Wonderful Indonesia
Riau Pos berupaya menjembatani aspirasi pembaca atau masyarakat Riau pada umumnya. Jika itu berbentuk keluhan terhadap pemerintah daerah, Riau Pos akan menyiapkan liputannya dan diterbitkan di halaman ini. Termasuk instansi lain. Tentunya melalui kaedah atau etika yang sudah ditentukan. Dan Riau Pos berhak untuk memilih mana yang ditindaklanjuti dan yang mana tidak dengan berbagai pertimbangan. Kami juga akan mengedit seperlunya aspirasi pembaca yang dimuat, tanpa mengurangi/menghilangkan substansi isi. Untuk menyampaikan aspirasinya, silahkan kirim pesan teks atau foto, atau keduanya melalui:WA: 081334159333. Email/FB: riaupos.interaktif@gmail.com IG: @riaupos_interaktif, Twitter: @riaupos2017. Path: @riaupos2017.
Sebut Tidak Ada Kelangkaan Gas 3 Kg
Rabu, 15 November 2017 - 10:01 WIB > Dibaca 212 kali Print | Komentar
Sebut Tidak Ada Kelangkaan Gas 3 Kg
Pak Disperindag Kota Pekanbaru hingga saat ini elpiji 3 kg masih langka, kondisi ini akan berlangsung sampai kapan? Sepertinya tidak ada keberpihakan pada masyarakat yang susah. Apa sih yang sudah dilakukan hingga saat ini masih langka juga?

WA:081261372XXX

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Kota Pekanbaru, Masirba Sulaiman menegaskan, tidak ada terjadi kelangkaan 3 kilogram (kg) di Kota Pekanbaru.

“Tidak ada kelangkaan, pendistribusian dari agen ke pangkalan berjalan dengan lancar tanpa ada persoalan,” jelas Irba kepada Riau Pos, Selasa (14/11).

Kata dia, yang membuat heboh ada kebijakan yang diperintahkan oleh Wali Kota Pekanbaru. Di mana bagi pelaku usaha yang  usaha mikro harus memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) dikeluarkan Kecamatan bedasarkan Perwako yang telah dilimpahkan untuk mendapatkan gas 3 Kg di pangkalan.

“Nah itu artinya, mereka usaha mikro yang ribut bukan masyarakat rumah tangga. Karena mereka tidak akan dilayani pangkalan tanpa memiliki IUMK atau rekomendasi kelurahan,” sebut Kabid Perdagangan ini.  

 Dengan diberlakukan aturan tersebut, membuat pelaku usaha yang mengaku mikro kebingungan, dikarenakan tidak dapat lagi membeli gas bersubsidi dari pemerintah untuk menjalankan usahanya.

“Apakah masyarakat membeli gas 3 Kg setiap hari? Tentu tidak. Yang membeli setiap hari itu pelaku usaha, sebab setelah kita hitung gas 3 Kg apabila digunakan untuk memasak di rumah itu akan habis selama berkisar delapan hari. Artinya masyarakat membeli gas sekali dalam sepekan. Saat ini pembelian gas 3 Kg di pangkalan menggunakan Kartu Keluarga (KK) agar penyalurannya tepat sasaran,” paparnya.

Untuk itu dia menyampaikan, bagi masyarakat mampu dan pelaku usaha yang memiliki omset di atas Rp1 juta agar beralih menggunakan gas 5,5 Kg. “Kita minta mereka beralih, karena gas 3 Kg diperuntukkan bagi masyarakat miskin,” jelas Masirba.(*3)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Januari, UMK Rp2,6 Juta Rohil Berlaku
Minggu, 19 November 2017 - 14:05 wib
Kabupaten Kuansing
Waspadai Aliran Sesat
Minggu, 19 November 2017 - 13:59 wib
Diana Jeanette
Terkenal Karena Eta Terangkanlah
Minggu, 19 November 2017 - 13:44 wib

Ini Cerita Terbaru Agnez Mo
Minggu, 19 November 2017 - 13:41 wib

Kasus Setnov Inspirasi Bagi Pengembang Game
Minggu, 19 November 2017 - 13:38 wib
Hari Angklung Sedunia
Warga Jabar Gelar Konser Angklung Raksasa di Gedung Sate
Minggu, 19 November 2017 - 13:36 wib
PERISA - YUSMAR YUSUF
Sepihak Versus Gempita
Minggu, 19 November 2017 - 13:32 wib
Cari Berita
Interaktif Terbaru
Warung Tuak Ganggu Waktu Istirahat Warga

Sabtu, 18 November 2017 - 10:38 WIB

Warga Pertanyakan Usulan Perbaikan Drainase

Sabtu, 18 November 2017 - 10:31 WIB

 Bagaimana Mendapatkan Layanan RSJ?

Sabtu, 18 November 2017 - 10:28 WIB

Bagaimana Cara Agar Warga Miskin Terbantu

Jumat, 17 November 2017 - 11:10 WIB

Wako: Perlu Peranan Masyarakat Ikut Menjaga Lingkungan

Jumat, 17 November 2017 - 11:02 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us