Wonderful Indonesia
HASIL PENILAIAN PUSPURBUK 2008
Kemendikbud Puji Masyarakat soal Temuan Buku Sebut tentang Israel
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:00 WIB > Dibaca 434 kali Print | Komentar
Kemendikbud Puji Masyarakat soal Temuan Buku Sebut tentang Israel
Yerusalem. (AFP)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Buku terbitan Yudhistira yang salah satu soalnya berisi tentang ibu kota Israel saat ini menjadi perbincangan di masyarakat. Hal itu lantaran di buku tersebut dinyatakan bhwa Yerusalem merupakan ibukota Israel.

Menanggapi itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan bahwa buku tersebut merupakan hasil penilaian dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puspurbuk) pada 2008 untuk memenuhi kurikulum 2006.

"Alhamdulillah kalau ditanggapi secara positif maka menunjukkan bahwa masyarakat jeli melihat ada satu kata salah. Artinya apa? Ekosistem perbukuan jalan. Masyarakat peduli bahwa ada bahan ajar yang mungkin salah diterima anak-anak kita dan tidak diam," ujarnya di Kantor Kemendikbud, Selasa (12/12/2017).

Di sisi lain, dia juga memuji kepekaan masyarakat saat ini yang langsung melaporkan saat ada kesalahan pada buku.

"Jadi, langkah pertama kami adalah melakukan ralat dan yang di website di-off dulu," imbuhnya.

Diakuinya, Kemendikbud tidak bisa mengawasi seluruh buku yang beredar. Oleh sebab itu, sambungnya, butuh kerja sama seluruh masyarakat untuk mengawasi.

"Satu kementerian ini tidak bisa diandalkan untuk melihat tiap titik koma dan kata di tiap buku hampir tidak mungkin. Oleh sebab itu ada Permendikbud No 17/2016 yang menjadi pijakan buku-buku yang boleh dipakai di satuan pendidikan. Jadi semua buku harus melewati proses evaluasi dan penilaian di Puspurbuk," jelasnya.

Namun, dia menyebut bahwa wajar kalau ada human error. Bisa terjadi kesalahan satu kata, salah koma, gambar, dan warna. Karena itu, sistem pengawasannya adalah sistem pengawasan yang bersifat mendidik.

"Kami ajak kawan-kawan wartawan, masyarakat, guru siapa saja termasuk siswa yang menemukan kesalahan atau kekurang sempurnaan buku itu untuk memberitahukan terutama kepada penulisnya. Karena di dalam aturan itu, penulis harus menuliskan atau menyatakan jati dirinya dalam buku yang dipakai di satuan pendidikan. Sehingga masyarakat yang merupakan bagian ekosistem perbukuan bisa menyampaikan, ’Eh, pak penulis ada yang kurang sempurna’," tutupnya. (esy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
KASUS CHAT PORNOGRAFI
Kapan Habib Rizieq Pulang ke Indonesia? Ini Kepastiannya
Sabtu, 19 Januari 2018 - 21:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Kritik JPU KPK, Pengacara: Tak Ada Saksi yang Kenal Novanto
Sabtu, 19 Januari 2018 - 20:45 wib
KISRUH PARTAI HANURA
Keras! OSO Diklaim Sering Bikin Sebuah Organisasi Terbelah
Sabtu, 19 Januari 2018 - 20:30 wib
JELANG PILKADA 2018
Bentuk Satgas Nusantara, Polri Gandeng Tokoh Masyarakat dan Agama
Sabtu, 19 Januari 2018 - 20:15 wib
SUDAH DITETAPKAN TERSANGKA
Ustaz Zulkifli Ali Tetap Diperiksa Polisi, Begini Penjelasan Kapolri
Sabtu, 19 Januari 2018 - 20:00 wib
DIPERIKSA KPK
Bupati Cantik Rita Bantah Dugaan Pencucian Uang Rp436 M, Alasannya...
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:40 wib
KISRUH PARTAI HANURA
Kian Panas! OSO Dinilai Intervensi Yasonna soal SK Menkumham
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:30 wib
PASCA-MUNASLUB HANURA
Kubu Sudding Klaim Wiranto Sudah Beri Dukungan
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:20 wib
RUMOR TRANSFER PEMAIN
Wow! Klub Luar Negeri Siap Bayar Rp2 Miliar untuk Egy Maulana
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:10 wib
REVISI UU MD3
Hanya untuk PDIP, PKB Tak Dapat Jatah Kursi Pimpinan DPR
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Univrab Gelar Focus Group Discussion Islamisasi Kampus
Pertukaran Pelajar  MAN 1 Pekanbaru- Attarkiah Narathiwat Thailand 
SDN 8 Pekanbaru Raih Adiwiyata Nasional

Selasa, 16 Januari 2018 - 12:18 WIB

Komisi III-Forum Komite Bersitegang

Selasa, 16 Januari 2018 - 10:11 WIB

Penerimaan Mahasiswa UGM Dipermudah

Senin, 15 Januari 2018 - 11:03 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini