Wonderful Indonesia
dr Hidayatul Fitri Sp THT
Cegah Ketulian dengan Menghindari Kebiasaan Ini
Minggu, 07 Januari 2018 - 14:57 WIB > Dibaca 753 kali Print | Komentar
Cegah Ketulian dengan Menghindari Kebiasaan Ini
dr Hidayatul Fitri Sp THT
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - Suatu ketika seorang pemuda umur 20 tahun bercerita pendengarannya yang tidak lagi jelas. Berangsur-angsur menurun. Hari ini makin tidak jelas. Setiap orang bercakap, butuh pengulangan dengan volume yang lebih keras agar dapat mengerti.

Apalagi bila bercakap di tempat keramaian, semakin sulit dirasakan. Di lain waktu berjumpa dengan seorang wanita berumur 65 tahun. Bercerita banyak hal menunggu boarding di suatu bandara. Pendengarannya masih tajam, tidak butuh pengulangan dari setiap kata yang disebutkan lawan bicara. Dua pemandangan yang berbeda.

Ada anak muda tapi pendengaran seperti sudah tua, tapi sebaliknya ada orang tua pendengaran masih muda. Sebuah kata bijak menyebutkan tua itu pasti, awet muda itu pilihan. Selama ini kebanyakan kita hanya fokus meremajakan kulit saja. Hal lain pada tubuh  ini sering terabaikan. Termasuk awetnya pendengaran. Awet atau tidaknya bergantung bagaimana si empunya melakukan perlindungan terhadap  pendengarannya.

Menurut Dokter Spesialis THT Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru dr Hidayatul Fitri Sp THT menjelaskan, salah satu usaha memelihara pendengaran itu adalah menghindari kebiasaan-kebiasaan yang dapat merusak saraf pendengaran. Apa saja kebiasaan tersebut?

1.Pamakaian Headset yang Terlalu Lama

Zaman memang berkembang pesat. Teknologi melejit seperti jet yang lepas dari landasan, begitu cepat. Penggunaan iPod merupakan gaya hidup anak sekarang, kalau masa sebelumnya adalah walkman. Atau sekadar mendengar musik dari aplikasi ponsel yang begitu praktis.

Begitulah remaja zaman kekinian. Hal ini tentu tidak bisa dihentikan sama sekali. Oleh karena itu ada aturan main untuk penggunaannya agar pendengaran tidak rusak. Ada kunci cara aman untuk mendengarkan musik. Aturannya dikenal dengan rulesof sixthy dengan simbol 60/60. Dengarkanlah musik dengan volume maksimal 60 persen, selama 60 menit. Tidak boleh lebih. Apabila ingin menikmati musik lagi, lakukan setelah istirahat 60 menit. Jadi istirahat selama 1 jam.

2. Membawa Balita ke Tempat Bermain di Mal-mal

Tempat bermain anak di mal-mal juga sumber bising. Intensitas bunyi di tempat ini melebihi batas aman yang dibolehkan. Batas aman yang dibolehkan adalah 85 dB. Pengukuran beberapa tempat bermain anak di mal-mal pada beberapa kota di Indonesia menunjukan angka sound level meter sekitar 96 dB-110 dB. Bahkan di salah satu tempat di Banjarmasin mencapai angka 128 dB.

 Oleh karena itu dilarang berada di tempat tersebut dalam jangka yang lama. Berapa lama sih batas yang aman? Ada rumusnya untuk itu, rules of three namanya. Setiap kenaikan intensitas 3 dB dari batas aman, maka lama waktu untuk terpapar berkurang setengahnya.

 Pada instensitas batas aman yaitu 85 dB, maka lama paparan bising yang dibolehkan selama 8 jam. Jika intensitasnya naik menjadi 88 dB ( 85 dB+ 3 dB), waktu yang dibolehkan berada disana 4 jam (setengah dari 8 jam adalah 4 jam). Sekarang mari kita ambil angka 96 dB, angka terendah yang ada di mal-mal.

 Berdasarkan rules of three  tadi akan didapatkan lama berada di mal tersebut yang aman untuk pendengaran lebih kurang setengah jam atau 30 menit. Tidak boleh lebih. Jika lebih maka sel-sel rambut di rumah siput akan rontok dan pendengaran otomatis akan rusak.

Jika ini terus dilakukan, dapat dibayangkan berapa sel yang mati olehnya. Sangatlah disayangkan, ketika orang tua begitu bangganya membawa anak-anak mereka bermain ke tempat  seperti ini.

