Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Mangkir dari Panggilan KPK, Ini Alasan Mantan Kuasa Hukum Novanto
Jumat, 12 Januari 2018 - 16:55 WIB > Dibaca 534 kali Print | Komentar
Mangkir dari Panggilan KPK, Ini Alasan Mantan Kuasa Hukum Novanto
Fredrich Yunadi (kanan). (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seharusnya dijalani mantan kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, hari ini, Jumat (12/1/2018).

Namun, dia mangkir atas panggilan sebagai tersangka dugaan merintangi penyidikan penyidikan kasus korupsi e-KTP tersebut. Ketidakhadiran Fedrich memenuhi panggilan KPK dikonfirmasi langsung oleh tim kuasa hukum Fedrich, Sapriyanto Refa.

"Iya hari ini Fedrich tidak bisa hadir," katanya di Gedung KPK, Jumat (12/1/2018).

Akan tetapi, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) itu tidak menjabarkan lebih lanjut terkait alasan kliennya tidak memenuhi pemeriksaan tersebut.

Dia sendiri hanya memastikan bahwa kliennya masih ada di Jakarta.

"Iya ada di sini (Jakarta)," tuturnya.

Diterangkannya, mangkirnya Fedrich di panggilan pertama tidak perlu diributkan. Terlebih, jika KPK mengambil langkah menjemput paksa kliennya. Di samping itu, adanya permohon pengajuan sidang etik terhadap Fedrich juga menjadi pertimbangan Sapriyanto untuk tidak menghadirkan kliennya hari ini.

"Kalau hukum acara kan masih bisa diakali, satu kali dipanggil tidak hadir, dua kali, tiga kali tetap gak hadir kan baru dijemput paksa, gak langsung main jemput aja. Apalagi kami sudah mengajukan surat (permohonan sidang etik) ke KPK," tutupnya.

KPK sebelumnya resmi menetapkan Fedrich Yunadi dan Dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka. Mereka ditetapkan tersangka  karena diduga menghalang-halangi proses hukum penyidikan kasus korupsi e-KTP, tersangka Setya Novanto.

Adapun keduanya diduga melakukan pemalsuan data medis Novanto saat dirawat di rumah sakit tersebut. (sat)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIMINTA SECARA KHUSUS
Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK
Rabu, 16 Januari 2018 - 21:00 wib
TERKAIT PILKADA JATIM
Tanyakan soal Mahar Gerindra, Bawaslu Kembali Panggil La Nyalla
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:50 wib
77 ORANG JADI KORBAN
Ngeri! Korban Dengar Bisikan Aneh Sebelum Selasar BEI Roboh
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:40 wib
BISA TERELIMINASI PADA 2019
Pengamat: Hanura Terancam karena Oso Selalu Gagal Urus Partai
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:30 wib
BERTEMU KOMISI III DPR
Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:20 wib
DILAPORKAN FARHAT ABBAS
Ancaman 6 Tahun Bui Mulai Bayangi Nikita Mirzani, Kasusnya...
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:00 wib
DIGELAR PEKAN INI
Oso soal Munaslub Kubu Sudding: Harus Seizin Saya
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:50 wib
LAHIRKAN TIGA SIMPULAN AWAL
Terungkap! Ini Penyebab Ambruknya Lantai BEI Versi PUPR
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:40 wib
SEDIANYA DIGELAR HARI INI
Batal Bongkar "Good Friend"-nya Vero, Ini Kata Kakak Angkat Ahok
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:30 wib
TAK LOLOS VERIFIKASI
Wow! Kata Rhoma Irama, Ada Parpol Lama Lakukan Manipulasi Data
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK

Selasa, 16 Januari 2018 - 21:00 WIB

Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik

Selasa, 16 Januari 2018 - 20:20 WIB

Diperiksa KPK, Kader PKB Bantah Terima Duit e-KTP

Selasa, 16 Januari 2018 - 19:00 WIB

Dituntut Dua Tahun  Enam Bulan, Syahrani dan Ridwan Bungkam
Tak Sanggup Beri Makan, Bayi Dibuang

Selasa, 16 Januari 2018 - 10:22 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini