Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS MENGHALANGI PENYIDIKAN
Mantan Pengacara Setya Novanto Masuk Penjara
Sabtu, 13 Januari 2018 - 14:35 WIB > Dibaca 1531 kali Print | Komentar
Mantan Pengacara Setya Novanto Masuk Penjara
Fredrich Yunaidi mengenakan rompi tahanan usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka, Fredrich Yunadi yang sebelumnya pernah menjadi pengacara Setya Novanto masuk penjara karena ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Lazimnya tahanan KPK, Fredrich juga mengenakan rompi oranye. Atas penahanan itu, Fredrich mengaku kesal karena apa yang dilakukannya hanya menjalankan profesi sebagai pengacara. Fredrich dijerat KPK dengan pasal menghalang-halangi proses penyidikan terhadap Setya Novanto yang kini sudah menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi E-KTP.

Dia mengatakan telah difitnah melakukan upaya menghalang-halangi penyidik KPK. "Sama sekali tidak ada. Buktikan! Iya kan, itu permainan, nggak ada itu, sesuatu hal rangkaian itu. Namanya skenario ingin membumihanguskan," tegasnya ketika keluar dari lobi Gedung KPK mengenakan rompi oranye, Sabtu (13/1/2018).

Termasuk soal kabar dia menyewa ruang VIP di Rumah Sakit Medika Permata Hijau agar Novanto bisa dirawat. "Nggak ada, bohong semua," ucapnya. Dia pun menegaskan, seorang advokat tidak bisa dikenakan hukum pidana maupun perdata. Itu katanya sesuai Pasal 16 UU 18 tahun 2013 tentang Advokat yang diperkuat dengan putusan MK Nomor 26 tahun 2013.

"Namun sekarang saya dibumihanguskan. Ini adalah suatu pekerjaan yang diperkirakan ingin menghabiskan profesi advokat," imbuh Fredrich. Adapun yang membungihanguskan kata dia adalah KPK,"jelas KPK dong, siapa lagi," imbuhnya.

Dengan perlakuan KPK terhadapnya hari ini, menurut Fredrich akan menjadi preseden buruk ke depannya. Bahkan bisa diikuti lembaga penegak hukum lainnya seperti kepolisian dan kejaksaan. "Saya tanya sekarang, kalau praperadilan saya menang, gara-gara praperadilan, kasus nggak bisa jalan, dijerat juga nanti," singgungnya.

Penyidik KPK menjemput paksa Fredrich, Jumat (12/1/2018) malam. Saat diamankan di daerah Jakarta Selatan, tim penyidik membawa surat penangkapan. Informasi yang dihimpun, dia diamankan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. U‎paya hukum itu dilakukan demi kepentingan penyidikan. ‎Tak ada perlawanan dari Fredrich ketika penyidik membawanya.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Flyover Serap Anggaran Rp240 Miliar
Minggu, 21 Januari 2018 - 13:31 wib
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Riau Pos
Riau Pos Nomor Satu di Luar Jawa
Minggu, 21 Januari 2018 - 13:06 wib
Bersikap Tidak Netral
Bawaslu: Sekko Pekanbaru Langgar Aturan
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:51 wib
Penerapan Transaksi Non Tunai
Pemkab Karimun MoU Bersama BRK
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:30 wib
ALAMAK
Pengemis Buta “Sembuh” Saat Dikejar Satpol PP
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:29 wib

Laju Deforestasi Ancam Vegetasi
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:25 wib

Monitoring Gas Rumah Kaca Secara Online
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:22 wib
Komunitas Comic Riau
Kembangkan Seni Kreatifitas Generasi Muda
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:21 wib
Cerita Mahasiswa Riau soal Pertanian
Jadi Sarjana Berkat Kangkung
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:17 wib
Aiptu Samsul Huda
Polisi Tewas Ditusuk, Potensial Aksi Teror
Minggu, 21 Januari 2018 - 12:16 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Cemburu kepada Pacar, Posting Video Mesum di Media Sosial
Saya Terpaksa Ikut Suami, karena Ia Selalu Sakit

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:04 WIB

Tak Lama Lagi Nasib Kedua Terdakwa Ditentukan Hakim

Sabtu, 20 Januari 2018 - 05:55 WIB

Kapan Habib Rizieq Pulang ke Indonesia? Ini Kepastiannya
Kritik JPU KPK, Pengacara: Tak Ada Saksi yang Kenal Novanto
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us