Wonderful Indonesia
TERKAIT DUGAAN PELANGGARAN HAM
Investigasi Militer Myanmar soal Pembantaian Rohingya Keluar, Ini Hasilnya
Rabu, 15 November 2017 - 20:00 WIB > Dibaca 2533 kali Print | Komentar
Investigasi Militer Myanmar soal Pembantaian Rohingya Keluar, Ini Hasilnya
Ilustrasi. (AFP)
NAYPYIDAW (RIAUPOS.CO) - Hasil investigasi internal terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Senin (13/11/2017), dirilis oleh militer Myanmar.

Adapun hasilnya tidak mengejutkan. Dari dokumen yang diunggah Komandan Pasukan Bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing ke Facebook, tak satupun dugaan terbukti. Junta militer menyatakan telah mewawancarai ribuan etnis Rohingya.

Menurut para narasumber itu, militer tidak menembak, memukuli, menangkap, dan memerkosa penduduk sipil. Militer juga tidak membakar rumah, masjid, serta mencuri perhiasan dan benda-benda berharga lainnya dari penduduk.

Adapun junta militer balik menuding penduduk Rohingya lari ke Bangladesh karena takut kepada kelompok militan Rohingya alias Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). Tak ayal, pernyataan militer Myanmar itu membuat lembaga kemanusiaan yang aktif mengawal isu Rohingya naik pitam.

Sebab, bukti dan saksi atas aksi brutal militer sangat banyak dan mudah ditemukan.

’’Sekali lagi, militer Myanmar mencoba menghapuskan pelanggaran serius yang dilakukan kepada Rohingya dan menyembunyikannya,’’ kata Direktur Regional Wilayah Asia Tenggara Pasifik Amnesty International, James Gomez.

Mereka menyatakan, banyak sekali bukti-bukti bahwa militer membunuh dan memerkosa etnis Rohingya serta membakar rumah-rumah mereka hingga rata dengan tanah. Menurut mereka, yang dilakukan militer adalah kejahatan melawan kemanusiaan.

Karena itu, mereka mendesak PBB agar membentuk tim pencari fakta. Mereka juga meminta penyelidik independen diberi akses penuh ke Rakhine. Tudingan bahwa militer benar-benar melakukan kekejian juga datang dari Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May.

Dia mengatakan, yang terjadi kepada penduduk Rohingya adalah krisis kemanusiaan yang menyerupai pembasmian etnis. Pemerintah Myanmar dan junta militer harus bertanggung jawab.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Amandemen Kontrak Pertambangan Minerba Ditandatangani
Kamis, 18 Januari 2018 - 03:08 wib
JAUH DI ATAS PERTUMBUHAN KREDIT PERBANKAN
Kredit Properti Indonesia Tumbuh 10,28 Persen
Kamis, 18 Januari 2018 - 02:05 wib
MALAYSIA MASTERS 2018
Ihsan Berhasil Membuat Lin Dan Takluk
Kamis, 18 Januari 2018 - 00:59 wib

Iran Tuding Arab Saudi Pengkhianat Umat Islam
Kamis, 18 Januari 2018 - 00:34 wib
DITUDUH MENCEMARKAN NAMA BAIK
Ditanya soal Aduan Farhat Abbas, Nikita: Tidak Penting
Kamis, 18 Januari 2018 - 00:18 wib
DIPERKIRAKAN SUDAH LAMA DI ATAS
Hiii... Ada Ular Piton Jatuh dari Plafon saat Tertidur Pulas
Kamis, 18 Januari 2018 - 00:02 wib
DAPAT RESTU WIRANTO
Lengserkan Oso, Kubu Sudding Gelar Munaslub Malam Ini
Kamis, 17 Januari 2018 - 21:00 wib
POLEMIK PARTAI HANURA
Dibanding Oso, Harta 30 Orang di Kubu Sudding Tak Ada Apa-apanya
Kamis, 17 Januari 2018 - 20:45 wib
IDRUS JADI MENSOS
Sudah Dikantongi Airlangga, Inilah Dua Nama Calon Sekjen Baru Golkar
Kamis, 17 Januari 2018 - 20:30 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Iran Tuding Arab Saudi Pengkhianat Umat Islam

Kamis, 18 Januari 2018 - 00:34 WIB

Penangkapan Maling Helikopter Berlangsung Dramatis

Selasa, 16 Januari 2018 - 13:56 WIB

Pulangkan 150 Pengungsi Rohingya Setiap Hari

Selasa, 16 Januari 2018 - 11:16 WIB

Kebebasan Pangeran Alwaleed Dihargai Rp80 Triliun

Selasa, 16 Januari 2018 - 10:14 WIB

Masjid di Hebron Ditutup bagi Muslim, Dibuka bagi Yahudi
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us