Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT PENGAJUAN PRAPERADILAN
KPK Harus Lakukan Ini jika Ingin Menang Lawan Setya Novanto
Selasa, 21 November 2017 - 16:50 WIB > Dibaca 306 kali Print | Komentar
KPK Harus Lakukan Ini jika Ingin Menang Lawan Setya Novanto
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diajukan oleh tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP Setya Novanto.

Adapun sidang perdana rencananya digelar pada 30 November 2017. Gugatan itu menjadi yang kedua kalinya ditempuh oleh Novanto. Sebelumnya, dia menang di praperadilan melawan KPK.

Menurut pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Hajar Fickar, agar tak kalah dua kali, KPK harus memperkuat barang bukti kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun tersebut.

"Nanti agar mengajukan bukti sebanyak-banyaknya dan selengkap- lengkapnya, agar Praperadilannya ditolak atau tidak diterima," ujarnya ketika dihubungi wartawan Selasa (21/11/2017).

Fickar pun berharap KPK untuk segera merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto jadi tersangka. Apabila rampung, berkas segera dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi.

Dia menilai, pelimpahan berkas perkara dirasa perlu dilakukan segera agar KPK tidak lagi menelan kekalahan. Adapun gugatan praperadilan untuk kedua kalinya itu secara otomatis akan gugur jika berkas telah selesai dan dilimpahkan ke pengadilan.

"Mempersiapkan penberkasan kasus Setnov dengan segera, agar dapat diserahkan ke pengadilan. dengan diterimanya berkas perkara di pengadilan, maka praperadilan dengan sendirinya gugur," imbuhnya.

Humas PN Jaksel, Made Sutrisna sebelumnya mengatakank kalau sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan pihak Novanto akan digelar perdana pada 30 November 2017.

Sidang itu akan dipimpin oleh hakim Kusno, SH, MHum. Di sisi lain, menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, ada dua prinsip yang dipakai pihaknya dalam proses perampungan berkas penyidikan suatu perkara. Pertama, soal kehati-hatian dalam proses pemberkasan.‎

"Jadi, berkas yang kita dikumpulkan dalam berkas akan kita susun semaksimal mungkin dengan argumentasi dan bukti-bukti sekuat-kuatnya," tuturnya. (elf)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PEMAIN TERBAIK PIALA DUNIA ANTARKLUB
Modric: Ini Tahun Sempurna Madrid
Minggu, 17 Desember 2017 - 15:52 wib

Berharap Setnov “Bernyanyi”
Minggu, 17 Desember 2017 - 13:49 wib

Mega Minta Lima Persen APBN untuk Riset
Minggu, 17 Desember 2017 - 12:44 wib

Jutaan Massa Aksi Bela Palestina
Minggu, 17 Desember 2017 - 11:47 wib
10 Kabupaten Rusak Parah
Sehari, 3 Gempa Hantam Indonesia
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:53 wib

Jangan Pernah Menyerah
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:42 wib

Senja di Semenanjung Sungai Kampar
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:39 wib

Slank Banting Setir Jualan Kopi
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:37 wib
sheila majid
Boneka untuk Fans
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:36 wib
Rizal Armada
Kalau Jodoh, Mau Bagaimana?
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:35 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Berharap Setnov “Bernyanyi”

Minggu, 17 Desember 2017 - 13:49 WIB

Kasus Kondensat Masih Mentok di Kejaksaan

Minggu, 17 Desember 2017 - 10:51 WIB

Ada Politik "Belah Bambu" dalam Kasus Novanto, Ini Penjelasan Pengacara
Gawat, Status Tersangka e-KTP Mengancam Nyawa Setya Novanto
Hukuman 6 Tahun Bui Mulai Mengancam Dokter yang Hina Jokowi
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us