Wonderful Indonesia
Kisah Hidup Lady Escort: Malam Mini, Siang di Kampus Pakai Jilbab
Rabu, 06 Desember 2017 - 00:19 WIB > Dibaca 3925 kali Print | Komentar
Kisah Hidup Lady Escort: Malam Mini, Siang di Kampus Pakai Jilbab
Ilustrasi.
JEMBER (RIAUPOS.CO) - Beda profesi, bisa pula beda kisah seseorang yang menjalaninya. Demikian pula halnya yang kini dilakoni seorang mahasiswi di Jember, Jawa Timur. Sebut saja namanya Hani. Perempuan muda ini, ketika malam berprofesi sebagai lady companion (LC) atau lady escort.

Seperti yang dikisahkan di Radar Jember (Jawa Pos Group), suasana di salah satu tempat hiburan masih ramai meskipun jam sudah menunjukkan pukul 01.00. Di situ ada dua sosok perempuan  dengan pakaian mini, yang terlihat menunggu jemputan. Mereka benar-benar ingin pulang, sebab ketika ditawari untuk menuju tempat lain, mereka menolaknya.

“Jangan mas, besok harus kuliah,” ucap Hani, yang merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Jember.

Hani mengaku saat ini sudah kuliah di semester 8 sehingga tidak sesibuk saat awal kuliahdulu. Hani menyebutkan bahwa kerja sebagai lady escort cuma iseng-iseng saja.  “Daripada diam di kosan. Kuliah juga sudah tidak banyak,” terangnya.

Benar saja. Hani pernah dijumpai di kampus. Penampilan Hani siang itu berbeda betul. Tak terlihat keseksiannya seperti malam saat ditemui di tempat dunia gemerlap. Siang itu Hani berkerudung. Ya, memakai jilbab layaknya muslimah. Penasaran, wartawan Radar Jember pun lantas menyapanya. Lalu menggodanya dengan beberapa pertanyaan nakal. Hani merespons. “Ya kuliah Mas, masak mau pakai baju kayak malam-malam itu,” katanya enteng, lalu tersenyum.  

Dia mengaku, tak banyak orang yang tahu aktivitasnya sebagai LC. Lebih-lebih keluarganya. “Tak ada yang tahu. Kalau keluarga tahunya kuliah,” ucapnya tersenyum.

Biasanya, usai dari kampus dirinya tidak langsung pulang. Tiga hari sekali dia melakukan perawatan di beauty center dan juga memanjakan diri di salon. Dalam sekali ke salon cukup banyak biaya yang dikeluarkan. “Kalau hanya perawatan biasa paling Rp200 ribu. Tapi kalau penuh ya bisa Rp500 ribu-Rp1 juta,” tuturnya.

Biaya itu masih mencukupi dengan pendapatan hariannya menjadi pendamping bernyanyi dengan bayaran sekitar Rp400-500 ribu per hari. Selebihnya, biasanya untuk berbelanja sepatu dan pakaian terbaru. Tidak mau membeli di pusat pertokoan karena biasanya memilih butik. “Kalau baju cari yang limited edition. Malu kalau ada yang sama,” paparnya.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Leg kedua Liga Champions
Le Classique, Batu Pijakan PSG Jelang Tantang Madrid
Minggu, 25 Februari 2018 - 10:43 wib
MUSTIKA
Lirik Bisnis Properti
Minggu, 25 Februari 2018 - 10:36 wib

Kemolekan Rantau Bais
Minggu, 25 Februari 2018 - 10:31 wib

Desain Akhir Samsung Galaxy S9 Bocor di Jagat Maya
Minggu, 25 Februari 2018 - 10:29 wib

RS Awal Bros Pekanbaru Gelar Simposium Cohesive
Minggu, 25 Februari 2018 - 10:25 wib

BPJS TK Launching Perisai
Minggu, 24 Februari 2018 - 20:49 wib

APBD Rohul 2018 Dibatalkan
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:27 wib

Enam Perenang Ikuti Pembinaan di Bali
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:22 wib
Pencuri Motor dan Penadah Diringkus

Pencuri Motor dan Penadah Diringkus
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:18 wib

BPBD Riau Terbaik Tiga di Wilayah III
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:13 wib
Cari Berita
Begini Ceritanya Terbaru
Dikira Wanita

Sabtu, 24 Februari 2018 - 10:51 WIB

Alamak... Istri Ketahuan Selingkuh dengan Brondong Penghuni Kos
Ikan Kesayangan Dimasak Anak

Kamis, 22 Februari 2018 - 13:21 WIB

Resleting Celana Terbuka

Selasa, 20 Februari 2018 - 12:18 WIB

Ahmad Terkejut Plafon Rumah Terjatuh

Selasa, 20 Februari 2018 - 11:20 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us