Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
Aspidsus : Ikuti Fakta Sidangnya seperti Apa
Dakwaan Jaksa Cantumkan Penerima Uang Korupsi Bapenda
Kamis, 07 Desember 2017 - 08:48 WIB > Dibaca 1340 kali Print | Komentar
Dakwaan Jaksa Cantumkan Penerima Uang Korupsi Bapenda
Sugeng Riyanta
PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara korupsi Badan Pendapat Daerah (Bapenda) Provinsi Riau mencantumkan 10 orang penikmat dana hasil pemotongan uang persediaan dan ganti uang yang diduga dikorupsi. Dari nama itu, baru dua orang yang diproses yakni, terdakwa Deliana dan Deyu.

Deliana adalah Sekretaris Bapenda (dulu Dispenda-red) Riau dan Deyu adalah Kasubag Keuangan pada instansi yang sama. Dakwaan terhadap keduanya dibacakan dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (4/12) siang.

Pada saat pembacaan dakwaan, JPU menyebut kedua terdakwa melakukan korupsi uang persediaan (UP) dan ganti uang (GU)  di Bapenda Riau sebesar Rp1,323 miliar. Perbuatan ini dilakukan pada Februari 2015 hingga Oktober 2016.

Perbuatan Deyu bersama-sama dengan Deliana telah menguntungkan diri sendiri dan orang lain atau suatu korporasi. Dirinci dalam dakwaan Deyu menerima sebesar Rp204.986.800, Deliana Rp45.000.000, Desvi Emti Rp72.020.000, Syarifah Fitri Mandasari Rp1.150.000, Tumino Rp12.221.000, Decy Ari Yetti Rp104.900.445, Ramitha Dewi Rp87.779.281, Amira Umami Rp99.113.653, Yanti Rp35.869.700, dan Syarifah Aspannidar Rp38.187.018. Total Rp701.227.897.

Dari seluruh pihak yang disebutkan dalam dakwaan tersebut, baru Deyu dan Deliana yang menyandang status tersangka dan diproses hingga ke persidangan. ‘’Ikuti saja (prosesnya, red). Itu kan masih sidang. Jadi ikuti saja dulu,’’ kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Sugeng Riyanta saat ditanyakan hal ini, Rabu (6/12).

Sugeng belum mengungkap apakah penerima yang tercantum dalam dakwaan sudah melakukan pengembalian kerugian keuangan negara atau belum. ‘’Kalau sudah di dalam dakwaan sudah digelar di pengadilan itu, ikuti saja. Fakta sidangnya seperti apa, nanti kan ketahuan semua,’’ imbuhnya.

Kedua terdakwa dalam perkara ini dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah sesuai UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto pasal 55 dan 64 KUHP.  Sebelumya dalam penyidikan yang dilakukan oleh Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, dalam dugaan korupsi ini terdapat beberapa modus.

Ada pemotongan yang dilakukan oleh pejabat berwenang, kepada orang yang melakukan perjalanan dinas. Di sini kerugian terjadi di semua bidang yang ada di Dispenda Riau, pada 2015 pemotongan 5 persen dan 2016 pemotongan 10 persen. Selain itu, terjadi pula pembuatan SPj fiktif seperti diterbitkan perjalanan dinas untuk 5 orang meski yang jalan hanya satu orang. Ada juga surat perintah perjalanan dinas yang dikeluarkan di akhir tahun dan kemudian tidak digunakan.

Total dana yang dipotong ini berjumlah Rp1,323 miliar. Dana disimpan di dalam brankas dan dipergunakan untuk biaya operasional, seperti membeli BBM, pembelian televisi, pembelian tiket pesawat, hadiah, gaji honor, rumah dinas kadis, makan bersama dan keperluan lainnya.

Di luar perkara yang sedang bergulir di persidangan, penyidik Pidsus Kejati Riau dalam perkara ini sudah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru. Meski begitu, siapa orang yang akan menjadi tersangka terkait Sprindik ini saat ini belum ditetapkan. ‘’Saya tidak bisa komentara bagaimana penanganannya (sprindik baru, red). Sprindik yang baru, kita belum menetapkan tersangka,’’ tutupnya.(ali)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
IKUTI JEJAK TONTOWI/LILIYANA
Dubai World Superseries Finals 2017, Marcus/Kevin Tembus Semifinal
Sabtu, 15 Desember 2017 - 21:00 wib
AKIBAT KETIADAAN BLANGKO
Ikut Soroti Kasus Novanto, Giring Nidji Ternyata Jadi Korban e-KTP
Sabtu, 15 Desember 2017 - 20:30 wib
GUGATAN DITOLAK
Kontroversial, Ini Tanggapan Fadli Zon soal Putusan MK Terkait LGBT
Sabtu, 15 Desember 2017 - 20:00 wib
DIGELAR MUI
Aksi Bela Palestina Akan Diramaikan Ribuan Alumni 212
Sabtu, 15 Desember 2017 - 19:30 wib
DITENTUKAN SETELAH MUNASLUB
Nama-nama Elite Golkar Ini Dinilai Pantas Jadi Ketua Parlemen
Sabtu, 15 Desember 2017 - 19:00 wib
DIJADIKAN IBUKOTA ISRAEL
Ditulis Orang yang Sama, Ini Penjelasan KPAI soal Buku Sebut Yerusalem
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:30 wib
SAAT RAPAT BAMUS DPR
PKS Kirim Surat soal Penarikan Fahri, Fadli Zon Bilang Begini
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:15 wib

Ratusan Ribu Hektre Sawit Di-Replanting
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:03 wib
JELANG MUNASLUB
Pengukuhan Airlangga sebagai Ketum Golkar Bakal Dihadiri Jokowi
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kasus Persekusi Ustaz Somad, FPI Sudah Buat Laporan

Jumat, 15 Desember 2017 - 17:40 WIB

Hukuman Penjara Seumur Hidup Mulai Mengancam Novanto, Penyebabnya...
Novanto Terdakwa Pertama dari Unsur Politik, Ini Komentar KPK
BK Segera Proses Persekusi terhadap UAS

Jumat, 15 Desember 2017 - 13:44 WIB

Setnov Belum Mau Sebut Politisi Lain

Jumat, 15 Desember 2017 - 13:37 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini