Wonderful Indonesia
SAKSI DUGAAN RINTANGI PENYIDIKAN
Diperiksa, Wakil Bendahara Umum Golkar Datangi KPK
Rabu, 15 November 2017 - 00:29 WIB > Dibaca 470 kali Print | Komentar
Diperiksa, Wakil Bendahara Umum Golkar Datangi KPK
Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Zulhendri Hasan.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Jika sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto mangkir dari panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, tidak demikian halnya pada pengurus di bawahnya.

Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Zulhendri Hasan memenuhi panggilan penyidik Selasa (14/11). Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Markus Nari.

Zulhendri mengatakan, sebagai warga negara yang baik, dia wajib memenuhi panggilan KPK itu. "Sebagai warga negara yang baik, dipanggil oleh institusi penegak hukum sebagai saksi dalam perkara Markus Nari sebagai tersangka e-KTP, saya datang dong. Apalagi saya sebagai komunitas hukum yang mengerti hukum, tentu kita patuhi," tuturnya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Kedatangan Zulhendri di kantor KPK bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, dia pernah diminta untuk hadir pada Selasa, 7 November 2011 lalu. Namun, dia tidak bisa hadir.

Zulhendri mengatakan, pada panggilan pertama, KPK baru melayangkan surat panggilan sehari sebelumnya, yakni Senin, 6 November 2011. Dirinya pun tengah berada di luar kota. Selain itu, di dalam surat panggilan yang dilayangkan KPK, tidak terlalu jelas siapa yang dimaksud untuk hadir. Sebab hanya tercantum nama Zulhendri sebagai pengurus Partai Golkar.

"Ya seyogyanya kalau saya yang dimaksud, nama saya adalah Zulhendri Hasan, dengan titel SH, MH. Kedudukan di Partai Golkar sebagai Wakil Bendum. Nah, ini yang enggak lengkap," tutur dia.

Kala itu, dia pun meminta kepada KPK untuk melengkapi nama, data, alamat, dan posisi dirinya di Partai Golkar secara lengkap. "Sehingga jelas yang dituju adalah saya. Nah, saya disampaikan ternyata panggilan itu diperbaiki namanya, lalu diberi tahu kemarin hari Jumat," tambahnya.

Untuk panggilan hari ini pun ada kekeliruan secara administratif. Surat pemanggilan untuk dirinya hadir sebagai saksi tertanggal 14. Namun, di sana tercantum hari Senin. "Ini ada kekeliruan yang seperti ini tentu menimbulkan keraguan. Setelah dikonfirmasi pada kami, ya kami bilang hari Selasa saja jam 10," katanya.(dna/ce1/jpg)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Jakarta Diguncang Gempa Kuat
Selasa, 23 Januari 2018 - 13:58 wib
BIDAN PTT DAN DOKTER DIANGKAT JADI CPNS
Honorer K2: Sakitnya Tuh di Sini Pak Menteri...
Selasa, 23 Januari 2018 - 13:58 wib

Rusak Warnet, Warga Tenayan Raya Ditahan
Selasa, 23 Januari 2018 - 13:50 wib
PAKAI TREN LAMA
Pasha Ungu, Penampilanmu...
Selasa, 23 Januari 2018 - 13:43 wib

Usulkan Ongkos Haji Rp35 Juta
Selasa, 23 Januari 2018 - 13:33 wib
Sidang Pelanggaran Administrasi
KPU dan Panwaslu Pekanbaru Dihadirkan
Selasa, 23 Januari 2018 - 12:29 wib

Polsek Limapuluh Tingkatkan Patroli Antisipasi Begal
Selasa, 23 Januari 2018 - 12:23 wib

Rekrutmen CPNS Maksimal 200 Ribu
Selasa, 23 Januari 2018 - 11:42 wib
Kasus Penggelapan
Divonis Bersalah, Syahrani dan Ridwan Masih Berkeliaran
Selasa, 23 Januari 2018 - 11:36 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Honorer K2: Sakitnya Tuh di Sini Pak Menteri...

Selasa, 23 Januari 2018 - 13:58 WIB

Jakarta Diguncang Gempa Kuat

Selasa, 23 Januari 2018 - 13:58 WIB

Pasha Ungu, Penampilanmu...

Selasa, 23 Januari 2018 - 13:43 WIB

Usulkan Ongkos Haji Rp35 Juta

Selasa, 23 Januari 2018 - 13:33 WIB

Jam Setya Novanto Seharga Rp1,68 M Pernah Rusak

Selasa, 23 Januari 2018 - 13:06 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us