Lepas Aset untuk Beli Aset yang Lebih Strategis

Jumat, 04 Nov 2016 - 10:46 WIB > Dibaca 4340 kali | Komentar

Meskipun melepas aset, saya punya kebijakan untuk membeli aset. Uang hasil penjualan aset harus untuk membeli aset. Itulah yang berbeda dengan kebijakan jual aset di masa sebelum saya. Saya tidak tahu berapa persisnya aset yang sudah dilepas di masa lalu. Banyak sekali.

Banyak juga aset yang diinbrengkan jadi setoran modal untuk kerja sama dengan swasta. Yang seperti ini terbukti akhirnya aset itu ”tertelan” dalam kerja sama tersebut. Saya tidak mau seperti itu. Saya mau konsolidasi aset. Yakni melepas aset yang kurang produktif untuk dibelikan aset yang lebih punya masa depan.

Maka pelepasan aset di zaman saya adalah pelepasan aset dengan tujuan untuk memajukan perusahaan. Saya tidak mau melepaskan aset model inbreng. Manajemen perusahaan daerah pasti kalah dari partnernya. Karena itu, uang hasil penjualan aset tidak boleh masuk kas umum perusahaan. Harus masuk perusahaan untuk pos khusus.

Dari pengalaman yang saya dengar dari masa dulu, hasil penjualan aset yang uangnya masuk ke kas umum, uangnya lama-lama akan habis. Terpakai untuk keperluan operasional perusahaan. Perusahaan itu, di saat-saat tertentu, pasti akan mengalami kesulitan cash flow. Kalau terlihat ada uang menganggur, pasti akan digunakan. Saya tidak mau seperti itu. Sesulit apa pun cash flow perusahaan, PT PWU tidak boleh menyentuh uang hasil penjualan aset tersebut.

Tidak terlihatnya ada uang masuk dari penjualan aset inilah yang bisa menimbulkan salah sangka. Bisa dikira uang penjualan aset tersebut untuk bancakan. Tapi, bagi orang yang jeli membaca neraca keuangan perusahaan, tidak perlu ada salah sangka. Terutama kalau membaca kolom ”kas dan setara kas” dalam neraca itu. Di ”kas dan setara kas” dalam neraca itulah, uang hasil penjualan aset tersebut ”disembunyikan”. Aman-sentosa. Dari situlah uang untuk membeli aset baru diambil.

Kini PWU punya aset tanah strategis di Surabaya seluas 16 ha, yang antara lain dibeli dari uang tersebut. Di samping itu, masih ada sisa dananya. Sebesar Rp24 miliar. Aman. Direksi setelah saya pun tidak menggunakannya. Aman-sentosa.***

KOMENTAR
BERITA TERBARU
Mengabdi untuk Pusat Studi Bencana

Mengabdi untuk Pusat Studi Bencana

25 Juli 2017 - 11:23 WIB

Bangkinang-SSK II Rp35 Ribu

25 Juli 2017 - 11:21 WIB
Tularkan Semangat Kuasai Bahasa Asing

Tularkan Semangat Kuasai Bahasa Asing

25 Juli 2017 - 11:20 WIB
Wali Murid Keluhkan Pungutan di SMPN 20

Wali Murid Keluhkan Pungutan di SMPN 20

25 Juli 2017 - 11:16 WIB

PPLP Dayung Ingin Juara Umum Lagi

25 Juli 2017 - 11:12 WIB

Team Sky Dominasi Tour de France

25 Juli 2017 - 11:08 WIB
JCH Anggota Korpri Diminta Doakan Pembangunan

JCH Anggota Korpri Diminta Doakan Pembangunan

25 Juli 2017 - 11:05 WIB
Indonesia Lolos ke final AJC

Indonesia Lolos ke final AJC

25 Juli 2017 - 10:53 WIB

Follow Us