Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS E-KTP
Lawan KPK, Setya Novanto Gandeng Otto Hasibuan
Senin, 20 November 2017 - 20:30 WIB > Dibaca 480 kali Print | Komentar
Lawan KPK, Setya Novanto Gandeng Otto Hasibuan
Pengacara Otto Hasibuan. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pasca penahanan yang dilakukan kemarin (19/11/2017), pengacara yang membela Ketua DPR Setya Novanto dalam menghadapi kasus dugaan korupsi e-KTP bertambah seorang lagi.

Jika sebelumnya hanya Fredrich Yunadi, mulai hari ini (20/11/2017), Setya Novanto memakai pengacara kondang Otto Hasibuan.  Diketahui, Otto Hasibuan merupakan pengacara yang pernah membela Jessica Kumala Wongso, terpidana kasus pembunuhan berencana Wayan Mirna Salihin.

"Kebetulan beberapa hari yang lalu saya diminta untuk membantu beliau (Novanto, red) untuk tuntaskan kasus ini dan tentunya sebagai lawyer saya harus bertemu dengan Pak Novanto lebih dulu,” ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Dia mengaku datang bersama Fredrich Yunadi untuk menemui Setya Novanto di Rutan KPK. Dia pun berharap bisa menjalani tugas sebagai penasihat hukum dengan baik. Meski begitu, dia mengaku belum membicarakan lebih jauh soal langkah hukum lanjutan yang akan ditempuh Setya Novanto. Termasuk, kemungkinan mengajukan gugatan praperadilan kedua.

"Tadi belum jauh sampai praperadilan. Yang kami baru lakukan harus pelajari dengan seksama apa yang terjadi dalam kasus ini," tuntasnya.

Setya Novanto telah menghuni Rumah tahanan (Rutan) Klas 1 KPK Cabang Jakarta Timur pada malam tadi 19 November 2017. Dia dinyatakan tidak perlu lagi dirawat di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan pada Kamis 16 November 2017.

Dia mulanya dirawat di RS Medika Permata Hijau setelah mobil yang ditumpangi menabrak tiang lampu di Jl Permata Berlian, Jakarta pada Kamis, 16 November 2017. KPK kemudian meminta Novanto dipindahkan ke RSCM Kencana untuk pemeriksaan lanjutan hingga dinyatakan memenuhi syarat penahanan.

Kemudian, KPK menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) kedua Novanto pada 31 Oktober 2017. Novanto selaku anggota DPR disangka bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman, dan Sugiharto menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi terkait proyek pengadaan e-KTP.(put)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PASCA-PENGUNGKAPAN 1 TON SABU
Geram! Buwas Ingin Para Bandar Narkoba Jadi Makanan Hiu
Selasa, 20 Februari 2018 - 21:00 wib

Pemenang Pesta Blanja Poin Telkomsel Periode 4 Diumumkan
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:35 wib
SEMPAT MENUAI POLEMIK
Pati Polri Dipastikan Tak Akan Jadi Pj Gubernur, Ini Penjelasan Wiranto
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:30 wib
TANGGAPI "NYANYIAN" NAZARUDDIN
Sejak 2007, Fahri Hamzah Ternyata Sudah Dibidik dalam Perkara Korupsi
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:20 wib
PASCA-PIALA PRESIDEN
Simak! Ini Klafirikasi Pria yang Dituduh Curi Medali Bambang Pamungkas
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:15 wib
23-25 FEBRUARI DI BALI
Gelar Rakernas Tertutup, PDIP Tentukan Capres-Cawapres
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:00 wib
HASIL PENELITIAN INDEF
Penyerapan Tenaga Kerja di Era Jokowi-JK Rendah, Begini Komentar DPR
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:50 wib
PRETASI TERBESAR DALAM SEJARAH
Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai 2 Triliun, Buwas: Kualitas Nomor Satu
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:40 wib
TIBA 21 FEBRUARI BESOK
Tegas! Begini Pesan Amien Rais untuk Pemerintah Terkait Kepulangan Rizieq
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:30 wib
BESOK TIBA DI TANAH AIR
Wiranto Lebih Tertarik Bicara Pilkada ketimbang Kepulangan Habib Rizieq
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Geram! Buwas Ingin Para Bandar Narkoba Jadi Makanan Hiu

Selasa, 20 Februari 2018 - 21:00 WIB

Sejak 2007, Fahri Hamzah Ternyata Sudah Dibidik dalam Perkara Korupsi
Wow! 400 Advokat Dukung Pengacara Novanto Hadapi SBY

Selasa, 20 Februari 2018 - 20:10 WIB

Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai 2 Triliun, Buwas: Kualitas Nomor Satu
Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia? Kata Polisi...

Selasa, 20 Februari 2018 - 18:50 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us