Wonderful Indonesia
KUANTANSINGINGI
Wabup: Tolak Bibit Sawit Sakit
Kamis, 07 Desember 2017 - 09:33 WIB > Dibaca 211 kali Print | Komentar
Wabup: Tolak Bibit Sawit Sakit
juprison/riau pos perlihatkan bibit: Wakil Bupati Kuansing H Halim memperlihatkan kondisi bibit sawit yang dinilai tidak terawat, Rabu (6/12/2017).
Telukkuantan(riaupos.co) - Wakil Bupati H Halim kembali dibuat kesal dan marah ketika melihat bibit sawit yang disalurkan kepada masyarakat dalam kondisi yang tidak terawat. Tidak sehat. Lantas, ia menduga, bibit sawit tersebut tidak sesuai dengan perjanjian kontrak.

Makanya, H Halim mengajak masyarakat Kuantan Singingi untuk menolak bibit sawit tersebut apabila tidak sesuai dengan kontrak. Pasalnya, percuma diterima karena ada bibit yang tidak sehat.

“Apa yang harus ditanam seperti ini. Kepada masyarakat saya minta segera menolak bibit tersebut apabila tidak sesuai dengan kontrak,” ajak Wabup kepada Riau Pos, Rabu (6/12).

Seperti yang dilakukan masyarakat di Desa Karesek, Kecamatan Gunung Toar. Masyarakatnya, kata Wabup, menolak sebagian bibit sawit yang tidak terawat. Ia mendukung masyarakat Karesek yang menolak separuh dari bibit yang datang.

“Masyarakat Karesek pintar. Mereka menolak separuh bibit yang datang. Itu karena bibitnya ada yang tidak sehat, tidak terawat. Wajar mereka menolak,” katanya.

Kepada dinas terkait, Wabup berulang kali mengingatkan agar menyalurkan bibit sesuai kontrak perjanjian. “Saya ingatkan jangan ada tersandung dengan kasus hukun nantinya karena kelalaian seperti ini,” ujarnya mengingatkan.

Dan lebih parah lagi, kata pria yang sudah malang melintang di dunia perkebunan sawit ini, ada pula masyarakat di Sentajo Raya yang langsung menanami bibit tersebut, meski kondisi bibit terbilang tidak sehat dan tidak terawat. Daunnya tidak ada. Punya penyakit bercak daun. Dahannya terlihat menguning.

“Jadi, bibi sawit yang disalurkan seperti ini tidak terawat dan tidak sesuai dengan kontrak. Dalam kontrak disebutkan, bahwa pertama bibit unggul, kedua daun pelepah minimal 12 dan hijau pekat. Ketiga terhindar dari hama penyakit. Keempat umurnya 10 bulan sampai 18 bulan,” bebernya.(ade)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
IKUTI JEJAK TONTOWI/LILIYANA
Dubai World Superseries Finals 2017, Marcus/Kevin Tembus Semifinal
Sabtu, 15 Desember 2017 - 21:00 wib
AKIBAT KETIADAAN BLANGKO
Ikut Soroti Kasus Novanto, Giring Nidji Ternyata Jadi Korban e-KTP
Sabtu, 15 Desember 2017 - 20:30 wib
GUGATAN DITOLAK
Kontroversial, Ini Tanggapan Fadli Zon soal Putusan MK Terkait LGBT
Sabtu, 15 Desember 2017 - 20:00 wib
DIGELAR MUI
Aksi Bela Palestina Akan Diramaikan Ribuan Alumni 212
Sabtu, 15 Desember 2017 - 19:30 wib
DITENTUKAN SETELAH MUNASLUB
Nama-nama Elite Golkar Ini Dinilai Pantas Jadi Ketua Parlemen
Sabtu, 15 Desember 2017 - 19:00 wib
DIJADIKAN IBUKOTA ISRAEL
Ditulis Orang yang Sama, Ini Penjelasan KPAI soal Buku Sebut Yerusalem
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:30 wib
SAAT RAPAT BAMUS DPR
PKS Kirim Surat soal Penarikan Fahri, Fadli Zon Bilang Begini
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:15 wib

Ratusan Ribu Hektre Sawit Di-Replanting
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:03 wib
JELANG MUNASLUB
Pengukuhan Airlangga sebagai Ketum Golkar Bakal Dihadiri Jokowi
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Ratusan Ribu Hektre Sawit Di-Replanting

Jumat, 15 Desember 2017 - 18:03 WIB

Sari Residence Pekanbaru Hadirkan Hunian Mewah

Jumat, 15 Desember 2017 - 13:10 WIB

Toyota Luncurkan All New Rush  Penampilan yang Benar-benar Baru
Miniso Telah Hadir di Plaza Citra

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:05 WIB

Swiss-Belinn Pekanbaru Tetap Jaga Pelayanan

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:00 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini