lakukan Manipulasi Data
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK

Selasa, 16 Januari 2018 - 21:00 WIB

Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik

Selasa, 16 Januari 2018 - 20:20 WIB

Diperiksa KPK, Kader PKB Bantah Terima Duit e-KTP

Selasa, 16 Januari 2018 - 19:00 WIB

Dituntut Dua Tahun  Enam Bulan, Syahrani dan Ridwan Bungkam
Tak Sanggup Beri Makan, Bayi Dibuang

Selasa, 16 Januari 2018 - 10:22 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini