Wonderful Indonesia
Outbreak Response Imunization Difteri
Lampung Masuk Daftar ORI Difteri
Senin, 01 Januari 2018 - 14:41 WIB > Dibaca 570 kali Print | Komentar
Lampung Masuk Daftar ORI Difteri
Berita Terkait

Satu Anak Suspect Difteri



BANDARLAMPUNG (RIAUPOS.CO) – Wabah difteri yang belakangan meneror Lampung terus mendapat perhatian lebih. Bahkan, tersiar kabar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berencana mengadakan Outbreak Response Imunization Difteri (ORI Difteri/imunisasi massal) untuk tiga Kabupaten di Lampung. Yakni Pringsewu, Tanggamus, dan Lampung Utara.

Saat dikonfirmasi kabar tersebut, Humas Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung dr. Asih Hendrastuti menuturkan, pihaknya memang sedang memantau tiga kabupaten tersebut dalam rangka mewaspadai penyebaran wabah difteri. Namun, pihaknya belum sepenuhnya bisa memastikan apakah bakal dilakukan ORI Difteri, atau imunisasi javu.

’’Awal Januari 2018 kami akan merapatkan itu. Kegiatan itu masuk dalam pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” jelasnya saat dikonfirmasi Radar Lampung, kemarin. Lebih lanjut ia menyampaikan, ORI dilaksanakan manakala pada daerah tertentu terdapat kasus difteri positif. ’’Alhamdulillah sampai saat ini belum ada   laporan difteri positif,” ucapnya.

Sementara, pantauan Radar Lampung belakangan, pasien suspect difteri silih berganti masuk ruang isolasi flu burung Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), yang merupakan pusat dirawatnya pasien suspect difteri. Total, sudah ada tujuh pasien suspect difteri yang dirawat di ruang tersebut.

Terbaru, N, balita berusia satu tahun dua bulan, warga Pesawaran turut terdaftar sebagai pasien suspect difteri yang dirawat di ruang tersebut sejak 29 Desember. Kini, keluarga N sedang menunggu hasil pemeriksaan tenggorokan  yang akan diteliti di Jakarta. dr. Asih menginformasikan, beberapa ciri difteri yang patut diwaspadai adalah munculnya gejala demam 38 derajat serta ada selaput putih keabu-abuan lengket di daerah tenggorokan. ’’Kalau kita coba lepas mengeluarkan darah.” ucapnya.

Ciri lainnya adalah leher agak membengkak dan terasa sakit saat menelan. ’’Semua ciri difteri berlaku sama baik itu bagi bayi maupun dewasa,” sebutnya. Oleh sebab itu, dr. Asih menekankan kepada masyarakat bahwa  difteri bisa dicegah dengan imunisasi. Ia lantas  meminta warga untuk tak segan melakukan imunisasi pada anak.

’’Kalau bayi imunisasi difteri itu ada tiga kali. Jika belum tiga kali sebaiknya lakukan imunisasi, dan itu tidak dipungut biaya,” ujarnya.(jpg)





Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SIDANG PERCERAIAN
Kubu Ahok Bawa CD untuk Buktikan Perselingkuhan Veronica
Rabu, 21 Februari 2018 - 16:05 wib
DALAM ACARA MAKAN MALAM BERSAMA
Megawati dan Jokowi Bertemu di Batu Tulis, Bahas Apa?
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:55 wib
TAK PERLU DIHUKUM PENJARA
Dhawiya Memang Pengguna Narkoba, Kuasa Hukum Sarankan Rehabilitasi
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:45 wib
DATANG KE BANDARA SOETTA
Pendukung Tak Kecewa meski Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35 wib
BATAL PULANG KE INDONESIA
Polisi Imbau Pendukung Habib Rizieq Tinggalkan Bandara Soetta
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:25 wib

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib

Proyek Jalan Layang-Jembatan Dihentikan Sementara
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:40 wib
8 Hari Kejar Kapal Pembawa Narkoba
Sabu 1,6 Ton Dikemas dalam 81 Karung
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:32 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau

Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Berikan Tips Rambut Hitam

Selasa, 20 Februari 2018 - 10:41 WIB

Olahraga Dapat Membantu Mental Anak Atasi Trauma

Minggu, 18 Februari 2018 - 12:26 WIB

Penggunaan Obat yang Aman pada Lanjut Usia

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:30 WIB

DPR Sindir BPOM soal Temuan Albothyl Berbahaya

Jumat, 16 Februari 2018 - 20:30 WIB

Izin Edar Empat Jenis Obat Ini Dibekukan, Termasuk Albothyl
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us