Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SIDANG DUPLIK
Tak Lagi Punya Legal Standing, HTI Ancam Keutuhan NKRI
Jumat, 05 Januari 2018 - 20:45 WIB > Dibaca 5723 kali Print | Komentar
Tak Lagi Punya Legal Standing, HTI Ancam Keutuhan NKRI
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pembubaran terhadap organisasi mereka oleh dilakukan pemerintah terus diperkarakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Adapun HTI dalam hal ini menjadi pihak penggugat.

Sementara, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sebagai pihak tergugat. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jumat (4/1/2018), Kuasa Hukum Kemenkumham yang terdiri atas Hafzan Taher, I Wayan Sudirta, Teguh Samudera bergantian membacakan duplik atas replik HTI.

Hafzan Taher dalam sidang Duplik itu menyatakan, ormas HTI menolak adanya pemilu dan mengangap demokrasi adalah produk sekuler. Dari bukti-bukti yang ada, tampak bahwa kegiatan Penggugat mengancam eksistensi Pancasila selaku Ideologi Negara dan Falsafah Negara.

“Akan menggantikan UUD 1945 selaku Konstitusi NKRI sekaligus mengancam Keutuhan NKRI,”  katanya lewat keterangan tertulisnya kepada Jawapos.com, Jumat (5/1/2018).

Penggugat, sambungnya, sudah mengadopsi dan menerjemahkan dan menerbitkan Rancangan Undang-Undang Dasar Islami Hizbut Tahrir (AD Dustur Al Islami), yang ditulis oleh Syaikh Taqiyuddin bin Ibrahim bin Mustafa bin Ismail bin Yusuf an-Nabhani.

Di samping itu, penggugat juga telah mengadopsi, menerjemahkan dan menerbitkan Buku Peraturan Hidup dalam Islam (Edisi Mutamadah) yang ditulis oleh syaikh Taqiyuddin bin Ibrahim bin Mustafa bin Ismail bin Yusuf an-Nabhani.

“Penggugat berulang kali dalam kegiatan dan yang dilaksanakan di berbagai daerah telah menyatakan maksud dan tujuannya untuk mengganti Pancasila, menghapus sekat-sekat nasionalisme dan demokrasi, serta akan menggantikannya dengan sistem khilafah yang menghapus Kedaulatan Negara dan nantinya akan dipimpin satu Khalifah Tunggal,” paparnya saat membacakan Duplik.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Deklarasi AYO Berhadiah Umroh
Diawali Jalan Sehat dan Sarapan Bersama
Jumat, 19 Januari 2018 - 15:46 wib
TERJADI JUMAT DINIHARI
SMPN 4 Pekanbaru Terbakar, Proses Belajar Dibagi Dua Shift
Jumat, 19 Januari 2018 - 15:21 wib
MINGGU 21 JANUARI DI CAR FREE DAY
Pasangan AYO Deklarasi Dimeriahkan Jalan Sehat dan Sarapan Bersama
Jumat, 19 Januari 2018 - 14:55 wib

Saudi Suntikkan Dana 2 Miliar Dolar AS ke Yaman
Jumat, 19 Januari 2018 - 13:47 wib
Daihatsu Luncurkan All New Terios di Riau
Tampil Lebih Mewah dan Modern
Jumat, 19 Januari 2018 - 12:39 wib

Suami Tewas Tersengat Listrik
Jumat, 19 Januari 2018 - 12:36 wib

Diperiksa soal Ujaran Kebencian, Ustaz Zulkifli Bingung
Jumat, 19 Januari 2018 - 11:33 wib

Trump Sangkal Kedutaan AS Pindah ke Yerusalem
Jumat, 19 Januari 2018 - 11:31 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Zulaikhah Ajak Dukung Program Pemerintah
Jumat, 19 Januari 2018 - 11:23 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Zulkifli Harun Dituntut 18 Bulan Penjara

Jumat, 19 Januari 2018 - 10:53 WIB

Lagi, Pengedar Narkoba Jenis Ganja  Diamankan

Jumat, 19 Januari 2018 - 09:45 WIB

Polresta Selidiki  Kasus Penganiayaan  Ibu Tiri

Jumat, 19 Januari 2018 - 09:30 WIB

Jual Sabu, Dua Warga Pinggir Ditangkap

Jumat, 19 Januari 2018 - 06:02 WIB

Keras! Gerindra Bandingkan Kasus Ustaz Zulkifli dengan Viktor Laiskodat
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us