Wonderful Indonesia
Kisah Hidup Lady Escort: Malam Mini, Siang di Kampus Pakai Jilbab
Rabu, 06 Desember 2017 - 00:19 WIB > Dibaca 3432 kali Print | Komentar
Kisah Hidup Lady Escort: Malam Mini, Siang di Kampus Pakai Jilbab
Ilustrasi.
JEMBER (RIAUPOS.CO) - Beda profesi, bisa pula beda kisah seseorang yang menjalaninya. Demikian pula halnya yang kini dilakoni seorang mahasiswi di Jember, Jawa Timur. Sebut saja namanya Hani. Perempuan muda ini, ketika malam berprofesi sebagai lady companion (LC) atau lady escort.

Seperti yang dikisahkan di Radar Jember (Jawa Pos Group), suasana di salah satu tempat hiburan masih ramai meskipun jam sudah menunjukkan pukul 01.00. Di situ ada dua sosok perempuan  dengan pakaian mini, yang terlihat menunggu jemputan. Mereka benar-benar ingin pulang, sebab ketika ditawari untuk menuju tempat lain, mereka menolaknya.

“Jangan mas, besok harus kuliah,” ucap Hani, yang merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Jember.

Hani mengaku saat ini sudah kuliah di semester 8 sehingga tidak sesibuk saat awal kuliahdulu. Hani menyebutkan bahwa kerja sebagai lady escort cuma iseng-iseng saja.  “Daripada diam di kosan. Kuliah juga sudah tidak banyak,” terangnya.

Benar saja. Hani pernah dijumpai di kampus. Penampilan Hani siang itu berbeda betul. Tak terlihat keseksiannya seperti malam saat ditemui di tempat dunia gemerlap. Siang itu Hani berkerudung. Ya, memakai jilbab layaknya muslimah. Penasaran, wartawan Radar Jember pun lantas menyapanya. Lalu menggodanya dengan beberapa pertanyaan nakal. Hani merespons. “Ya kuliah Mas, masak mau pakai baju kayak malam-malam itu,” katanya enteng, lalu tersenyum.  

Dia mengaku, tak banyak orang yang tahu aktivitasnya sebagai LC. Lebih-lebih keluarganya. “Tak ada yang tahu. Kalau keluarga tahunya kuliah,” ucapnya tersenyum.

Biasanya, usai dari kampus dirinya tidak langsung pulang. Tiga hari sekali dia melakukan perawatan di beauty center dan juga memanjakan diri di salon. Dalam sekali ke salon cukup banyak biaya yang dikeluarkan. “Kalau hanya perawatan biasa paling Rp200 ribu. Tapi kalau penuh ya bisa Rp500 ribu-Rp1 juta,” tuturnya.

Biaya itu masih mencukupi dengan pendapatan hariannya menjadi pendamping bernyanyi dengan bayaran sekitar Rp400-500 ribu per hari. Selebihnya, biasanya untuk berbelanja sepatu dan pakaian terbaru. Tidak mau membeli di pusat pertokoan karena biasanya memilih butik. “Kalau baju cari yang limited edition. Malu kalau ada yang sama,” paparnya.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT KASUS E-KTP
Kondisi Kesehatan Setya Novanto Dicek Ulang, Sidang Diskors
Rabu, 13 Desember 2017 - 18:15 wib
DIADANG SEJUMLAH ORMAS LOKAL
Ustaz Somad Dipersekusi di Bali, Begini Reaksi Ketua MPR
Rabu, 13 Desember 2017 - 18:00 wib
ADA KEKELIRUAN SUBSTANSI
Penerbit Buku Sebut Yerusalem Ibukota Israel Dipanggil KPAI
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:50 wib
MENGAKU DIARE
Begini Sindiran KPK soal Bungkamnya Setnov di Sidang e-KTP
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:40 wib
KASUS E-KTP
Mampu Berjalan, Setya Novanto kok Bungkam di Persidangan?
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:30 wib
BANTU KINERJA KEPOLISIAN
Banyak Berjasa, Panglima TNI Langsung Dapat Penghargaan dari Kapolri
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:10 wib
PIALA DUNIA ANTARKLUB 2017
Madrid Sangat Inginkan Gelar
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:02 wib
HASIL PENILAIAN PUSPURBUK 2008
Kemendikbud Puji Masyarakat soal Temuan Buku Sebut tentang Israel
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:00 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Sempat Bungkam, Setnov Ngeluh Tidak Diberi Obat Diare oleh Dokter KPK
Rabu, 13 Desember 2017 - 16:50 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Hanya Diam Sepanjang Sidang, Kesehatan Setnov Dipertanyakan
Rabu, 13 Desember 2017 - 16:45 wib
Cari Berita
Begini Ceritanya Terbaru
Terpana Paras Jelita

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:07 WIB

Dikira Mau Bunuh Diri

Selasa, 12 Desember 2017 - 09:57 WIB

 Semua Pengalaman yang Dilalui Adalah Keseruan

Senin, 11 Desember 2017 - 10:50 WIB

Sudah 20 Tahun Buaya Ini Jadi Bagian dari Keluarga

Senin, 11 Desember 2017 - 10:39 WIB

Rebutan Tabung Gas

Senin, 11 Desember 2017 - 09:52 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us