Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
BANTU KPK
Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?
Selasa, 21 November 2017 - 19:36 WIB > Dibaca 359 kali Print | Komentar
Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dalam penegakan hukum Setya Novanto yang menjadi tersangka e-KTP, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memang tidak ikut campur. Sikap Tito tersebut dinilai sudah tepat.

Polri sendiri diketahui justru membantu KPK dalam melakukan tindakan kepada Novanto. Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Pusat Kajian Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan, Kapolri sudah bisa memainkan perannya dalam perkara itu.

“Komitmen Kapolri sangat tepat dan pasti akan diapresiasi masyarakat dalam upaya mendukung pemberantasan kasus korupsi di negeri ini,” ujarnya, Selasa (21/11/2017).

Dia menyebut, memang, Polri tidak boleh mengintervensi terhadap proses hukum baik yang ditangani internalnya maupun yang ditangani lembaga penegak hukum lainnya.

“Walau kita tahu banyak sekali perwira Polri bertugas saat ini di KPK," ucap mantan anggota Kompolnas itu.

Doktor hukum dari Universitas Borobudur itu menambahkan, dalam penelitian Lemkapi selama ini koordinasi pimpinan KPK dan Kapolri Tito cukup baik. Lebih penting dalam hal proses hukum, KPK dan Polri harus saling menghomati dan saling mendukung dalam menangani berbagai kasus korupsi.

Hal itu, sambungnya, dilakukan demi menjaga profesionalisme dua lembaga penegak hukum tersebut.

“Tentu saja Polri wajib melindungi bagi mereka yang butuh bantuan perlindungan dan bukan yang bermasalah dengan hukum,” jelasnya.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif sebelumnya mengatakan bahwa dalam penindakan penangkapan dan penahanan Setya Novanto sudah disampaikan terlebih dahulu ke Tito Karnavian.

Dia menerangkan, Tito mendukung penuh kegiatan KPK. Bahkan, dalam penjemputan Setya Novanto di kediamannya, KPK mendapat pengawalan dari puluhan anggota Brimob. (elf)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PASCA-PENGUNGKAPAN 1 TON SABU
Geram! Buwas Ingin Para Bandar Narkoba Jadi Makanan Hiu
Selasa, 20 Februari 2018 - 21:00 wib

Pemenang Pesta Blanja Poin Telkomsel Periode 4 Diumumkan
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:35 wib
SEMPAT MENUAI POLEMIK
Pati Polri Dipastikan Tak Akan Jadi Pj Gubernur, Ini Penjelasan Wiranto
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:30 wib
TANGGAPI "NYANYIAN" NAZARUDDIN
Sejak 2007, Fahri Hamzah Ternyata Sudah Dibidik dalam Perkara Korupsi
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:20 wib
PASCA-PIALA PRESIDEN
Simak! Ini Klafirikasi Pria yang Dituduh Curi Medali Bambang Pamungkas
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:15 wib
23-25 FEBRUARI DI BALI
Gelar Rakernas Tertutup, PDIP Tentukan Capres-Cawapres
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:00 wib
HASIL PENELITIAN INDEF
Penyerapan Tenaga Kerja di Era Jokowi-JK Rendah, Begini Komentar DPR
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:50 wib
PRETASI TERBESAR DALAM SEJARAH
Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai 2 Triliun, Buwas: Kualitas Nomor Satu
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:40 wib
TIBA 21 FEBRUARI BESOK
Tegas! Begini Pesan Amien Rais untuk Pemerintah Terkait Kepulangan Rizieq
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:30 wib
BESOK TIBA DI TANAH AIR
Wiranto Lebih Tertarik Bicara Pilkada ketimbang Kepulangan Habib Rizieq
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Geram! Buwas Ingin Para Bandar Narkoba Jadi Makanan Hiu

Selasa, 20 Februari 2018 - 21:00 WIB

Sejak 2007, Fahri Hamzah Ternyata Sudah Dibidik dalam Perkara Korupsi
Wow! 400 Advokat Dukung Pengacara Novanto Hadapi SBY

Selasa, 20 Februari 2018 - 20:10 WIB

Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai 2 Triliun, Buwas: Kualitas Nomor Satu
Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia? Kata Polisi...

Selasa, 20 Februari 2018 - 18:50 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us