Wonderful Indonesia
SOROTAN ATAS LAPORAN KINERJA 2017
Pemerintahan Jokowi Terus Tambah Utang, Fadli Zon: Harus Diwaspadai
Jumat, 05 Januari 2018 - 00:18 WIB > Dibaca 787 kali Print | Komentar
Pemerintahan Jokowi Terus Tambah Utang, Fadli Zon: Harus Diwaspadai
Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPR Fadli Zon. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sejumlah catatan atas laporan kinerja pemerintah tahun 2017 yang baru saja tutup buku datang dari Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPR Fadli Zon.

Dia sendiri mengingatkan pemerintah akan risiko meningkatnya jumlah utang Indonesia. Dari laporan keuangan pemerintah, realisasi defisit 2017 tercatat Rp345,8 triliun.

Secara nominal, realisasi defisit 2017 memang lebih rendah dibanding 2016 yang mencapai Rp367,7 triliun. Walau secara nominal turun, persentasenya terhadap PDB justru meningkat.

Adapun pada 2016, rasio defisit APBN Perubahan terhadap PDB mencapai 2,46 persen. Sementara pada 2017, angkanya naik menjadi 2,57 persen terhadap PDB. Fadli menilai, rasio defisit selama pemerintahan Presiden Joko Widodo memang cenderung terus membesar.

Pada 2014, defisit masih berada di angka Rp227,4 triliun atau 2,26 persen terhadap PDB. Lantas, pada 2015, defisit melonjak menjadi Rp318,5 triliun, atau mencapai 2,8 persen terhadap PDB.

Antara 2015 ke 2016 persentasenya memang sempat turun, namun realisasi defisit 2017 kembali meningkat. Jika dicermati, sekitar 75-80 persen pembiayaan defisit APBN ditutup oleh utang dari dalam maupun luar negeri.

"Inilah yang harus kami waspadai karena saya melihat pemerintah terlalu menggampangkan persoalan jika membahas masalah utang ini," ujarnya, Kamis (4/12/2018).

Pemerintah selama ini selalu berdalih jika rasio utang masih dalam batas aman. Dalih pemerintah, sambungnya, lantaran rasio utang di bawah 60 persen terhadap PDB sebagaimana yang dipatok UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Di sisi lain, dia juga menyoroti perbandingan yang disodorkan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang rasio utang Indonesia dengan negara lain. Misalnya, rasio utang Malaysia mencapai 56,22 persen PDB.

Sementara, rasio utang Amerika Serikat sudah mencapai 107 persen PDB. Bahkan, di Jepang rasio utangnya mencapai 239,27 persen PDB.

"Menurut saya, pembandingan semacam itu keliru karena tidak memperhatikan kemampuan bayar yang berbeda-beda dari negara-negara tadi," tuturnya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
H Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno
Deklarasi AYO Undang Pedagang Kecil
Senin, 21 Januari 2018 - 14:55 wib

Flyover Serap Anggaran Rp240 Miliar
Senin, 21 Januari 2018 - 13:31 wib
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Riau Pos
Riau Pos Nomor Satu di Luar Jawa
Senin, 21 Januari 2018 - 13:06 wib
Bersikap Tidak Netral
Bawaslu: Sekko Pekanbaru Langgar Aturan
Senin, 21 Januari 2018 - 12:51 wib
Penerapan Transaksi Non Tunai
Pemkab Karimun MoU Bersama BRK
Senin, 21 Januari 2018 - 12:30 wib

Akhir Pendaftaran, Lelang Jabatan Diikuti 55 Peserta
Senin, 21 Januari 2018 - 12:26 wib

Laju Deforestasi Ancam Vegetasi
Senin, 21 Januari 2018 - 12:25 wib

Monitoring Gas Rumah Kaca Secara Online
Senin, 21 Januari 2018 - 12:22 wib
Komunitas Comic Riau
Kembangkan Seni Kreatifitas Generasi Muda
Senin, 21 Januari 2018 - 12:21 wib
Cerita Mahasiswa Riau soal Pertanian
Jadi Sarjana Berkat Kangkung
Senin, 21 Januari 2018 - 12:17 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Umrah Tidak Ada Waiting List

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:57 WIB

Bupati Rita Mengaku Suka Tas KW

Sabtu, 20 Januari 2018 - 13:15 WIB

Februari, Jokowi Replanting Sawit ke Riau

Sabtu, 20 Januari 2018 - 11:24 WIB

Matangkan Kerja Sama Tol Pekanbaru-Padang

Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:17 WIB

Siap-siap! Habib Rizieq Akan Pulang ke Indonesia

Jumat, 19 Januari 2018 - 18:05 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini