Wonderful Indonesia
Oleh Irvandi Gustari
Menanti Kematian Corporate Culture di Era Disruption
Kamis, 30 November 2017 - 10:29 WIB > Dibaca 668 kali Print | Komentar
Menanti Kematian Corporate Culture di Era Disruption
RIAUPOS.CO - Siapapun akan pasti setuju bila kita nyatakan bahwa corporate culture atau budaya perusahaan bagi korporasi yang maju dan teruji selalu eksis. Dijadikan sebagai alat untuk bisa bertahan dengan me­ngandalkan kemampuan dan kesatuan dari para

manusia yang ada di dalam perusahaan itu. Mungkin sudah banyak yang tahu perusahaan yang memiliki budaya perusahaan yang kuat, ternyata secara empiris telah memperlihatkan bisa beradaptasi dengan cepat. Seiring adanya perubahan yang sangat cepat dalam dunia bisnis maupun peradaban manusia secara menyeluruh. Contohnya  seperti General Electric, Astra, Unilever Indonesia, dan BMW.

Budaya perusahaan yang kuat ternyata terbukti menjadikan perusahaannya juga kuat dan terbukti pada era krisis ekonomi 1998 dan 2008. Ditambah lagi saat ini kita kena pula krisis global. Teruji perusahaan yang disebutkan di atas, bisa eksis dan kuat menghadapi krisis dikarenakan manusia-manusia yang ada di dalamnya bersatu padu dengan penuh kekompakan mencari solusi bersama agar bisa tetap eksis dalam melewati permasalahan yang ada. Timbul pertanyaan, saat ini di zaman now, yang sudah masuk ke era disrupsi, bagaimana dengan perusahaan yang sangat kuat budaya perusahaannya  itu, bisakah lolos dalam era disrupsi dan marak dengan nuansa digitalisasi ini?

Ini memang menarik untuk kita diskusikan. Contohnya ketika di awal-awal maraknya kemunculan taksi online, semua pihak termasuk kita terkagum-kagum dengan munculnya sistem aplikasi. Di mana ada perusahaan angkutan taksi, tanpa memerlukan investasi mobil dan tidak perlu mengelola administrasi pengendaranya alias sopir serta tidak perlu ada biaya perawatan yang dikeluarkan perusahaan untuk pemeliharaan kendaraan taksinya. Yang bikin tambah unik lagi, perusahaan aplikasi dengan bidang jasa taksi tersebut, tidak memiliki budaya perusahaan  yang dibakukan dan juga tidak ada biaya training. Jadi, hubungan manusia dengan perusahaan adalah benar-benar atas dasar motif transaksional.  Boro-boro kita ungkit tentang sense of belonging, para manusia yang berkaitan dengan perusahaan taksi online tersebut tidak memiliki nilai-nilai yang seragam dalam wadah budaya perusahaan pada perusahaan tersebut.

Kisah pada 2015 di Prancis takala taksi online Uber maju pesat di kota besar di Paris, Tolouse dan Marseille, terjadi penolakan besar-besaran dari para pengemudi  perusahaan taksi terbesar di Prancis, yaitu Taksi G. Menteri Dalam Negeri Prancis saat itu, mengakui keberadaan Uber dan layanan sejenis (yang dilengkapi dengan minuman botol gratis dan sopir membukakan pintu dengan sopan untuk penumpang), hal tersebut telah menciptakan pasar yang kompetitif dan menuntut perlunya perubahan di industri taksi di Prancis.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIADANG SEJUMLAH ORMAS LOKAL
Ustaz Somad Dipersekusi di Bali, Begini Reaksi Ketua MPR
Rabu, 13 Desember 2017 - 18:00 wib
ADA KEKELIRUAN SUBSTANSI
Penerbit Buku Sebut Yerusalem Ibukota Israel Dipanggil KPAI
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:50 wib
MENGAKU DIARE
Begini Sindiran KPK soal Bungkamnya Setnov di Sidang e-KTP
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:40 wib
KASUS E-KTP
Mampu Berjalan, Setya Novanto kok Bungkam di Persidangan?
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:30 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Dipantau KPK, Sidang Praperadilan Setya Novanto Tayang Live Streaming
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:20 wib
PIALA DUNIA ANTARKLUB 2017
Madrid Sangat Inginkan Gelar
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:02 wib
HASIL PENILAIAN PUSPURBUK 2008
Kemendikbud Puji Masyarakat soal Temuan Buku Sebut tentang Israel
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:00 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Sempat Bungkam, Setnov Ngeluh Tidak Diberi Obat Diare oleh Dokter KPK
Rabu, 13 Desember 2017 - 16:50 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Hanya Diam Sepanjang Sidang, Kesehatan Setnov Dipertanyakan
Rabu, 13 Desember 2017 - 16:45 wib
TERLIBAT KISRUH
MUA Ayu Ting Ting Kembali Ngamuk usai Via Vallen Cabut Somasi
Rabu, 13 Desember 2017 - 16:35 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Literasi Keuangan Riau di Bawah Nasional

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:54 WIB

Harbolnas 2017 Diserbu Penggila Belanja Online

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:53 WIB

Perekonomian Riau Tumbuh Positif

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:46 WIB

Diminati Kawula Muda, Suzuki GSX Terjual 600 Unit

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:43 WIB

Maksimalkan Sektor Pajak dan Retribusi

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:40 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us