Dulu PWU Gabungan Perusahaan Sakit

Rabu, 02 Nov 2016 - 10:47 WIB > Dibaca 2720 kali | Komentar

Mengapa sebagian aset PT PWU harus dilepas? Itu bermula di tahun 1999. Perekonomian dan politik nasional saat itu masih dalam suasana krisis moneter tahun 1998. Pemda Jatim ingin menyehatkan perusahaan daerahnya yang setiap tahun ikut menggerogoti APBD.

Pemda menunjuk konsultan dari Jakarta. Rekomendasi konsultan antara lain: bentuk perusahaan daerah (PD) harus diubah menjadi perseroan terbatas (PT). Agar prosedur pengambilan keputusan bisa lebih sederhana. Harus dicari juga pimpinan puncak yang mampu memimpin perusahaan dengan pikiran bisnis. Dan harus dilakukan restrukturisasi aset.

Gubernur lantas menyatukan perusahaan-perusahaan daerah Jatim menjadi satu perseroan terbatas: PT PWU Jatim. Gubernur lalu mencari sosok baru yang dianggap mampu dan punya latar belakang bisnis. Saya tidak tahu berapa orang yang diincar, tapi yang utama adalah saya. Boleh dikata, PT PWU adalah gabungan perusahaan sakit. Kondisinya umumnya sudah sangat uzur. Bidang bisnisnya tergolong sunset.

Perusahaan daerah Jatim memang sudah sangat renta. Peninggalan zaman Belanda. Ada pabrik karet, pabrik keramik, pabrik batu tahan api, pabrik genting, pabrik kain kasa, pabrik minuman, pabrik kulit, pabrik minyak kelapa, pabrik es, dan banyak lagi. Pabrik minumannya, misalnya, sehari hanya memproduksi beberapa botol sirup. Setiap tahun pemda harus menggelontorkan dana APBD untuk menutup kesulitan usaha. Bukan usaha yang menyetor dana ke APBD.

Akhirnya saya penuhi permintaan Gubernur tersebut. Jadilah saya Dirut PT PWU. Di samping tetap sebagai CEO Jawa Pos. Sebagai bos baru, saya harus melakukan turnaround yang radikal. Saya tahu risikonya. Untuk jabatan itu, saya hanya mengajukan syarat: tidak mau digaji, tidak mau diberi fasilitas, dan tidak mau ada bantuan uang dari APBD. Untuk hidup, gaji dan fasilitas saya sudah cukup dari jabatan saya sebagai CEO Jawa Pos. Untuk modal membangkitkan perusahaan, biarlah direksi PWU yang mengupayakan dari potensi yang ada di perusahaan.

Saya mengikuti dan setuju saran konsultan. Yakni harus melakukan restrukturisasi aset. Saya baca laporan yang sangat tebal dari konsultan itu.

Saya lihat nama konsultannya: Cacuk Sudarijanto. Salah satu tokoh manajemen terkemuka Indonesia saat itu. Yang pernah menjadi CEO Telkom yang fenomenal, yang melakukan turnaround PT Telkom dengan sukses.***

KOMENTAR
BERITA TERBARU
Deklarasi AYO  Undang Pedagang Kecil

Deklarasi AYO Undang Pedagang Kecil

21 Januari 2018 - 14:55 WIB
Flyover Serap Anggaran Rp240 Miliar

Flyover Serap Anggaran Rp240 Miliar

21 Januari 2018 - 13:31 WIB
Riau Pos Nomor Satu di Luar Jawa

Riau Pos Nomor Satu di Luar Jawa

21 Januari 2018 - 13:06 WIB
Bawaslu: Sekko Pekanbaru Langgar Aturan

Bawaslu: Sekko Pekanbaru Langgar Aturan

21 Januari 2018 - 12:51 WIB
Pemkab Karimun MoU Bersama BRK

Pemkab Karimun MoU Bersama BRK

21 Januari 2018 - 12:30 WIB
Pengemis Buta “Sembuh” Saat Dikejar Satpol PP

Pengemis Buta “Sembuh” Saat Dikejar Satpol PP

21 Januari 2018 - 12:29 WIB
Akhir Pendaftaran, Lelang Jabatan Diikuti 55 Peserta

Akhir Pendaftaran, Lelang Jabatan Diikuti 55 Peserta

21 Januari 2018 - 12:26 WIB
Laju Deforestasi Ancam Vegetasi

Laju Deforestasi Ancam Vegetasi

21 Januari 2018 - 12:25 WIB
BERITA POPULER

Follow Us