Dulu PWU Gabungan Perusahaan Sakit

Rabu, 02 Nov 2016 - 10:47 WIB > Dibaca 1954 kali | Komentar

Mengapa sebagian aset PT PWU harus dilepas? Itu bermula di tahun 1999. Perekonomian dan politik nasional saat itu masih dalam suasana krisis moneter tahun 1998. Pemda Jatim ingin menyehatkan perusahaan daerahnya yang setiap tahun ikut menggerogoti APBD.

Pemda menunjuk konsultan dari Jakarta. Rekomendasi konsultan antara lain: bentuk perusahaan daerah (PD) harus diubah menjadi perseroan terbatas (PT). Agar prosedur pengambilan keputusan bisa lebih sederhana. Harus dicari juga pimpinan puncak yang mampu memimpin perusahaan dengan pikiran bisnis. Dan harus dilakukan restrukturisasi aset.

Gubernur lantas menyatukan perusahaan-perusahaan daerah Jatim menjadi satu perseroan terbatas: PT PWU Jatim. Gubernur lalu mencari sosok baru yang dianggap mampu dan punya latar belakang bisnis. Saya tidak tahu berapa orang yang diincar, tapi yang utama adalah saya. Boleh dikata, PT PWU adalah gabungan perusahaan sakit. Kondisinya umumnya sudah sangat uzur. Bidang bisnisnya tergolong sunset.

Perusahaan daerah Jatim memang sudah sangat renta. Peninggalan zaman Belanda. Ada pabrik karet, pabrik keramik, pabrik batu tahan api, pabrik genting, pabrik kain kasa, pabrik minuman, pabrik kulit, pabrik minyak kelapa, pabrik es, dan banyak lagi. Pabrik minumannya, misalnya, sehari hanya memproduksi beberapa botol sirup. Setiap tahun pemda harus menggelontorkan dana APBD untuk menutup kesulitan usaha. Bukan usaha yang menyetor dana ke APBD.

Akhirnya saya penuhi permintaan Gubernur tersebut. Jadilah saya Dirut PT PWU. Di samping tetap sebagai CEO Jawa Pos. Sebagai bos baru, saya harus melakukan turnaround yang radikal. Saya tahu risikonya. Untuk jabatan itu, saya hanya mengajukan syarat: tidak mau digaji, tidak mau diberi fasilitas, dan tidak mau ada bantuan uang dari APBD. Untuk hidup, gaji dan fasilitas saya sudah cukup dari jabatan saya sebagai CEO Jawa Pos. Untuk modal membangkitkan perusahaan, biarlah direksi PWU yang mengupayakan dari potensi yang ada di perusahaan.

Saya mengikuti dan setuju saran konsultan. Yakni harus melakukan restrukturisasi aset. Saya baca laporan yang sangat tebal dari konsultan itu.

Saya lihat nama konsultannya: Cacuk Sudarijanto. Salah satu tokoh manajemen terkemuka Indonesia saat itu. Yang pernah menjadi CEO Telkom yang fenomenal, yang melakukan turnaround PT Telkom dengan sukses.***

KOMENTAR
BERITA POPULER
Benjor, Pistol, dan Sebutir Peluru

Benjor, Pistol, dan Sebutir Peluru

23 Apr 2017 - 01:36 WIB | 628 Klik

Setelah Ahok

23 Apr 2017 - 00:53 WIB | 573 Klik

Sajak-sajak Umi Kulsum

23 Apr 2017 - 01:44 WIB | 517 Klik
Oghuong Calempong Kampar Berpadu dengan Tor Tor

Oghuong Calempong Kampar Berpadu dengan Tor Tor

23 Apr 2017 - 01:13 WIB | 476 Klik
SiKari SkeToon-kan Mesjid Jamik Air Tiris

SiKari SkeToon-kan Mesjid Jamik Air Tiris

23 Apr 2017 - 01:05 WIB | 456 Klik

Follow Us