Wonderful Indonesia
PELAKSANAAN ORI
Pedas! Ini Kata Menkes soal Halal Haram Vaksin
Sabtu, 13 Januari 2018 - 16:40 WIB > Dibaca 361 kali Print | Komentar
Pedas! Ini Kata Menkes soal Halal Haram Vaksin
Menkes Nila F Moeloek. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Status Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah penyakit difteri membuat pentingnya vaksin kembali diperdebatkan. Adapun suara-suara sumbang gerakan antivaksin disebabkan keraguan kehalalan vaksin.

Misalnya, dalam pelaksanaan program ORI (outbreak response immunization). Menanggapi itu, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek akhirnya bersuara keras menentang anggapan tersebut.

"Soal kehalalan kami concern terhadap hal tersebut. Vaksin ini kan juga obat, ya. Kalau dianggap tak halal, obat atau vaksin kami mau apa ini, kalau sakit mau apa. Enggak bisa diobati habis enggak boleh?" tanya dia di Gedung Kementeriam Komunikasi dan Informatika, Jumat (12/1/2018).

Terkait persoalan halal dan haram pun, imbuhnya, Kemenkes melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Apabila harus dinilai lagi atau diteliti lagi, pelaksanaan vaksin harus dimulai dari ujung tahap riset.

"Diriset lagi dibuka lagi, dilihat lagi, lama lagi. Sementara kita enggak punya obat matilah kita!" katanya menegaskan.

Kemudian, Presiden akan memberikan surat rekomendasi kepada Kementerian Agama sebagai jaminan vaksin. Selanutnya, rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menjadi pertimbangan.

"Adanya MUI lalu adanya badan produksi jaminan halal, misalnya atau menggunakan enzim dengan bahan-bahan yang tak halal, namun memang kami harus effort dari sapi atau domba itu biayanya mahal sekali," jelasnya.

Nila menerangkan, pembuatan vaksin yang disebut haram itu tidak dengan menggunakan atau mengambil dagingnya. Namun, enzim yang diambil sudah melalui proses kimiawi dan dicuci dengan katalisator sebanyak 20 kali.

"Dicuci sampai 20 kali, itu adalah enzimnya, terlalu lama jika kami harus mengulang lagi, sedangkan pasien tak bisa menunggu," tuntasnya. (ika/ce1)0

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Riau Pos
Riau Pos Nomor Satu di Luar Jawa
Minggu, 21 Januari 2018 - 13:06 wib
Bersikap Tidak Netral
Bawaslu: Sekko Pekanbaru Langgar Aturan
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:51 wib
Penerapan Transaksi Non Tunai
Pemkab Karimun MoU Bersama BRK
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:30 wib
ALAMAK
Pengemis Buta “Sembuh” Saat Dikejar Satpol PP
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:29 wib

Akhir Pendaftaran, Lelang Jabatan Diikuti 55 Peserta
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:26 wib

Monitoring Gas Rumah Kaca Secara Online
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:22 wib
Komunitas Comic Riau
Kembangkan Seni Kreatifitas Generasi Muda
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:21 wib
Cerita Mahasiswa Riau soal Pertanian
Jadi Sarjana Berkat Kangkung
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:17 wib
Aiptu Samsul Huda
Polisi Tewas Ditusuk, Potensial Aksi Teror
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:16 wib
Rayakan HUT Ke-4 dengan Gelar Donor Darah
RS Awal Bros Panam Terus Berbenah
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:04 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Terapi Perilaku pada Anak

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:09 WIB

Begini Kegeraman Menteri Kesehatan pada yang Menentang Vaksin
Waspada Katarak, Hindari Paparan  Sinar Matahari

Jumat, 12 Januari 2018 - 10:09 WIB

Cegah Ketulian dengan Menghindari Kebiasaan Ini

Minggu, 07 Januari 2018 - 14:57 WIB

Parafilia, Penyimpangan Seksual dalam Video Porno dengan Dua Bocah
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us