Wonderful Indonesia
Kembali Diperiksa, Setnov Ajukan Saksi Ahli
Jumat, 24 November 2017 - 11:32 WIB > Dibaca 1274 kali Print | Komentar
Kembali Diperiksa, Setnov Ajukan Saksi Ahli
MASUK MOBIL: Ketua DPR RI Setya Novanto yang jadi tersangka kasus korupsi pengadaan KTP-el masuk ke mobil usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/11/2017).
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Pemberantasan Ko­rupsi (KPK) kembali memeriksa Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus korupsi KTP-el. Kamis (23/11), Setnov masuk Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 13.00 WIB. Seperti pemeriksaan sebelumnya, Ketua DPR RI itu tidak banyak berkomentar. Demikian pula ketika ditanyai awak media sebelum meninggalkan kantor KPK sekitar pukul 19.00 WIB, Setnov tetap memilih irit bicara.

Otto Hasibuan, kuasa hukum Setnov, me­nyatakan bahwa kliennya menjawab semua pertanyaan penyidik KPK. ’’Hari ini (kemarin, red) 48 pertanyaan dijawab semua,’’ katanya.

Otto mendampingi Setnov sejak pemeriksaan dimulai meski tidak sampai selesai. Sebab, selain pemeriksaan sebagai tersangka kasus korupsi KTP-el, Setnov menjalani pemeriksaan sebagai korban dalam insiden kecelakaan, Kamis lalu (16/11).

Soal pemeriksaan kasus KTP-el, Otto menjelaskan, keterangan Setnov masih sama dengan yang disampaikan ketika dia diperiksa sebagai saksi. ’’Kedudukan dia (Setnov, red) sebagai DPR. Pengetahuan dia soal KTP-el,’’ ucapnya.

Karena itu, saat ini Otto belum melihat adanya pelanggaran yang dilakukan Setnov sebagaimana yang disangkakan KPK. Baik melanggar pasal 2 maupun pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Menurut dia, sangkaan tersebut harus digambarkan dalam perbuatan Setnov.  ’’Jadi, sampai saat ini saya lihat masih belum ada (perbuatan yang menggambarkan Setnov melanggar pasal 2 dan 3, red),’’ imbuhnya.

Meski nama Setnov disebut dalam sidang Irman dan Sugiharto, Otto menegaskan bahwa hal itu tidak cukup untuk menunjukkan Setnov telah melanggar dua pasal tersebut. Apalagi dalam putusan Irman dan Sugiharto tidak ada nama Setnov. Melalui pemeriksaan kemarin, Otto juga mengutarakan niat Setnov menghadirkan saksi ahli dalam pemeriksaan di tingkat penyidikan.

’’Kami sudah mengajukan permohonan kepada KPK agar diberi kesempatan memeriksa ahli dan (saksi dengan) keterangan yang meringankan,’’ ungkapnya.

Permohonan itu, kata dia, sudah diterima KPK. ’’Daftar nama (saksi) sudah kami masukkan dan saya kira itu akan dipanggil KPK,’’ imbuhnya.

Setnov bakal mengajukan delapan saksi ahli dan saksi yang meringankan. Namun, Otto tidak memerinci siapa saja saksi tersebut. ’’Ada beberapa orang. Tapi, ada (ahli) pidana dan tata negara,’’ katanya.

Yang pasti, menurut Setnov, saksi-saksi tersebut dibutuhkan. ’’Untuk bersaksi,’’ tegasnya.

Selain ahli pidana dan ahli tata negara, beberapa anggota Komisi II DPR diajukan sebagai saksi oleh Setnov. ’’Saya berharap mereka mau. Kan kami harus minta kesediaan mereka,’’ ujarnya.

Bersamaan dengan pemeriksaan kemarin, KPK menyampaikan bahwa istri Setnov, Deisti Astriani Tagor, dicegah bepergian ke luar negeri terkait dengan kasus KTP-el. Pencegahan tersebut berlaku sejak Selasa (21/11) sampai enam bulan mendatang.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

BPJS TK Launching Perisai
Minggu, 24 Februari 2018 - 20:49 wib

APBD Rohul 2018 Dibatalkan
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:27 wib

Enam Perenang Ikuti Pembinaan di Bali
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:22 wib
Pencuri Motor dan Penadah Diringkus

Pencuri Motor dan Penadah Diringkus
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:18 wib

BPBD Riau Terbaik Tiga di Wilayah III
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:13 wib
DICARI DARI KEMENTERIAN LAIN
Jenderal Polisi Tak Jadi Jabat Penjabat Gubernur
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:07 wib
Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak

Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:53 wib
PERSOALAN HARTA WARISAN
Nenek Ini Sedih karena Digugat Empat Anaknya Rp1,6 M
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:47 wib
KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet

KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:46 wib
Promo Besar-besaran

Promo Besar-besaran
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:34 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Jenderal Polisi Tak Jadi Jabat Penjabat Gubernur

Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:07 WIB

Nenek Ini Sedih karena Digugat Empat Anaknya Rp1,6 M

Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:47 WIB

Anies Baswedan Diadukan, Polisi Masih Mempelajari

Jumat, 23 Februari 2018 - 21:11 WIB

Badan Anggaran DPR Setuju Pemerintah Angkat Guru Honorer Jadi CPNS
Pengunggah Hoax "Megawati Minta Azan di Masjid Ditiadakan" Bilang Cuma Iseng
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini