Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
BERSAKSI UNTUK TERDAKWA ANDI NAROGONG
Nazaruddin Yakin Ganjar Terima Uang Proyek e-KTP
Senin, 20 November 2017 - 20:20 WIB > Dibaca 377 kali Print | Komentar
Nazaruddin Yakin Ganjar Terima Uang Proyek e-KTP
Ganjar Pranowo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Di sidang lanjutan perkara korupsi e-KTP, hari ini (20/11/2017), Muhammad Nazaruddin selaku mantan Bendahara Umum Partai Demokrat menjadi saksi dan dicecar soal kucuran dana ke Ganjar Pranowo.

Nazar mengatakan kepada hakim bahwa dirinya yakin bahwa Ganjar yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, menerima uang dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Bahkan dia mengaku melihat sendiri penyerahan uang kepada Ganjar yang saat itu menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR.

"Semua yang saya sampaikan itu benar, Yang Mulia," katanya kepada majelis hakim yang dipimpin Jhon Halasan Butar Butar, Senin (20/11/2017).

Di sisi lain, Nazar yang bersaksi untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, juga dikonfirmasi salah satu poin dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang pernah dibuat di tahap penyidikan. Nazar dalam keterangannya menceritakan mekanisme penyerahan uang untuk Ganjar sebesar 500.000 dolar AS.

Nazar dan Andi Narogong awalnya berkumpul di ruang kerja anggota DPR Mustoko Weni. Mustoko adalah anggota Badan Anggaran yang ada di Komisi II DPR. Lantas, pada saat itu Nazar mendengar langsung bahwa Mustoko menghubungi Ganjar melalui telepon.

Mustoko menawarkan, apakah Andi harus menemui Ganjar di ruang kerjanya. Akan tetapi, Ganjar menjawab bahwa dia sendiri akan datang ke ruang kerja Mustoko. Sesuai BAP, Ganjar lalu tiba di ruang kerja Mustoko, kemudian menerima uang 500.000 dolar AS.

"Lalu Ganjar menyampaikan kepada saya (Nazar), ini kebersamaan, biar program besarnya jalan," ujar hakim Anwar saat membaca BAP Nazaruddin.

Kendati Nazaruddin membenarkan seluruh kronologi penyerahan uang itu, anggota majelis hakim menanyakan mengenai bantahan yang disampaikan Ganjar saat bersaksi.

"Pak Ganjar di sini mati-matian enggak ngaku, bahkan dia dikasih lalu dikembalikan. Itu bagaimana?" tanya hakim Anwar.

Diterangkan Nazar, saat itu Ganjar menolak karena hanya diberi 100.000 dollar AS. Menurut Nazar, Ganjar hanya mau menerima apabila diberikan 500.000 dollar AS. (elf/ce1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT KASUS E-KTP
Kondisi Kesehatan Setya Novanto Dicek Ulang, Sidang Diskors
Rabu, 13 Desember 2017 - 18:15 wib
DIADANG SEJUMLAH ORMAS LOKAL
Ustaz Somad Dipersekusi di Bali, Begini Reaksi Ketua MPR
Rabu, 13 Desember 2017 - 18:00 wib
ADA KEKELIRUAN SUBSTANSI
Penerbit Buku Sebut Yerusalem Ibukota Israel Dipanggil KPAI
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:50 wib
MENGAKU DIARE
Begini Sindiran KPK soal Bungkamnya Setnov di Sidang e-KTP
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:40 wib
KASUS E-KTP
Mampu Berjalan, Setya Novanto kok Bungkam di Persidangan?
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:30 wib
BANTU KINERJA KEPOLISIAN
Banyak Berjasa, Panglima TNI Langsung Dapat Penghargaan dari Kapolri
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:10 wib
PIALA DUNIA ANTARKLUB 2017
Madrid Sangat Inginkan Gelar
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:02 wib
HASIL PENILAIAN PUSPURBUK 2008
Kemendikbud Puji Masyarakat soal Temuan Buku Sebut tentang Israel
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:00 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Sempat Bungkam, Setnov Ngeluh Tidak Diberi Obat Diare oleh Dokter KPK
Rabu, 13 Desember 2017 - 16:50 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Hanya Diam Sepanjang Sidang, Kesehatan Setnov Dipertanyakan
Rabu, 13 Desember 2017 - 16:45 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kondisi Kesehatan Setya Novanto Dicek Ulang, Sidang Diskors
Begini Sindiran KPK soal Bungkamnya Setnov di Sidang e-KTP
Mampu Berjalan, Setya Novanto kok Bungkam di Persidangan?
Dipantau KPK, Sidang Praperadilan Setya Novanto Tayang Live Streaming
Sempat Bungkam, Setnov Ngeluh Tidak Diberi Obat Diare oleh Dokter KPK
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us