Wonderful Indonesia
SAKSI DUGAAN RINTANGI PENYIDIKAN
Diperiksa, Wakil Bendahara Umum Golkar Datangi KPK
Rabu, 15 November 2017 - 00:29 WIB > Dibaca 387 kali Print | Komentar
Diperiksa, Wakil Bendahara Umum Golkar Datangi KPK
Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Zulhendri Hasan.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Jika sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto mangkir dari panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, tidak demikian halnya pada pengurus di bawahnya.

Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Zulhendri Hasan memenuhi panggilan penyidik Selasa (14/11). Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Markus Nari.

Zulhendri mengatakan, sebagai warga negara yang baik, dia wajib memenuhi panggilan KPK itu. "Sebagai warga negara yang baik, dipanggil oleh institusi penegak hukum sebagai saksi dalam perkara Markus Nari sebagai tersangka e-KTP, saya datang dong. Apalagi saya sebagai komunitas hukum yang mengerti hukum, tentu kita patuhi," tuturnya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Kedatangan Zulhendri di kantor KPK bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, dia pernah diminta untuk hadir pada Selasa, 7 November 2011 lalu. Namun, dia tidak bisa hadir.

Zulhendri mengatakan, pada panggilan pertama, KPK baru melayangkan surat panggilan sehari sebelumnya, yakni Senin, 6 November 2011. Dirinya pun tengah berada di luar kota. Selain itu, di dalam surat panggilan yang dilayangkan KPK, tidak terlalu jelas siapa yang dimaksud untuk hadir. Sebab hanya tercantum nama Zulhendri sebagai pengurus Partai Golkar.

"Ya seyogyanya kalau saya yang dimaksud, nama saya adalah Zulhendri Hasan, dengan titel SH, MH. Kedudukan di Partai Golkar sebagai Wakil Bendum. Nah, ini yang enggak lengkap," tutur dia.

Kala itu, dia pun meminta kepada KPK untuk melengkapi nama, data, alamat, dan posisi dirinya di Partai Golkar secara lengkap. "Sehingga jelas yang dituju adalah saya. Nah, saya disampaikan ternyata panggilan itu diperbaiki namanya, lalu diberi tahu kemarin hari Jumat," tambahnya.

Untuk panggilan hari ini pun ada kekeliruan secara administratif. Surat pemanggilan untuk dirinya hadir sebagai saksi tertanggal 14. Namun, di sana tercantum hari Senin. "Ini ada kekeliruan yang seperti ini tentu menimbulkan keraguan. Setelah dikonfirmasi pada kami, ya kami bilang hari Selasa saja jam 10," katanya.(dna/ce1/jpg)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIRILIS PASCA-KECELAKAAN
Serunya Game Tiang Listrik, Sesulit KPK Tangkap Setya Novanto
Sabtu, 18 November 2017 - 21:00 wib
MENUJU USIA 40 TAHUN
BPJS TK Gelar Pasar Murah dan Donor Darah
Sabtu, 18 November 2017 - 21:00 wib
PEMENANG HADIAH CENDERUNG MENOLAK
Uang Sayembara Tangkap Setnov Akhirnya Disumbangkan
Sabtu, 18 November 2017 - 20:45 wib
KKB DIPUKUL MUNDUR
TNI-Polri Banjir Pujian usai Berhasil Bebaskan Sandera di Papua
Sabtu, 18 November 2017 - 20:30 wib
SUDAH DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA KPK
Politikus Golkar Ini Sebut Setnov Sebenarnya Sudah Siap Ditahan, tapi...
Sabtu, 18 November 2017 - 20:00 wib
MASIH DALAM PERAWATAN RSCM
Tahun Politik, Setya Novanto Diramalkan Kena Penyakit Berat Ini
Sabtu, 18 November 2017 - 19:00 wib
DUKUNGAN KE JOKOWI TERANCAM BATAL
Kata Pengamat, JK Berpotensi Capres jika Jadi Ketum Golkar
Sabtu, 18 November 2017 - 18:30 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ketika Citra NTT dan DPR Tercoreng karena Sikap Setya Novanto
Sabtu, 18 November 2017 - 18:00 wib
BERSIKAP KOOPERATIF DALAM PEMERIKSAAN
Sopir Setya Novanto Resmi Dibebaskan, tapi...
Sabtu, 18 November 2017 - 17:50 wib
MINTA KPK TAK BERIKAN IZIN
Pengamat: Setnov Cuma Benjol, Tak Perlu Dibawa ke Singapura
Sabtu, 18 November 2017 - 17:40 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Uang Sayembara Tangkap Setnov Akhirnya Disumbangkan

Sabtu, 18 November 2017 - 20:45 WIB

TNI-Polri Banjir Pujian usai Berhasil Bebaskan Sandera di Papua
Penuh Sindiran, Ini Komentar si Pengirim Karangan Bunga untuk Setnov
Setnov Kecelakaan, Lagu "RIP Tiang Listrik" Jadi Viral, Sindiran?
TNI-Polri Bebaskan 344 Warga Terisolasi

Sabtu, 18 November 2017 - 12:57 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us