Wonderful Indonesia
KUANTANSINGINGI
Wabup: Tolak Bibit Sawit Sakit
Kamis, 07 Desember 2017 - 09:33 WIB > Dibaca 328 kali Print | Komentar
Wabup: Tolak Bibit Sawit Sakit
juprison/riau pos perlihatkan bibit: Wakil Bupati Kuansing H Halim memperlihatkan kondisi bibit sawit yang dinilai tidak terawat, Rabu (6/12/2017).
Telukkuantan(riaupos.co) - Wakil Bupati H Halim kembali dibuat kesal dan marah ketika melihat bibit sawit yang disalurkan kepada masyarakat dalam kondisi yang tidak terawat. Tidak sehat. Lantas, ia menduga, bibit sawit tersebut tidak sesuai dengan perjanjian kontrak.

Makanya, H Halim mengajak masyarakat Kuantan Singingi untuk menolak bibit sawit tersebut apabila tidak sesuai dengan kontrak. Pasalnya, percuma diterima karena ada bibit yang tidak sehat.

“Apa yang harus ditanam seperti ini. Kepada masyarakat saya minta segera menolak bibit tersebut apabila tidak sesuai dengan kontrak,” ajak Wabup kepada Riau Pos, Rabu (6/12).

Seperti yang dilakukan masyarakat di Desa Karesek, Kecamatan Gunung Toar. Masyarakatnya, kata Wabup, menolak sebagian bibit sawit yang tidak terawat. Ia mendukung masyarakat Karesek yang menolak separuh dari bibit yang datang.

“Masyarakat Karesek pintar. Mereka menolak separuh bibit yang datang. Itu karena bibitnya ada yang tidak sehat, tidak terawat. Wajar mereka menolak,” katanya.

Kepada dinas terkait, Wabup berulang kali mengingatkan agar menyalurkan bibit sesuai kontrak perjanjian. “Saya ingatkan jangan ada tersandung dengan kasus hukun nantinya karena kelalaian seperti ini,” ujarnya mengingatkan.

Dan lebih parah lagi, kata pria yang sudah malang melintang di dunia perkebunan sawit ini, ada pula masyarakat di Sentajo Raya yang langsung menanami bibit tersebut, meski kondisi bibit terbilang tidak sehat dan tidak terawat. Daunnya tidak ada. Punya penyakit bercak daun. Dahannya terlihat menguning.

“Jadi, bibi sawit yang disalurkan seperti ini tidak terawat dan tidak sesuai dengan kontrak. Dalam kontrak disebutkan, bahwa pertama bibit unggul, kedua daun pelepah minimal 12 dan hijau pekat. Ketiga terhindar dari hama penyakit. Keempat umurnya 10 bulan sampai 18 bulan,” bebernya.(ade)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

BPJS TK Launching Perisai
Minggu, 24 Februari 2018 - 20:49 wib

APBD Rohul 2018 Dibatalkan
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:27 wib

Enam Perenang Ikuti Pembinaan di Bali
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:22 wib
Pencuri Motor dan Penadah Diringkus

Pencuri Motor dan Penadah Diringkus
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:18 wib

BPBD Riau Terbaik Tiga di Wilayah III
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:13 wib
DICARI DARI KEMENTERIAN LAIN
Jenderal Polisi Tak Jadi Jabat Penjabat Gubernur
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:07 wib
Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak

Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:53 wib
PERSOALAN HARTA WARISAN
Nenek Ini Sedih karena Digugat Empat Anaknya Rp1,6 M
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:47 wib
KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet

KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:46 wib
Promo Besar-besaran

Promo Besar-besaran
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:34 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
 BPJS TK Launching Perisai

Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:49 WIB

Promo Besar-besaran

Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:34 WIB

PT Agung Toyota Automall Berikan Paket Hoki

Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:10 WIB

Asnidar Raih Mobil dari Telkomsel

Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:03 WIB

Indomaret Berbagi untuk Korban Kebakaran

Sabtu, 24 Februari 2018 - 10:55 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini