Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
PELALAWAN
BPBD Pelalawan Tangani 22 Kasus Karhutla
Jumat, 08 Desember 2017 - 09:12 WIB > Dibaca 245 kali Print | Komentar
BPBD Pelalawan Tangani 22 Kasus Karhutla
Para petugas sedang memadamkan api.
PELALAWAN (RIAUPOS.CO)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkomitmen melakukan penanggulangan potensi bencana khususnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), baik pencegahan, sistem penanggulangan bencana yang terjadi maupun pemulihan dari dampak bencana di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan dengan luas 1.392.494,29 hektare dan dihuni 432.000 jiwa. Di mana pada 2017, BPBD bersama tim Satgas Pelalawan telah menangani 22 kasus Karhutla yang terjadi sejak Januari hingga Desember ini.
   

“Jadi, total hotspot hingga saat ini 129 titik. Tapi di antaranya hanya 22 kasus kebakaran dan selebihnya titik panas, setelah kita turun melakukan pemantauan bersama tim Satgas darat. 22 kasus Karhutla yang terjadi di  Pelalawan ini telah dapat diatasi, hingga tidak sempat menimbulkan kabut asap. Walau tim Satgas harus berjibaku melakukan pemadaman, karena kondisi tanah gambut dan kering,” terang Kepala BPBD Pelalawan Hadi Penandio SSos MSi kepada Riau Pos, Kamis (7/12).

Dikatakannya, hingga saat ini pihaknya telah mendirikan Posko, tingkat kabupaten hingga ke tingkat desa, terutama yang rawan terjadi Kahutla dari 43 desa di 12 kecamatan se-Kabupaten Pelalawan. Hal ini melibatkan tim gabungan darat dari BPBD, Polri, TNI, Satpol PP dan Damkar, Manggala Agni, Rek PAM TNTN, Rek Pam Disbunak, Rek PAM Perusahaan Perkebunan dan Kehutanan serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

    “Ya, kalau ada informasi hospot, kita langsung turun melakukan pengecekan oleh tim Satgas terdekat. Kalau itu titik api, pemadaman langsung kita lakukan secara bersama-sama. Apabila tidak mampu dan sulit di jangkau oleh tim Satgas Darat, baru berkoordinasi Posko utama Karhutla Riau, untuk dilakukan pemadaman udara dengan water bombing,” paparnya.
  
 Sementara musim musim kemarau telah tiba, sambung mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Pelalawan ini, maka BPBD rutin melakukan patroli bersama dengan instansi terkait, di samping melakukan sosialisasi dan menyebar imbauan Bupati Pelalawan dalam rangka mengolahlahan tanpa bakar, serta memasang spanduk dan baleho.
 
   “Alhamdulillah beberapa kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Kabupaten Pelalawan dapat kita atasi secara bersama-sama, sebelum meluas dan menimbulkan kabut asap dapat dipadamkan. Apalagi seluruh perusahaan yang beroperasi di Pelalawan, ada kebakaran mereka harus turun melakukan pemadaman, bukan saja di areal mereka tapi juga milik masyarakat. Sesuai dengan MoU yang telah dituangkan bersama Pemkab Pelalawan. Jadi kalau ada kebakaran perusahaan wajib turun membantu melakukan pemadaman. Kalau tidak akan mendapat sanksi, sesuai dengan MoU yang telah disepakati,’” bebernya.

Dikatakannya, hingga saat ini, BPBD mencatat 43 desa dari 118 desa/kelurahan yang berada di 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan masuk dalam peta sebagai daerah rawan terjadi Karhutla. Sedangkan 43 desa yang dinyatakan rawan karhutla itu sebagian besar berada di Kecamatan Teluk Meranti, Langgam dan Kecamatan Ukui.

“Memang semua daerah kita rawan karhutla, tapi untuk spesifiknya ada 43 desa yang masuk dalam peta rawan bencana kebakaranan di Kabupaten Pelalawan. Jika diurutkan kecamatan yang paling mendominasi desanya masuk kategori rawan yakni Kecamatan Teluk Meranti, Kecamatan Langgam dan Kecamatan Ukui. Sedangkan 9 kecamatan lainnya hanya ada beberapa desa yang rawan terjadinya potensi Karhutla,” sebutnya.

Dijelaskannya, untuk meminimalisir terjadinya karhutla di wilayah Kabupaten Pelalawan, maka pihaknya terus melakukan berbagai upaya pencegahan dini secara maksimal, sehingga kejadian karlahut di tahun 2016 tidak terulang kembali.

