Wonderful Indonesia
Pemilihan Gubernur Riau 2018
Jangan Bawa Orsos ke Kancah Politik Praktis
Jumat, 12 Januari 2018 - 10:01 WIB > Dibaca 245 kali Print | Komentar
Jangan Bawa Orsos ke Kancah Politik Praktis
DURI (RIAUPOS.CO) - Tahun 2018, merupakan salah satu tahun politik. Pasalnya, tahun ini bakal digelar pemilihan Gubernur Riau. Apalagi empat pasang kandidat bakal calon peneraju Bumi Lancang Kuning sudah pula mendaftar ke KPU Riau.

Di tengah situasi politik yang semakin mengerucut saat ini, calon pemimpin Riau 2018-2023 tengah ditimang-timang dan sekarang hangat dibicarakan di tengah masyarakat, berbilang kaum di negeri ini. Tidak terkecuali di Duri, Kecamatan Mandau.

Seiring dinamika politik yang makin menghangat, keberadaan paguyuban dan ikatan keluarga berbasis etnis pun cukup strategis. Pengurus organisasi sosial (orsos) tersebut bakal menjadi incaran pasangan calon maupun timnya, guna mendulang suara sebanyak mungkin di Pilgubri nanti.

Di sisi lain, tidak tertutup pula kemungkinan bahwa pengurus ormas berbasis etnis pun bisa pula tergiur, lalu mengarahkan gerbong basis massanya untuk mendukung pasangan calon tertentu. Kalau tidak hati-hati, keterlibatan Orsos seperti ini bisa menimbulkan gesekan dan malah perpecahan di kalangan internal paguyuban atau ikatan keluarga bersangkutan.

Menyadari bahaya yang bakal timbul dari kancah politik praktis tersebut, pemuka masyarakat Mandau, Ir Marfit Helmi di Duri, Kamis (11/1) kemarin, mewanti-wanti agar pengurus paguyuban dan ikatan keluarga tidak gegabah menyeret organisasinya ke kancah politik praktis dengan pertimbangan yang sama sekali tidak matang.

“Kita tak bisa gegabah. Harus ekstra hati-hati. Jangan sampai menyeret organisasi sosial untuk mendukung pasangan calon Gubri. Kalaupun terpaksa, harus melalui musyawarah dengan pertimbangan yang sangat matang. Tak bisa main dukung sembarangan saja. Harus didukung pula dengan survei yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata salah satu pengurus inti Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Kecamatan Mandau ini.

Senada dengan itu, pemuka masyarakat Mandau lainnya, H Erizaldi pun tidak setuju kalau paguyuban dan ikatan keluarga diseret ke kancah politik praktis di ajang Pilgubri 2018. “Namun demikian, hak warga masing-masing paguyuban atau ikatan keluarga harus dihormati pula. Mereka berhak mendapatkan pencerahan politik tanpa harus menyeret organisasinya ke kancah politik praktis,” ujarnya.(sda)



Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
H Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno
Deklarasi AYO Undang Pedagang Kecil
Senin, 21 Januari 2018 - 14:55 wib

Flyover Serap Anggaran Rp240 Miliar
Senin, 21 Januari 2018 - 13:31 wib
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Riau Pos
Riau Pos Nomor Satu di Luar Jawa
Senin, 21 Januari 2018 - 13:06 wib
Bersikap Tidak Netral
Bawaslu: Sekko Pekanbaru Langgar Aturan
Senin, 21 Januari 2018 - 12:51 wib
Penerapan Transaksi Non Tunai
Pemkab Karimun MoU Bersama BRK
Senin, 21 Januari 2018 - 12:30 wib

Akhir Pendaftaran, Lelang Jabatan Diikuti 55 Peserta
Senin, 21 Januari 2018 - 12:26 wib

Laju Deforestasi Ancam Vegetasi
Senin, 21 Januari 2018 - 12:25 wib

Monitoring Gas Rumah Kaca Secara Online
Senin, 21 Januari 2018 - 12:22 wib
Komunitas Comic Riau
Kembangkan Seni Kreatifitas Generasi Muda
Senin, 21 Januari 2018 - 12:21 wib
Cerita Mahasiswa Riau soal Pertanian
Jadi Sarjana Berkat Kangkung
Senin, 21 Januari 2018 - 12:17 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Deklarasi AYO  Undang Pedagang Kecil

Minggu, 21 Januari 2018 - 14:55 WIB

Bawaslu: Sekko Pekanbaru Langgar Aturan

Minggu, 21 Januari 2018 - 12:51 WIB

KPU Pekanbaru dan Rohul Disidangkan Pekan Depan

Sabtu, 20 Januari 2018 - 12:12 WIB

Dua Kali Mangkir, M Noer Diplenokan

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:13 WIB

Keras! OSO Diklaim Sering Bikin Sebuah Organisasi Terbelah
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini