Taubatan Pajak Nasuha Secara Bersama

Senin, 26 Sep 2016 - 11:59 WIB > Dibaca 1801 kali | Komentar

RIAUPOS.CO - Apakah setiap orang yang ikut tax amnesty berarti selama ini mereka menggelapkan pajak? Banyak yang menyangka begitu. Tapi belum tentu. Saya, misalnya. Sudah merasa membayar pajak dengan semestinya. Bahkan perusahaan saya pernah dapat penghargaan pajak.

Saya juga sudah melaporkan daftar kekayaan sejak diangkat menjadi Dirut PLN dulu. Lalu lapor lagi saat diangkat menjadi Menteri BUMN. Tapi saya tetap bertekad untuk ikut tax amnesty. Saya sendiri belum tahu yang mana yang akan saya mintakan pengampunan. Team sayalah yang akan mengurus.

Yakni mereka yang selama ini mengurus administrasi perpajakan saya. Saya minta mereka mengkajinya. Siapa tahu ada pembayaran pajak yang kurang
sempurna. Kesempatan tax amnesty itu harus saya manfaatkan. Ibarat mengucapkan istighfar untuk dosa yang tidak disadari.

Saya memang tidak pernah menangani sendiri administrasi perpajakan saya. Itu akan memakan banyak waktu. Bahkan kalau saya tangani sendiri bisa-bisa malah salah. Saya tidak hafal peraturan perpajakan yang begitu banyak. Maka soal pajak saya serahkan saja kepada
team anak buah saya yang ahli. Yang mengerti perhitungan-perhitungan pajak yang sangat tipikal itu.

Setidaknya, kalau saya ikut tax amnesty, saya bisa merasa lebih tenang ke depan. Tidak akan ditanya-tanya soal pajak. Kalau hanya ditanya-tanya sih pasti bisa jawab. Tapi repotnya itu lho. Harus bongkar-bongkar dokumen. Belum lagi kalau ada satu dua lembar dokumen yang ketlisut. Lalu dikira menyembunyikan. Lalu dikira menggelapkan. Lalu jadi isyu politik. Dan isyu hukum. Capek, deh.

Kalau ikut tax amnesty, sudah ada jaminan: tidak ditanya-tanya lagi.

Bahkan saya punya pikiran baru. Ada baiknya semua pejabat dan mantan pejabat ikut tax amnesty. Bupati, wali kota, DPR, kalau perlu semua mantan presiden dan mantan wapres, bahkan Presiden dan Wapres yang masih menjabat sekali pun ikut tax amnesty.

Termasuk para pimpinan partai, para ketua umum dan para politisi pada umumnya. Bahkan saya pikir para profesional pun harus ikut serta: pengacara, dokter, akuntan, hakim, jaksa, polisi, ustaz-ustaz dan kyai ternama, pendeta-pendeta dan juga artis.

Bersih-bersih bersama. Mumpung ada kesempatan pintu taubatnya dibuka. Kalau taubat massal itu bisa terjadi maka tax amnesty bisa menjadi gerakan yang serentak. Taubatan nasuha di bidang pajak.

Kesan kebersamaannya juga bagus.
Bukankah para politisi akan cenderung gampang berubah posisi. Satu saat jadi kawan saat yang lain bisa jadi musuh.

Yang tidak punya lawan pun bisa punya musuh kalau yang tidak punya musuh itu berkawan dengan lawannya kawan. Kian banyak yang ikut tax amnesty juga kian menyehatkan pejabat pajak. Kesempatan mereka untuk cari-cari sasaran siapa yang bisa ‘digarap’ kian tertutup.

Saya melihat tax amnesty ini merupakan pertobatan yang penting. Kepada Allah kita biasa diajarkan harus terus minta ampun, membaca astaghfirullah, meskipun kita tidak tahu apakah baru berbuat dosa atau tidak.

Sejak dulu saya tidak hanya melihat berapa hasil dari uang tebusan pengampunan pajak ini. Itu hanya salah satu saja dari sekian banyak hasil penting yang diharapkan. Hasil lain: kian besarnya basis pajak.

Maka saya teriak WOW! ketika membaca berita bahwa pengusaha besar seperti Murdaya Poo, teman baik saya, sudah menyatakan diri ikut tax amnesty. Juga teman saya yang lain seperti Chairul Tanjung.***

KOMENTAR
BERITA TERBARU
 Hari Pertama Satu Penumpang

Hari Pertama Satu Penumpang

26 Juli 2017 - 12:18 WIB
Bersama Cegah Karhutla

Bersama Cegah Karhutla

26 Juli 2017 - 12:15 WIB
12 Perusahaan Belum Tergabung dalam FP3I

12 Perusahaan Belum Tergabung dalam FP3I

26 Juli 2017 - 12:13 WIB
Sabu Sempat Dibuang ke Saluran Air

Sabu Sempat Dibuang ke Saluran Air

26 Juli 2017 - 12:11 WIB
Membangun hingga Pelosok Desa  Minta Dukungan Masyarakat

Membangun hingga Pelosok Desa Minta Dukungan Masyarakat

26 Juli 2017 - 12:09 WIB
7 Kedai Kim Teng Tutup

7 Kedai Kim Teng Tutup

26 Juli 2017 - 12:08 WIB
Pencarian Warga Diterkam Buaya Dihentikan

Pencarian Warga Diterkam Buaya Dihentikan

26 Juli 2017 - 12:03 WIB
Syamsuar Lepas 252 JCH

Syamsuar Lepas 252 JCH

26 Juli 2017 - 12:01 WIB
BERITA POPULER
Gerindra Keluar, Pansus Angket KPK Berharap yang Lain Bertahan

Gerindra Keluar, Pansus Angket KPK Berharap yang Lain Bertahan

26 Jul 2017 - 00:19 WIB | 6155 Klik
Ribuan Alumni Akan Datang, Berbagai Kegiatan Digelar

Ribuan Alumni Akan Datang, Berbagai Kegiatan Digelar

26 Jul 2017 - 01:17 WIB | 5155 Klik
Harga Beras Dalam Negeri Tinggi, Ternyata Ini Pemicunya

Harga Beras Dalam Negeri Tinggi, Ternyata Ini Pemicunya

26 Jul 2017 - 00:18 WIB | 1828 Klik
Sakti: Amien Rais Jalankan Manuver Cerdik demi Pilpres 2019

Sakti: Amien Rais Jalankan Manuver Cerdik demi Pilpres 2019

26 Jul 2017 - 00:25 WIB | 1364 Klik
Status Kasus Ahmad Dhani Naik Jadi Penyidikan

Status Kasus Ahmad Dhani Naik Jadi Penyidikan

26 Jul 2017 - 00:25 WIB | 945 Klik

Follow Us