“Jadi, bencana ini tidak bisa diprediksi, tapi kita terus lakukan upaya pencegahan secara maksimal, seperti terus melakukan pemantauan dan pengawasan api dengan melakukan patroli ke sejumlah desa yang masuk kategori rawan karhutla. Di samping itu, kita juga terus gencar melaksanakan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Sehingga dengan sosialisasi ini, maka  masyarakat mengerti akan pentingnya pemahaman terhadap antisipasi, pencegahan, dan penanggulangan bencana kebakaran. Dan bahkan koordinasi secara intens juga kita lakukan bersama aparatur pemerintahan di setiap tingkatan, baik aparatur pemerintah di tingkat kecamatan, tingkat desa bahkan di tingkat RT/RW guna memberikan informasi dini kepada petugas BPBPKD tentang potensi terjadinya karhutla. Sehingga fungsi pengawasan dan pemantauan dapat berjalan dengan baik. Serta dukungan dari TNI dan Polri juga tidak kalah pentingnya dalam upaya BPBD dalam melakukan patroli bersama,” ujarnya.

Ditambahkannya, sejak sepekan terakhir, tidak ditemukan adanya titik api di Kabupaten Pelalawan. Hal ini disebabkan cukup tingginya curah hujan yang turun merata mengguyur 12 kecamatan di Negeri Seiya Sekata ini. Namun demikian, pihaknya tetap terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap potensi terjadinya karhutla jelang memasuki musim kemarau kering tahun ini.

“ Ya, Alhamdulillah, sejak beberapa hari terakhir tidak ditemukan hotspot oleh satelit NOAA di wilayah Kabupaten Pelalawan. Hal ini disebabkan dua faktor penting yakni faktor cuaca dan Sosialisasi secara terus menerus yang kita lakukan. Dua hal itu yang menjadi faktor tidak adanya titik api saat ini. Untuk itu, kita akan tetap terus bekerja maksimal, sehingga target kita pada 2017 hingga tahu-tahun kedepannya tidak akan ada lagi kejadian karhutla di Kabupaten Pelalawan sehingga tidak merugikan masyarakat banyak akibat munculnya bencana kabut asap dampak dari karhutla tersebut,”  ujarnya.(amn/adv)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
IKUTI JEJAK TONTOWI/LILIYANA
Dubai World Superseries Finals 2017, Marcus/Kevin Tembus Semifinal
Sabtu, 15 Desember 2017 - 21:00 wib
AKIBAT KETIADAAN BLANGKO
Ikut Soroti Kasus Novanto, Giring Nidji Ternyata Jadi Korban e-KTP
Sabtu, 15 Desember 2017 - 20:30 wib
GUGATAN DITOLAK
Kontroversial, Ini Tanggapan Fadli Zon soal Putusan MK Terkait LGBT
Sabtu, 15 Desember 2017 - 20:00 wib
DIGELAR MUI
Aksi Bela Palestina Akan Diramaikan Ribuan Alumni 212
Sabtu, 15 Desember 2017 - 19:30 wib
DITENTUKAN SETELAH MUNASLUB
Nama-nama Elite Golkar Ini Dinilai Pantas Jadi Ketua Parlemen
Sabtu, 15 Desember 2017 - 19:00 wib
DIJADIKAN IBUKOTA ISRAEL
Ditulis Orang yang Sama, Ini Penjelasan KPAI soal Buku Sebut Yerusalem
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:30 wib
SAAT RAPAT BAMUS DPR
PKS Kirim Surat soal Penarikan Fahri, Fadli Zon Bilang Begini
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:15 wib

Ratusan Ribu Hektre Sawit Di-Replanting
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:03 wib
JELANG MUNASLUB
Pengukuhan Airlangga sebagai Ketum Golkar Bakal Dihadiri Jokowi
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kasus Persekusi Ustaz Somad, FPI Sudah Buat Laporan

Jumat, 15 Desember 2017 - 17:40 WIB

Hukuman Penjara Seumur Hidup Mulai Mengancam Novanto, Penyebabnya...
Novanto Terdakwa Pertama dari Unsur Politik, Ini Komentar KPK
BK Segera Proses Persekusi terhadap UAS

Jumat, 15 Desember 2017 - 13:44 WIB

Setnov Belum Mau Sebut Politisi Lain

Jumat, 15 Desember 2017 - 13:37 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini