Wonderful Indonesia
dr Irma Wahyuni SpPD
Wanita dan Diabetes pada Kehamilan
Minggu, 19 November 2017 - 12:51 WIB > Dibaca 8467 kali Print | Komentar
Wanita dan Diabetes pada Kehamilan
dr Irma Wahyuni SpPD
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang masih tinggi di Indonesia. Badan kesehatan dunia (WHO) memprediksi adanya peningkatan jumlah penyandang DM yang menjadi salah satu ancaman kesehatan global.

Data dari International Diabetes Foundation (IDF) memprediksi adanya kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 9,1 juta pada 2014 menjadi 14,1 juta pada 2035.

"Laporan dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 oleh Departemen Kesehatan, menunjukkan rata-rata prevalensi DM di daerah urban untuk usia di atas 15 tahun sebesar 5,7 persen. Penyakit DM sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada peningkatan biaya kesehatan yang cukup besar. Peningkatan angka penderita DM juga terlihat pada usia reproduksi," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Irma Wahyuni SpPD kepada Riau Pos, Jumat (17/11).

Dijelaskan dr Irma, perhatian pada penyakti DM ini meningkat pada populasi khusus, salah satunya adalah pada wanita hamil. Kondisi hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah) yang terdeteksi pada kehamilan harus ditentukan klasifikasinya sebagai DM dengan kehamilan atau DM gestasional.

Sekitar 1–14 persen kehamilan memiliki risiko mengalami DM gestasional. Siapa saja yang memiliki risiko terjadi DM gestasional pada masa kehamilan? Wanita-wanita yang memiliki risiko tinggi antara lain wanita dengan obesitas, adanya riwayat diabetes pada keluarga dekat, riwayat terdapat gangguan toleransi glukosa, riwayat melahirkan bayi dengan berat > 4 kg, terdapat glukosa positif dari hasil pemeriksaan air seni.

"Pada pasien dengan DM gestasional dapat terjadi beberapa kondisi yang dapat berakibat buruk baik untuk ibu dan janin. Dalam kondisi ini, pada ibu dapat memiliki peningkatan risiko terjadinya preeklampsia/eklampsia (peningkatan tekanan darah pada saat kehamilan), meningkatkan risiko melahirkan, dan pada kemudian hari si ibu memiliki risiko tinggi untuk menderita diabetes mellitus," jeasnya.

Efek pada janin antara lain bayi besar, dystocia (kesulitan pada saat persalinan), still birth (kematian janin di dalam kandungan), kecacatan, hiperbilirubinemia dan hipoglikemia janin.

Sangat disarankan bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai pada trimester pertama kehamilan. Apa bila pada evaluasi gula darah didapatkan, gula darah puasa berkisar antara 92–125 mg/dL atau gula darah 2 jam setelah makan ≥ 180 mg/dL atau gula darah sewaktu 153 – 199 mg/dL , waspadai adanya DM gestational.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PEMAIN TERBAIK PIALA DUNIA ANTARKLUB
Modric: Ini Tahun Sempurna Madrid
Minggu, 17 Desember 2017 - 15:52 wib

Berharap Setnov “Bernyanyi”
Minggu, 17 Desember 2017 - 13:49 wib

Mega Minta Lima Persen APBN untuk Riset
Minggu, 17 Desember 2017 - 12:44 wib

Jutaan Massa Aksi Bela Palestina
Minggu, 17 Desember 2017 - 11:47 wib
10 Kabupaten Rusak Parah
Sehari, 3 Gempa Hantam Indonesia
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:53 wib

Jangan Pernah Menyerah
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:42 wib

Senja di Semenanjung Sungai Kampar
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:39 wib

Slank Banting Setir Jualan Kopi
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:37 wib
sheila majid
Boneka untuk Fans
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:36 wib
Rizal Armada
Kalau Jodoh, Mau Bagaimana?
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:35 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Dewan Minta RS Tetap Layani Pasien BPJS

Jumat, 15 Desember 2017 - 09:48 WIB

Puksesmas Sosialisasikan Bahaya Penyakit Difteri

Jumat, 15 Desember 2017 - 09:33 WIB

Stres Bisa Memicu Migrain

Kamis, 14 Desember 2017 - 10:17 WIB

BPJS TK Panam Sosialisasi  Bidik UMKM

Kamis, 14 Desember 2017 - 09:35 WIB

Namanya Menjadi Kader Kesehatan

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:01 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us