Wonderful Indonesia
RUU DISAHKAN JADI UNDANG-UNDANG
Pernikahan Sesama Jenis Dinyatakan Resmi di Australia
Kamis, 07 Desember 2017 - 15:58 WIB > Dibaca 310 kali Print | Komentar
Pernikahan Sesama Jenis Dinyatakan Resmi di Australia
Ilustrasi.
CANBERRA (RIAUPOS.CO) -  Para warga Australia yang ingin menikah dengan sesama jenis kini sudah diakui oleh negara. Pengakuan itu tertuang di undang-undang usai DPR Australia mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) pernikahan sesama jenis, Kamis (7/12/2017). RUU itu disahkan menjadi undang-undag setelah sebagian besar anggota parlemen menyetujui RUU yang menjadi kontroversi itu.

Sebagian besar anggota parlemen memilih untuk mengubah Undang-Undang Perkawinan, delapan hari setelah hasil yang sama di Senat. Pemungutan suara mendapat sambutan baik langsung di parlemen, diiringi dengan tepuk tangan dan sebuah lagu.

“Betapa hari untuk cinta, untuk kualitas, untuk menghormati, Australia berhasil mewujudukannya,” kata Perdana Menteri Malcolm Turnbull. Banyak warga Australia yang menginginkan reformasi dan meminta pemerintah melakukan amandemen dalam sebuah jejak pendapat nasional.

Gubernur Jenderal Australia diperkirakan akan menyetujui RUU tersebut dalam beberapa hari mendatang, menandai jalannya yang resmi menjadi undang-undang. Sebelumnya, banyak pendukung berkumpul di halaman di luar gedung parlemen. Mereka termasuk advokat pernikahan sesama jenis termasuk mantan perenang Olimpiade Ian Thorpe dan komedian lokal Magda Szubanski.

Lebih dari 100 anggota parlemen telah berbicara mengenai undang-undang tersebut setelah diajukan di Dewan Perwakilan Rakyat. "Ini adalah hubungan khusus antara pria dan wanita untuk tujuan itu, jika Anda sangat beruntung, karena membawa anak-anak ke dunia," Wakil Perdana Menteri Barnaby Joyce mengatakan pada hari Kamis.

RUU Perkawinan tersebut pertama kali diperkenalkan di Senat pada November, menyusul adanya pendapat nasional yang menunjukkan 61,6 persen orang Australia menginginkan perubahan. RUU tersebut mencakup pengecualian untuk selebriti religius terdaftar, yang dapat menolak untuk menikahi pasangan sesama jenis berdasarkan keyakinan mereka.

Beberapa politisi konservatif telah berusaha untuk memberikan pembebasan kepada orang lain, seperti peramal dan bisnis non-religius, namun usulan tersebut gagal. Lebih dari 12,7 juta orang atau sekitar 79,5 persen pemilih yang berhak – ikut ambil bagian dalam pemilihan nasional, yang berlangsung selama delapan minggu.(mia)

Sumber: Pojoksatu
Editor: Fopin A Sinaga

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
IKUTI JEJAK TONTOWI/LILIYANA
Dubai World Superseries Finals 2017, Marcus/Kevin Tembus Semifinal
Sabtu, 15 Desember 2017 - 21:00 wib
AKIBAT KETIADAAN BLANGKO
Ikut Soroti Kasus Novanto, Giring Nidji Ternyata Jadi Korban e-KTP
Sabtu, 15 Desember 2017 - 20:30 wib
GUGATAN DITOLAK
Kontroversial, Ini Tanggapan Fadli Zon soal Putusan MK Terkait LGBT
Sabtu, 15 Desember 2017 - 20:00 wib
DIGELAR MUI
Aksi Bela Palestina Akan Diramaikan Ribuan Alumni 212
Sabtu, 15 Desember 2017 - 19:30 wib
DITENTUKAN SETELAH MUNASLUB
Nama-nama Elite Golkar Ini Dinilai Pantas Jadi Ketua Parlemen
Sabtu, 15 Desember 2017 - 19:00 wib
DIJADIKAN IBUKOTA ISRAEL
Ditulis Orang yang Sama, Ini Penjelasan KPAI soal Buku Sebut Yerusalem
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:30 wib
SAAT RAPAT BAMUS DPR
PKS Kirim Surat soal Penarikan Fahri, Fadli Zon Bilang Begini
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:15 wib

Ratusan Ribu Hektre Sawit Di-Replanting
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:03 wib
JELANG MUNASLUB
Pengukuhan Airlangga sebagai Ketum Golkar Bakal Dihadiri Jokowi
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:00 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Minta Uni Eropa dan Negara Lain

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:41 WIB

Anggota DPD AM Fatwa Tutup Usia

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:35 WIB

Kencan Buta untuk Lansia

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:30 WIB

Kekerasan di Myanmar, 6.700 Orang Rohingya Dilaporkan Tewas
Raja Salman dan Sejumlah Kepala Negara Ini Tak Hadiri KTT OKI
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini