Wonderful Indonesia
Begini Kegeraman Menteri Kesehatan pada yang Menentang Vaksin
Sabtu, 13 Januari 2018 - 15:03 WIB > Dibaca 636 kali Print | Komentar
Begini Kegeraman Menteri Kesehatan pada yang Menentang Vaksin
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek benar-benar geram kepada pihak-pihak yang anti vaksin ketika pemerintah melakukan gerakan imunisasi massal. Salah satu yang kerap mendapatkan penolakan adalah pelaksanaan program ORI (outbreak response immunization) pada status kejadian luar biasa wabah difteri.

Nila mengaku tidak habis pikir pada orang yang menolak vaksin mengingat hal itu sangat penting bagi manusia terutama anak-anak. "Pokoknya membuat orang lain rugi, maka dia masuk neraka bukan surga. Bikin orang sudah mati, maka doanya didengar banget," tukas Nila dalam konferensi pers evaluasi Imunisasi ORI Difteri di Gedung Kementeriam Komunikasi dan Informatika, Jumat (12/1/2018).

"Mulai diberlakukan harus suntik sebelum sekolah. Masa saya enggak boleh suntik orang? Percuma saya dokter kalau enggak boleh nyuntik. Holistik ini lho kerugian negara, kalau yang meninggal bapaknya gimana gara-gara difteri? Enggak bisa cari duit," papar Nila.

Nila bahkan menegaskan agar semua sekolah memberlakukan aturan untuk mewajibkan semua siswa sebelum masuk SD, sudah divaksin lengkap minimal 4 kali untuk vaksin difteri.

Dia mengklaim sedang mengkoordinasikan dengan Kementerian Pendidikam dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Nanti ada yang namanya buku riwayat imunisasi sebelum masuk sekolah," jelas dia.

Nila menegaskan banyak orang berpendapat obat herbal atau lewat ASI sudah cukup bagi anak dan tak usah divaksin. Padahal, herbal dan vaksin adalah dua hal yang berbeda. "Vaksin dan herbal itu beda. Vaksin mencegah secara spesifik, kalau herbal enggak bisa jadi antigen," kata Nila.

Menurutnya antigen pada vaksin bisa berperan seperti tentara yang menghantam musuh. "Jadi harus cocok, kalau musuhnya di udara jangan laut yang keluar. Tak cocok hanya dengan herbal. Misalnya temulawak bisa mencegah penyakit liver tapi enggak bisa buat antibody," katanya.(ika)

Sumber: JPG
Editor: Fopin A Sinaga

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SIDANG PERCERAIAN
Kubu Ahok Bawa CD untuk Buktikan Perselingkuhan Veronica
Rabu, 21 Februari 2018 - 16:05 wib
DALAM ACARA MAKAN MALAM BERSAMA
Megawati dan Jokowi Bertemu di Batu Tulis, Bahas Apa?
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:55 wib
TAK PERLU DIHUKUM PENJARA
Dhawiya Memang Pengguna Narkoba, Kuasa Hukum Sarankan Rehabilitasi
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:45 wib
DATANG KE BANDARA SOETTA
Pendukung Tak Kecewa meski Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35 wib
BATAL PULANG KE INDONESIA
Polisi Imbau Pendukung Habib Rizieq Tinggalkan Bandara Soetta
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:25 wib

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib

Proyek Jalan Layang-Jembatan Dihentikan Sementara
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:40 wib
8 Hari Kejar Kapal Pembawa Narkoba
Sabu 1,6 Ton Dikemas dalam 81 Karung
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:32 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau

Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Berikan Tips Rambut Hitam

Selasa, 20 Februari 2018 - 10:41 WIB

Olahraga Dapat Membantu Mental Anak Atasi Trauma

Minggu, 18 Februari 2018 - 12:26 WIB

Penggunaan Obat yang Aman pada Lanjut Usia

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:30 WIB

DPR Sindir BPOM soal Temuan Albothyl Berbahaya

Jumat, 16 Februari 2018 - 20:30 WIB

Izin Edar Empat Jenis Obat Ini Dibekukan, Termasuk Albothyl
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us