Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Riau >>
Kabupaten Kuansing
Waspadai Aliran Sesat
Minggu, 19 November 2017 - 13:59 WIB > Dibaca 504 kali Print | Komentar
Waspadai Aliran Sesat
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - Keberadaan aliran sesat berpotensi terjadi di mana pun. Termasuk di Kabupaten Kuantan Singingi. Karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mewaspadai aliran sesat tersebut. MUI Kuansing sendiri telah melakukan pendataan dan pemetaan terhadap titik-titik potensial munculnya gerakan atau aliran keagamaan yang ditengarai sesat dan menyesatkan.

Menurut Ketua MUI Kabupaten Kuansing Drs H Sarpeli MAg, pemetaan diperlukan guna mengetahui daerah-daerah penduduk rawan terjadi penyebaran aliran sesat yang tersebar di 15 kecamatan se-Kuansing. Sehingga dapat dilakukan pencegahan, sekaligus penanganan secara cepat dan tepat.

‘’Kami sudah lakukan pemetaan di sejumlah titik di Kuansing menyangkut aliran keagamaan yang diduga sesat,’’ ujar Sarpeli usai melakukan Sosialisasi Penguatan Organisasi Ukhuwah Islamiyah, Informasi dan Komunikasi MUI Kabupaten Kuansing 2017 di aula Kemenag Kuansing, Jumat (15/11).

Kendati kepengurusan MUI terdapat di semua kecamatan, namun menurutnya, langkah pemetaan terkait aliran diduga sesat itu bukan pekerjaan mudah. Sehingga MUI sangat memerlukan bantuan dan kerja sama semua pihak, termasuk organisasi-organisasi kemasyarakatan keagamaan yang ada di Kuansing. ‘’Kami terus melakukan penyadaran dan pembinaan dalam setiap pertemuan terhadap aliran-aliran yang terindikasi menyimpang,’’ katanya.

Dia menyebutkan, di Kuansing ditengarai terdapat sejumlah aliran diduga sesat di sejumlah tempat yang terus mendapatkan pengawasan. Termasuk Negara Islam Indonesia, Lembaga Dakwah Islam Indonesia dan organisasi Gabungan Fajar Nusantara (Gafatar), pasalnya ada salah satu murid Ahmad Musadeq yang mengaku sebagai Nabi. “Ya, ada yang sudah kita syahadatkan, seperti satu murid Ahmad Musadeq pimpinan Gafatar yang sebelumnya bernama Alqiadah Al Islamiyah. Ini sudah clear,” ungkapnya.(izl)

Dia juga mengingatkan, pemerintah mesti tegas menyikapi persoalan aliran sesat dan menyesatkan itu. Pemerintah harus melakukan pendampingan serta pembinaan terhadap warga terindikasi mengikuti aliran sesat tersebut. Menurutnya, menetapkan sesat atau tidaknya sebuah gerakan keagamaan, khususnya yang mengatasnamakan Islam tidak mudah.

Namun setidaknya hal itu bisa dideteksi dari asas atau pokok-pokok keagamaan dipegangnya, menyangkut Rukun Iman dan Rukun Islam. ‘’Kami menampung aspirasi dan pemikiran demi pembangunan umat Islam, khususnya di Kuansing,’’ katanya.(jps)



Laporan JUPRISON, Telukkuantan
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PEMAIN TERBAIK PIALA DUNIA ANTARKLUB
Modric: Ini Tahun Sempurna Madrid
Minggu, 17 Desember 2017 - 15:52 wib

Berharap Setnov “Bernyanyi”
Minggu, 17 Desember 2017 - 13:49 wib

Mega Minta Lima Persen APBN untuk Riset
Minggu, 17 Desember 2017 - 12:44 wib

Jutaan Massa Aksi Bela Palestina
Minggu, 17 Desember 2017 - 11:47 wib
10 Kabupaten Rusak Parah
Sehari, 3 Gempa Hantam Indonesia
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:53 wib

Jangan Pernah Menyerah
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:42 wib

Senja di Semenanjung Sungai Kampar
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:39 wib

Slank Banting Setir Jualan Kopi
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:37 wib
sheila majid
Boneka untuk Fans
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:36 wib
Rizal Armada
Kalau Jodoh, Mau Bagaimana?
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:35 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Tunjukkan Kepedulian Antar Wartawan

Minggu, 17 Desember 2017 - 10:18 WIB

Ancaman Abrasi Terus Menghampiri

Minggu, 17 Desember 2017 - 10:12 WIB

Titip Pesan agar Suparman Tabah, Kuat dan Ikhlas

Sabtu, 16 Desember 2017 - 13:48 WIB

Wabup Mohon Penahanan Kadis PU Ditunda

Sabtu, 16 Desember 2017 - 10:31 WIB

Malam Ini, Penutupan MTQ Riau  XXXVI

Sabtu, 16 Desember 2017 - 07:08 WIB

Advertorial KAB ROHIL
Advertorial DPRD ROHIL
Sagang Online
loading...
Follow Us