Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Dinilai Janggal, Kesaksian Nazaruddin Harus Diuji
Rabu, 22 November 2017 - 20:45 WIB > Dibaca 709 kali Print | Komentar
Dinilai Janggal, Kesaksian Nazaruddin Harus Diuji
Muhammad Nazaruddin. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kesaksian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/11/2017), dikomentari oleh KPK.

Sebab, kesaksian narapidana kasus korupsi megaproyek e-KTP itu dinilai penuh kejanggalan. Karena itu, kesaksian Nazaruddin tersebut mesti diuji dengan keterangan saksi lain.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, sebuah kesaksian tak bisa berdiri sendiri.

"Dalam proses pembuktian tentu hakim akan melihat kesesuaian keterangan satu saksi (Nazaruddin) dengan saksi lainnya dan juga dengan bukti lainnya," ujarnya, Rabu (22/11/2017).

Kata dia lagi, pihaknya bakal terus memantau persidangan korupsi e-KTP. Di samping itu, lembaga antirasuah pun akan memantau fakta yang muncul dan keterangan saksi yang dihadirkan.

"Nanti dalam proses ini tentu akan diuji hingga selesai dan dipertimbangkan oleh hakim," tuturnya.

Adapun Nazaruddin sebelumnya menyampaikan keterangan yang dinilai janggal saat bersaksi untuk terdakwa Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Misalnya, saat dia menyebut nama Ganjar Pranowo yang saat ini menjadi gubernur Jawa Tengah (Jateng). Dalam berita acara pemeriksaan (BAP), dia mengaku melihat Ganjar menerima uang USD 500 ribu dari Mustokoweni di ruangan kerja politikus Golkar itu.

Dia mengklaim peristiwa itu terjadi pada September-Oktober 2010. Padahal, Mostokoweni meninggal dunia pada 18 Juni 2010 atau tiga bulan sebelum klaim Nazaruddin. Keterangan Nazaruddin pun dinilai tak sepenuhnya layak dipercaya. (*)

Sumber: RMOL/JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PASCA-PENGUNGKAPAN 1 TON SABU
Geram! Buwas Ingin Para Bandar Narkoba Jadi Makanan Hiu
Selasa, 20 Februari 2018 - 21:00 wib

Pemenang Pesta Blanja Poin Telkomsel Periode 4 Diumumkan
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:35 wib
SEMPAT MENUAI POLEMIK
Pati Polri Dipastikan Tak Akan Jadi Pj Gubernur, Ini Penjelasan Wiranto
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:30 wib
TANGGAPI "NYANYIAN" NAZARUDDIN
Sejak 2007, Fahri Hamzah Ternyata Sudah Dibidik dalam Perkara Korupsi
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:20 wib
PASCA-PIALA PRESIDEN
Simak! Ini Klafirikasi Pria yang Dituduh Curi Medali Bambang Pamungkas
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:15 wib
23-25 FEBRUARI DI BALI
Gelar Rakernas Tertutup, PDIP Tentukan Capres-Cawapres
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:00 wib
HASIL PENELITIAN INDEF
Penyerapan Tenaga Kerja di Era Jokowi-JK Rendah, Begini Komentar DPR
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:50 wib
PRETASI TERBESAR DALAM SEJARAH
Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai 2 Triliun, Buwas: Kualitas Nomor Satu
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:40 wib
TIBA 21 FEBRUARI BESOK
Tegas! Begini Pesan Amien Rais untuk Pemerintah Terkait Kepulangan Rizieq
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:30 wib
BESOK TIBA DI TANAH AIR
Wiranto Lebih Tertarik Bicara Pilkada ketimbang Kepulangan Habib Rizieq
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Geram! Buwas Ingin Para Bandar Narkoba Jadi Makanan Hiu

Selasa, 20 Februari 2018 - 21:00 WIB

Sejak 2007, Fahri Hamzah Ternyata Sudah Dibidik dalam Perkara Korupsi
Wow! 400 Advokat Dukung Pengacara Novanto Hadapi SBY

Selasa, 20 Februari 2018 - 20:10 WIB

Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai 2 Triliun, Buwas: Kualitas Nomor Satu
Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia? Kata Polisi...

Selasa, 20 Februari 2018 - 18:50 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us