Wonderful Indonesia
Diduga Mencari Pertolongan Agar Tidak Ditangkap KPK
Sempat Ingin Menghadap Presiden
Senin, 20 November 2017 - 11:59 WIB > Dibaca 2645 kali Print | Komentar
Sempat Ingin Menghadap Presiden
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Penahanan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi akhir “pelarian” Ketua DPR Setya Novanto (Setnov). Strategi itu secara tidak langsung mengunci pergerakan Setnov yang dikenal licin. Namun, di luar keberhasilan KPK itu, pelarian Setnov dari upaya penangkapan padaRabu (15/11) malam tetap harus diusut. Termasuk pihak-pihak yang membantunya.

Bahwa Setnov diajak keluar rumah oleh seorang tamu misterius pada pukul 18.30 Rabu (15/11) menjadi informasi terakhir tentang keberadaan orang nomor satu di parlemen tersebut. Penyidik KPK yang dikawal personel Brimob pun gagal menjemput Setnov di rumah pribadinya di Jalan Wijaya XIII Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada pukul 21.40.

Saat itulah, Setnov dikabarkan “menghilang”. Nyaris tidak ada satu pun informasi yang valid terkait keberadaan Setnov dari sejak malam itu hingga Kamis (16/11) pukul 18.00 WIB atau ketika suami Deisti Astriani Tagor tersebut dikabarkan mengalami insiden kecelakaan Toyota Fortuner B 1723 ZLO di Jalan Permata Berlian, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Di hari yang sama sebelum insiden terjadi, Jawa Pos (JPG) sejatinya mendapat informasi terkait keberadaan Setnov. Informasi pada pukul 16.20 WIB itu menyebutkan bahwa Setnov bakal menyerahkan diri ke KPK pada malam harinya. Namun, penyerahan diri itu akhirnya kandas seiring terjadinya insiden kecelakaan lalu lintas (lakalantas) Fortuner yang dikendarai Setnov.  Bukan hanya informasi itu saja yang diperoleh JPG. Sumber tersebut juga membeberkan posisi Setnov pada Kamis pagi dan siang. Kala itu, Setnov diduga berupaya menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang waktu itu berada di Istana Bogor. Sembari menunggu kepastian jadwal dari Jokowi, Setnov ditengarai seliweran di area ring satu orang nomor satu di pemerintahan tersebut.

”Iya benar (Setnov ingin bertemu presiden, red),” ujar sumber di lingkungan KPK.

Informasi tersebut dikuatkan Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Boyamin juga mendapat informasi bahwa Setnov berusaha menghadap presiden. Pada pagi, keinginan itu disampaikan ke Presiden. Hanya, Presiden menolak secara halus dengan meminta Setnov untuk kembali ke istana pada siang.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PEMAIN TERBAIK PIALA DUNIA ANTARKLUB
Modric: Ini Tahun Sempurna Madrid
Minggu, 17 Desember 2017 - 15:52 wib

Berharap Setnov “Bernyanyi”
Minggu, 17 Desember 2017 - 13:49 wib

Mega Minta Lima Persen APBN untuk Riset
Minggu, 17 Desember 2017 - 12:44 wib

Jutaan Massa Aksi Bela Palestina
Minggu, 17 Desember 2017 - 11:47 wib
10 Kabupaten Rusak Parah
Sehari, 3 Gempa Hantam Indonesia
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:53 wib

Jangan Pernah Menyerah
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:42 wib

Senja di Semenanjung Sungai Kampar
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:39 wib

Slank Banting Setir Jualan Kopi
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:37 wib
sheila majid
Boneka untuk Fans
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:36 wib
Rizal Armada
Kalau Jodoh, Mau Bagaimana?
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:35 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Mega Minta Lima Persen APBN untuk Riset

Minggu, 17 Desember 2017 - 12:44 WIB

Sehari, 3 Gempa Hantam Indonesia

Minggu, 17 Desember 2017 - 10:53 WIB

Bongkar Korupsi e-KTP, Setnov Didoakan Dapat Hidayah

Sabtu, 16 Desember 2017 - 20:00 WIB

Pantau Gempa Tanpa Tidur, Jokowi Bersyukur Tak Ada Tsunami
Aksi Bela Palestina, Polisi Terjunkan Pasukan Asmaul Husna
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us