 Ada curhatan mamah muda, ke mal itu untuk menghilangkan suntuk. Semua anak dibawa, termasuk si bayi dengan stroller-nya. Dalam sepekan ada beberapa hari begitu. Ini suatu pola pikir yang salah dalam menjaga pendengaran si buah hati.

3. Menghidupkan Televis dengan Volume Maksimal

Ada sebagian kebiasaaan orang mendengarkan tivi dengan volume maksimal. Mungkin biar ramai alasannya. Atau sekadar pamer saja, suara tv-nya lebih stereo dari yang lain. Tak tanggung-tanggung, warga se-komplek pun dapat mendengar bunyinya. Hal ini selain menyebabkan kegaduhan juga merusak pendengaran. Volume tv yang dibolehkan 60 persen dari volume maksimal, lebih kecil labih baik. Maka silakan cek di layar tv masing-masing, berapa volume yang sedang digunakan.

4. Membawa Balita ke Bioskop

Bioskop saat ini masih manjadi pilihan untuk hiburan. Incaran biasanya film-film terbaru. Pengukuran terhadan suara adegan film laga dalam bioskop 120 dB. Suara yang sangat keras. Bila intensitas bunyi 100 dB saja, dibolehkan terpapar hanya seperampat jam, apalagi bunyi dengan intensitas lebih keras. Maka berhati-hatilah

5. Konser Musik


Banyak orang yang suka konser musik, terutama yang muda, atau yang masih berjiwa muda. Konser musik menghasilkan suara 125 dB. Dengan intensitas tersebut, hanya butuh waktu yang sedikit untuk membuat saraf pendengaran tidak berfungsi dengan baik

6. Angkutan Umum Full Music

Ada kecenderungan yang menyatakan angkutan dengan sajian musik volume keras lebih mudah mendapatkan penumpang yang rata-rata kaum muda dibandingkan yang menyajikan musik dengan volume normal. Angkutan dengan volume seperti itu dianggap lebih gaul untuk ditumpangi.

Kerasnya suara dari angkutan tersebut dapat terdengar hingga ke luar, bahkan tidak jarang kaca mobil angkutan ikut bergetar karena kerasnya volume di dalam mobil tersebut. Mungkin dapat dibayangkan besarnya suara yang tersaji dan ditangkap oleh telinga kita saat menumpang mobil angkutan seperti ini. Apalagi disajikan dalam mobil yang merupakan ruang yang tergolong kecil dan tertutup, sehingga menambah besarnya paparan suara bagi setiap orang yang ada didalamnya.

‘’Yang perlu diperhatikan untuk penjaga pendengran. Sayangi pendengaran anda, tuli akibat bising bersifat permanen, tidak bisa disembuhkan tapi bisa dicegah. Mari jaga pendengaran kita, biar tetap awet sampai tua,’’ jelas dr Hidayatul Fitri Sp THT.***



Laporan KAMARUDDIN, Pekanbaru

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SIDANG PERCERAIAN
Kubu Ahok Bawa CD untuk Buktikan Perselingkuhan Veronica
Rabu, 21 Februari 2018 - 16:05 wib
DALAM ACARA MAKAN MALAM BERSAMA
Megawati dan Jokowi Bertemu di Batu Tulis, Bahas Apa?
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:55 wib
TAK PERLU DIHUKUM PENJARA
Dhawiya Memang Pengguna Narkoba, Kuasa Hukum Sarankan Rehabilitasi
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:45 wib
DATANG KE BANDARA SOETTA
Pendukung Tak Kecewa meski Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35 wib
BATAL PULANG KE INDONESIA
Polisi Imbau Pendukung Habib Rizieq Tinggalkan Bandara Soetta
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:25 wib

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib

Proyek Jalan Layang-Jembatan Dihentikan Sementara
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:40 wib
8 Hari Kejar Kapal Pembawa Narkoba
Sabu 1,6 Ton Dikemas dalam 81 Karung
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:32 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau

Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Berikan Tips Rambut Hitam

Selasa, 20 Februari 2018 - 10:41 WIB

Olahraga Dapat Membantu Mental Anak Atasi Trauma

Minggu, 18 Februari 2018 - 12:26 WIB

Penggunaan Obat yang Aman pada Lanjut Usia

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:30 WIB

DPR Sindir BPOM soal Temuan Albothyl Berbahaya

Jumat, 16 Februari 2018 - 20:30 WIB

Izin Edar Empat Jenis Obat Ini Dibekukan, Termasuk Albothyl
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us