Wonderful Indonesia
RUU DISAHKAN JADI UNDANG-UNDANG
Pernikahan Sesama Jenis Dinyatakan Resmi di Australia
Kamis, 07 Desember 2017 - 15:58 WIB > Dibaca 418 kali Print | Komentar
Pernikahan Sesama Jenis Dinyatakan Resmi di Australia
Ilustrasi.
CANBERRA (RIAUPOS.CO) -  Para warga Australia yang ingin menikah dengan sesama jenis kini sudah diakui oleh negara. Pengakuan itu tertuang di undang-undang usai DPR Australia mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) pernikahan sesama jenis, Kamis (7/12/2017). RUU itu disahkan menjadi undang-undag setelah sebagian besar anggota parlemen menyetujui RUU yang menjadi kontroversi itu.

Sebagian besar anggota parlemen memilih untuk mengubah Undang-Undang Perkawinan, delapan hari setelah hasil yang sama di Senat. Pemungutan suara mendapat sambutan baik langsung di parlemen, diiringi dengan tepuk tangan dan sebuah lagu.

“Betapa hari untuk cinta, untuk kualitas, untuk menghormati, Australia berhasil mewujudukannya,” kata Perdana Menteri Malcolm Turnbull. Banyak warga Australia yang menginginkan reformasi dan meminta pemerintah melakukan amandemen dalam sebuah jejak pendapat nasional.

Gubernur Jenderal Australia diperkirakan akan menyetujui RUU tersebut dalam beberapa hari mendatang, menandai jalannya yang resmi menjadi undang-undang. Sebelumnya, banyak pendukung berkumpul di halaman di luar gedung parlemen. Mereka termasuk advokat pernikahan sesama jenis termasuk mantan perenang Olimpiade Ian Thorpe dan komedian lokal Magda Szubanski.

Lebih dari 100 anggota parlemen telah berbicara mengenai undang-undang tersebut setelah diajukan di Dewan Perwakilan Rakyat. "Ini adalah hubungan khusus antara pria dan wanita untuk tujuan itu, jika Anda sangat beruntung, karena membawa anak-anak ke dunia," Wakil Perdana Menteri Barnaby Joyce mengatakan pada hari Kamis.

RUU Perkawinan tersebut pertama kali diperkenalkan di Senat pada November, menyusul adanya pendapat nasional yang menunjukkan 61,6 persen orang Australia menginginkan perubahan. RUU tersebut mencakup pengecualian untuk selebriti religius terdaftar, yang dapat menolak untuk menikahi pasangan sesama jenis berdasarkan keyakinan mereka.

Beberapa politisi konservatif telah berusaha untuk memberikan pembebasan kepada orang lain, seperti peramal dan bisnis non-religius, namun usulan tersebut gagal. Lebih dari 12,7 juta orang atau sekitar 79,5 persen pemilih yang berhak – ikut ambil bagian dalam pemilihan nasional, yang berlangsung selama delapan minggu.(mia)

Sumber: Pojoksatu
Editor: Fopin A Sinaga

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

BPJS TK Launching Perisai
Minggu, 24 Februari 2018 - 20:49 wib

APBD Rohul 2018 Dibatalkan
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:27 wib

Enam Perenang Ikuti Pembinaan di Bali
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:22 wib
Pencuri Motor dan Penadah Diringkus

Pencuri Motor dan Penadah Diringkus
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:18 wib

BPBD Riau Terbaik Tiga di Wilayah III
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:13 wib
DICARI DARI KEMENTERIAN LAIN
Jenderal Polisi Tak Jadi Jabat Penjabat Gubernur
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:07 wib
Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak

Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:53 wib
PERSOALAN HARTA WARISAN
Nenek Ini Sedih karena Digugat Empat Anaknya Rp1,6 M
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:47 wib
KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet

KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:46 wib
Promo Besar-besaran

Promo Besar-besaran
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:34 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Amerika Serikat Tetap Ngotot Buka Kedutaan di Yerusalem

Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:08 WIB

Kaji Pembebasan Bersyarat

Jumat, 23 Februari 2018 - 10:34 WIB

Parlemen Florida Bahas Kepemilikan Senjata

Jumat, 23 Februari 2018 - 10:32 WIB

Ketegaran Samir Salim Runtuh di Depan Jenazah Ibu

Jumat, 23 Februari 2018 - 10:23 WIB

Serangan 48 Jam, 250 Nyawa Hilang

Kamis, 22 Februari 2018 - 11:15 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini