Wonderful Indonesia
Oleh Irvandi Gustari
Leadership di Zaman Disruption
Kamis, 07 Desember 2017 - 10:16 WIB > Dibaca 1052 kali Print | Komentar
Leadership di Zaman Disruption

RIAUPOS.CO - LEADERSHIP akan menjadi penentu keberhasilan agar tetap eksis dalam zaman disruption yang dibungkus dalam kemasan  digitalisasi ini. Pada era perubahan berbagai sektor secara signifikan itu, kita kerap kali terjebak pada suatu mind set, seolah-olah yang menjadi penentu dari eksistensi suatu perusahaan dalam bertahan hidup melewati era disruption adalah pada kecanggihan sistem teknologi yang dimiliki.

Padahal dari berbagai riset ilmiah, kita bisa mendapatkan hasil survei bahwa yang menjadi tulang punggung bisa sukses menghadapi dan melewati proses perubahan itu adalah aspek leadership. Yang dimaksud dengan leadership di sini bukan hanya pola kepemimpinan dari pimpinan tertinggi misalnya presiden direktur, namun leadership yang dimaksud adalah pola kepemimpinan pada semua jajaran pemimpin pada suatu organisasi atau perusahaan itu.

Ya, memang secanggih apapun teknologi yang dimiliki suatu perusahaan, tetap saja aspek manusialah yang menjadi penentu utama dalam membawa perusahaan itu menjadi maju pesat atau sebaliknya hancur lebur. Dengan demikian aspek leadership adalah  bagaimana seni dari memimpin dari para manusia yang ada di dalam perusahaan itu untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Membahas aspek leadership di zaman disruption ini memang menarik dan membuat kita penasaran. Kita harus sepakat dulu bahwa pembahasan kita dibatasi pada 3 dimensi saja. Sehingga kita juga tidak terjebak dengan bahasan yang bertele-tele.

Dimensi  pertama adalah kita tinjau dari sudut padang power atau kekuasaan. Kita kerucutkan saja pada 2 aspek  leadership  yang menonjol pada era disruption ini yaitu legitimate power versus charismatic power. Secara singkat legitimate power dalam memimpin biasanya si pemimpin selalu mengandalkan kekuasaan formalnya untuk mengatur para bawahanya. Sedangkan charismatic power dalam mengelola perusahaan maka si pemimpin akan condong lebih mengedepankan tingkat kompetensi yang jauh lebih tinggi dari para pemimpin dibanding segenap bawahannya. Sehingga para bawahan akan segan dan sungkan kepada para pemimpinnya. Dalam era digital, pemimpin yang diterima dan didukung bawahannya adalah pemimpin yang dikagumi dan disegani karena tingginya kompetensi yang dimiliki dibandingkan para bawahannya. Jadi, memang tidak zamannya lagi mengatur anak buah pakai kekuasaan, namun jauh lebih effektif pakai cara, bahwa si pemimpin punya tingkat kompetensi yang jauh lebih tinggi secara terukur dan tidak sekadar mengaku lebih pintar dari bawahan.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

BPJS TK Launching Perisai
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:49 wib

APBD Rohul 2018 Dibatalkan
Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:27 wib

Enam Perenang Ikuti Pembinaan di Bali
Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:22 wib
Pencuri Motor dan Penadah Diringkus

Pencuri Motor dan Penadah Diringkus
Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:18 wib

BPBD Riau Terbaik Tiga di Wilayah III
Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:13 wib
DICARI DARI KEMENTERIAN LAIN
Jenderal Polisi Tak Jadi Jabat Penjabat Gubernur
Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:07 wib
Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak

Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:53 wib
PERSOALAN HARTA WARISAN
Nenek Ini Sedih karena Digugat Empat Anaknya Rp1,6 M
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:47 wib
KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet

KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:46 wib
Promo Besar-besaran

Promo Besar-besaran
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:34 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
 BPJS TK Launching Perisai

Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:49 WIB

Promo Besar-besaran

Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:34 WIB

PT Agung Toyota Automall Berikan Paket Hoki

Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:10 WIB

Asnidar Raih Mobil dari Telkomsel

Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:03 WIB

Indomaret Berbagi untuk Korban Kebakaran

Sabtu, 24 Februari 2018 - 10:55 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us