Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Sempat Bungkam, Setnov Ngeluh Tidak Diberi Obat Diare oleh Dokter KPK
Rabu, 13 Desember 2017 - 16:50 WIB > Dibaca 258 kali Print | Komentar
Sempat Bungkam, Setnov Ngeluh Tidak Diberi Obat Diare oleh Dokter KPK
Setya Novanto duduk di kursi terdakwa ruang sidang utama PN Tipikor Jakarta, Rabu (13/12). (DERY RIDWANASYAH/JAWAPOS.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -  Dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP di PN Tipikor Jakarta, Rabu (13/12/2017), Setya Novanto akhirnya bersuara menjawab pertanyaan Hakim Yanto.

Namun, hal itu menimbulkan tawa lantaran Ketua DPR itu malah mengeluh saat ditanya siapa nama lengkapnya.

"Saya sudah lima hari ini sakit. Saya diare. Saya minta obat tapi tidak dikasih dokter KPK," kata Novanto dengan suara sedikit lesu dan serak.

Lantas, Jaksa Penuntut Umum KPK Irene Putri membantah pernyataan Novanto itu. Diterangkannya kepada Hakim Yanto, terdakwa sudah diperiksa dokter pada Jumat lalu dan mengeluh hanya batuk bukan diare.

Novanto sendiri tadi malam cuma dua kali ke toilet. Hal itu diketahui dari laporan penjaga sel di Rutan KPK, bukan 20 kali seperti yang dikatakan Novanto sebelum persidangan.

"Nggak, nggak benar," sergah Novanto mendengar pernyataan Irene.

Akhirnya, Hakim Yanto mengulangi pertanyaan soal nama lengkapnya apakah benar Setya Novanto.

"Ya betul," tutur Novanto.

Kemudian, Novanto pun menjawab bahwa tempat kelahirannya di Jawa Timur bukan di Bandung. Akan tetapi, sesekali dia batuk saat ditanya mengenai umur, tempat tinggal, alamat tinggalnya saat ini, dan agama apa yang dianutnya. Termasuk ketika ditanya apakah pekerjaannya sebagai Ketua DPR dan pernah menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Novanto lagi-lagi batuk.

"Ya ini kadang batuk, kadang nggak," cetus Hakim Yanto.

Adapun Yanto akhirnya memutuskan agar persidangan diskors. Dia meminta agar kondisi Novanto dicek ulang. Ia pun mempersilakan dokter IDI yang dibawa KPK dan dokter dari pihak Novanto untuk melakukan pemeriksaan di klinik yang berada di PN Jakpus itu. (dna/ce1)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
KASUS CHAT PORNOGRAFI
Kapan Habib Rizieq Pulang ke Indonesia? Ini Kepastiannya
Sabtu, 19 Januari 2018 - 21:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Kritik JPU KPK, Pengacara: Tak Ada Saksi yang Kenal Novanto
Sabtu, 19 Januari 2018 - 20:45 wib
KISRUH PARTAI HANURA
Keras! OSO Diklaim Sering Bikin Sebuah Organisasi Terbelah
Sabtu, 19 Januari 2018 - 20:30 wib
JELANG PILKADA 2018
Bentuk Satgas Nusantara, Polri Gandeng Tokoh Masyarakat dan Agama
Sabtu, 19 Januari 2018 - 20:15 wib
SUDAH DITETAPKAN TERSANGKA
Ustaz Zulkifli Ali Tetap Diperiksa Polisi, Begini Penjelasan Kapolri
Sabtu, 19 Januari 2018 - 20:00 wib
DIPERIKSA KPK
Bupati Cantik Rita Bantah Dugaan Pencucian Uang Rp436 M, Alasannya...
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:40 wib
KISRUH PARTAI HANURA
Kian Panas! OSO Dinilai Intervensi Yasonna soal SK Menkumham
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:30 wib
PASCA-MUNASLUB HANURA
Kubu Sudding Klaim Wiranto Sudah Beri Dukungan
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:20 wib
RUMOR TRANSFER PEMAIN
Wow! Klub Luar Negeri Siap Bayar Rp2 Miliar untuk Egy Maulana
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:10 wib
REVISI UU MD3
Hanya untuk PDIP, PKB Tak Dapat Jatah Kursi Pimpinan DPR
Sabtu, 19 Januari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kapan Habib Rizieq Pulang ke Indonesia? Ini Kepastiannya
Kritik JPU KPK, Pengacara: Tak Ada Saksi yang Kenal Novanto
Ustaz Zulkifli Ali Tetap Diperiksa Polisi, Begini Penjelasan Kapolri
Bupati Cantik Rita Bantah Dugaan Pencucian Uang Rp436 M, Alasannya...
KY Berharap DPR Tak Tolak Calon Hakim Ad Hoc

Jumat, 19 Januari 2018 - 17:45 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini