Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS E-KTP
Pasrah, Kuasa Hukum Novanto Terima Putusan Hakim Praperadilan
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:40 WIB > Dibaca 296 kali Print | Komentar
Pasrah, Kuasa Hukum Novanto Terima Putusan Hakim Praperadilan
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Praperadilan yang diajukan Setya Novanto atas penetapan tersangka korupsi e-KTP akhirnya gugur setelah Hakim Kusno mengetok palu tanda berakhirnya sidang.

Adapun pertimbangan hakim, sidang pokok perkara telah dimulai di Pengadilan Tipikor Jakarta. Menanggapi itu, kuasa hukum Novanto menghormati putusan Hakim Kusno tersebut sehingga penetapan tersangka KPK terhadap kliennya dianggap sah.

"Proses sudah berlangsung, hakim sudah memutuskan, apa pun putusan dari hakim kami hargai dan hormati. Kami harus bisa menerima karena peraturan hukum demikian," ujar salah satu kuasa hukum Novanto, Nana Suryana, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017).

Sebelumnya, Hakim Kusno mengugurkan praperadilan karena sidang kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP sudah masuk ke tahap pembacaan surat dakwaan. Sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan Nomor 102/PUU-XIII/2015, maka praperadilan itu gugur begitu majelis hakim mengetok palu tanda sidang perdana kasus dugaan korupsi e-KTP dibuka.

Putusan MK yang dimaksud itu berbunyi: Menyatakan Pasal 82 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang frasa suatu perkara sudah mulai diperiksa tidak dimaknai permintaan praperadilan gugur ketika pokok perkara telah dilimpahkan dan telah dimulai sidang pertama terhadap pokok perkara atas nama terdakwa/pemohon praperadilan.

"Jadi, sesuai yang disampaikan hakim praperadilan kemarin, bahwa hari ini disampaikan putusan memang dan secara nyata dan fakta pokok perkara sudah mulai disidangkan di pengadilan tipikor, maka mengacu pasal 82 ayat 1 huruf d dikaitkan putusan MK 102/2015, putusan ini menjadi gugur karena pokok perkara sudah diperiksa di pengadilan tipikor," sebut Nana.

Di sisi lain, pihaknya dalam sidang itu tidak mengajukan kesimpulan karena kesimpulan bukan merupakan sesuatu yang wajib.

"Sebetulnya mau ajukan, tetapi setelah kami timbang melihat juga tidak jadi bahan pertimbangan hakim, terpaksa tidak kami ajukan," tandasnya. (mg1)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
KASUS CHAT PORNOGRAFI
Kapan Habib Rizieq Pulang ke Indonesia? Ini Kepastiannya
Sabtu, 19 Januari 2018 - 21:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Kritik JPU KPK, Pengacara: Tak Ada Saksi yang Kenal Novanto
Sabtu, 19 Januari 2018 - 20:45 wib
KISRUH PARTAI HANURA
Keras! OSO Diklaim Sering Bikin Sebuah Organisasi Terbelah
Sabtu, 19 Januari 2018 - 20:30 wib
JELANG PILKADA 2018
Bentuk Satgas Nusantara, Polri Gandeng Tokoh Masyarakat dan Agama
Sabtu, 19 Januari 2018 - 20:15 wib
SUDAH DITETAPKAN TERSANGKA
Ustaz Zulkifli Ali Tetap Diperiksa Polisi, Begini Penjelasan Kapolri
Sabtu, 19 Januari 2018 - 20:00 wib
DIPERIKSA KPK
Bupati Cantik Rita Bantah Dugaan Pencucian Uang Rp436 M, Alasannya...
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:40 wib
KISRUH PARTAI HANURA
Kian Panas! OSO Dinilai Intervensi Yasonna soal SK Menkumham
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:30 wib
PASCA-MUNASLUB HANURA
Kubu Sudding Klaim Wiranto Sudah Beri Dukungan
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:20 wib
RUMOR TRANSFER PEMAIN
Wow! Klub Luar Negeri Siap Bayar Rp2 Miliar untuk Egy Maulana
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:10 wib
REVISI UU MD3
Hanya untuk PDIP, PKB Tak Dapat Jatah Kursi Pimpinan DPR
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kapan Habib Rizieq Pulang ke Indonesia? Ini Kepastiannya
Kritik JPU KPK, Pengacara: Tak Ada Saksi yang Kenal Novanto
Ustaz Zulkifli Ali Tetap Diperiksa Polisi, Begini Penjelasan Kapolri
Bupati Cantik Rita Bantah Dugaan Pencucian Uang Rp436 M, Alasannya...
KY Berharap DPR Tak Tolak Calon Hakim Ad Hoc

Jumat, 19 Januari 2018 - 17:45 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini