Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Mantan Pengacara Novanto Mangkir, Dokter Bimanesh Penuhi Panggilan KPK
Jumat, 12 Januari 2018 - 16:35 WIB > Dibaca 256 kali Print | Komentar
Mantan Pengacara Novanto Mangkir, Dokter Bimanesh Penuhi Panggilan KPK
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemeriksaan terhadap Fredrich Yunadi dan Dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo dijadwalkan oleh KPK pada hari ini, Jumat (12/1/2018).

Diketahui, keduanya adalah tersangka dalam kasus dugaan menghalang-halangi penyidikan terhadap Setya Novanto, terdakwa kasus e-KTP.

"Keduanya diperiksa sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jumat (12/1/2018).

Selain keduanya, lembaga antirasuah juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap salah seorang karyawan swasta, yakni Achmad Rudyansyah.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FY," tuturnya.

Adapun sejauh ini baru Bimanesh yang tampak hadir memenuhi panggilan itu. Dia tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.15 WIB.

Di sisi lain, Fredrich dikabarkan tak hadir, dan hanya mengutus pengacaranya ke KPK. Bimanesh datang ditemani dua orang temannya, salah satunya menggunakan kursi roda.

Bimanesh yang mengenakan kemeja putih lengan pendek langsung masuk ke dalam lobi Gedung KPK tanpa menjawab pertanyaan awak media seraya mendorong kursi roda temannya.

Adapun Fredrich dan Bimanesh telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus mencegha, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Keduanya diduga memanipulasi data medis Ketua DPR nonaktif itu agar bisa sehingga penyidik KPK tidak jadi menangkap Novanto. Fredrich pun diduga telah mengondisikan RS Medika Permata Hijau sebelum Novanto mengalami kecelakaan.

Atas perbuatan itu, keduanya dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIMINTA SECARA KHUSUS
Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK
Rabu, 16 Januari 2018 - 21:00 wib
TERKAIT PILKADA JATIM
Tanyakan soal Mahar Gerindra, Bawaslu Kembali Panggil La Nyalla
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:50 wib
77 ORANG JADI KORBAN
Ngeri! Korban Dengar Bisikan Aneh Sebelum Selasar BEI Roboh
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:40 wib
BISA TERELIMINASI PADA 2019
Pengamat: Hanura Terancam karena Oso Selalu Gagal Urus Partai
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:30 wib
BERTEMU KOMISI III DPR
Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:20 wib
DILAPORKAN FARHAT ABBAS
Ancaman 6 Tahun Bui Mulai Bayangi Nikita Mirzani, Kasusnya...
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:00 wib
DIGELAR PEKAN INI
Oso soal Munaslub Kubu Sudding: Harus Seizin Saya
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:50 wib
LAHIRKAN TIGA SIMPULAN AWAL
Terungkap! Ini Penyebab Ambruknya Lantai BEI Versi PUPR
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:40 wib
SEDIANYA DIGELAR HARI INI
Batal Bongkar "Good Friend"-nya Vero, Ini Kata Kakak Angkat Ahok
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:30 wib
TAK LOLOS VERIFIKASI
Wow! Kata Rhoma Irama, Ada Parpol Lama Lakukan Manipulasi Data
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK

Selasa, 16 Januari 2018 - 21:00 WIB

Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik

Selasa, 16 Januari 2018 - 20:20 WIB

Diperiksa KPK, Kader PKB Bantah Terima Duit e-KTP

Selasa, 16 Januari 2018 - 19:00 WIB

Dituntut Dua Tahun  Enam Bulan, Syahrani dan Ridwan Bungkam
Tak Sanggup Beri Makan, Bayi Dibuang

Selasa, 16 Januari 2018 - 10:22 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini