Wonderful Indonesia
Pilihan Rakyat, Pemimpin di Zaman Now
Menakar Cak Imin Menuju Pilpres 2019
Selasa, 14 November 2017 - 11:23 WIB > Dibaca 414 kali Print | Komentar
Menakar Cak Imin Menuju Pilpres 2019
DISKUSI: Guru Besar UIN Suska Riau Prof Dr Mudjahiddin (tengah) didampingi Peneliti LIPI Dr Lili Romli (kiri) dan moderator Dosen UIN Suska Riau Musfialdi MSi (kanan) berbicara saat diskusi publik bertajuk “Menakar Peluang Cak Imin di Pilpres 2019” bertempat di Kaliandra Meeting Room Graha Pena Riau, Pekanbaru, Senin (13/11/2017).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Belakangan ini terjadi fenomena politik menjelang Pilpres 2019,  dengan munculnya nama Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar atau dipanggil Cak Imin sebagai Cawapres dari berbagai komunitas di Tanah Air. Meskipun menimbulkan banyak pertanyaan, namun hak itu perlu diapresiasi oleh PKB dan pendukung Cak Imin.

“Banyak pertanyaan yang muncul dari berbagai dukungan itu. Pertama, mengapa dukungan itu hanya untuk Cawapres? Kedua, dengan siapa Cak Imin berpasangan? Ketiga, apakah kehendak sekelompok masyarakat itu sudah menjadi kehendak masyarakat pada umumnya?” ujar Wakil Ketua Bidang Infokom DPW PKB Riau yang juga Ketua Tim Relawan AKU LE, Eddy Akhmad RM saat membuka Diskusi Publik, Menakar Peluang Cak Imin pada Pilpres 2019 di Graha Pena Riau, Senin (13/11).

Eddy RM menambahkan, sebagai politisi yang telah menduduki jabatan-jabatan strategis baik legislatif maupun eksekutif di level nasional, Cak Imin memiliki kapabilitas dan kapasitas menjadi orang nomor 1 di Tanah Air. Apalagi sebagai orang Jawa dan kader NU yang merupakan pemilih terbesar di Indonesia, Cak Imin memiliki basis sosial dukungan yang konkrit. “Hanya saja hal itu tidak cukup. Beranjak dari pengalaman, beberapa orang kader NU yang maju sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden justru kalah,” tegas Eddy RM.

Sebab lanjut mantan Anggota DPRD Riau ini, dalam pesta demokrasi, keseharian personal pemilih jauh lebih menentukan ketimbang basis sosial dan politik seseorang. “Oleh karena itu, yang kami lakukan hari ini (kemarin, red), merupakan bagian dari upaya menangkap suara rakyat itu sendiri. Bahkan kami berharap, kesimpulan dari diskusi ini akan menjadi bahan untuk menempatkan Cak Imin sebagai calon pemimpin di zaman now. Sesuai dengan harapan dan kehendak masyarakat itu sendiri,” tegas Eddy RM.

Dalam diskusi publik tersebut, selain mendatangkan pembicara Prof Dr Mujahidin dari UIN Susqa, panitia juga menghadirkan Dr Lili Ramli dari LIPI sebagai pembicara. Dengan peserta para jurnalis se-Kota Pekanbaru.(new)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIRILIS PASCA-KECELAKAAN
Serunya Game Tiang Listrik, Sesulit KPK Tangkap Setya Novanto
Sabtu, 18 November 2017 - 21:00 wib
MENUJU USIA 40 TAHUN
BPJS TK Gelar Pasar Murah dan Donor Darah
Sabtu, 18 November 2017 - 21:00 wib
PEMENANG HADIAH CENDERUNG MENOLAK
Uang Sayembara Tangkap Setnov Akhirnya Disumbangkan
Sabtu, 18 November 2017 - 20:45 wib
KKB DIPUKUL MUNDUR
TNI-Polri Banjir Pujian usai Berhasil Bebaskan Sandera di Papua
Sabtu, 18 November 2017 - 20:30 wib
SUDAH DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA KPK
Politikus Golkar Ini Sebut Setnov Sebenarnya Sudah Siap Ditahan, tapi...
Sabtu, 18 November 2017 - 20:00 wib
MASIH DALAM PERAWATAN RSCM
Tahun Politik, Setya Novanto Diramalkan Kena Penyakit Berat Ini
Sabtu, 18 November 2017 - 19:00 wib
DUKUNGAN KE JOKOWI TERANCAM BATAL
Kata Pengamat, JK Berpotensi Capres jika Jadi Ketum Golkar
Sabtu, 18 November 2017 - 18:30 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ketika Citra NTT dan DPR Tercoreng karena Sikap Setya Novanto
Sabtu, 18 November 2017 - 18:00 wib
BERSIKAP KOOPERATIF DALAM PEMERIKSAAN
Sopir Setya Novanto Resmi Dibebaskan, tapi...
Sabtu, 18 November 2017 - 17:50 wib
MINTA KPK TAK BERIKAN IZIN
Pengamat: Setnov Cuma Benjol, Tak Perlu Dibawa ke Singapura
Sabtu, 18 November 2017 - 17:40 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Kata Pengamat, JK Berpotensi Capres jika Jadi Ketum Golkar
Golkar Belum Pasti Dukung Jokowi kalau Setnov Ditahan?

Sabtu, 18 November 2017 - 17:30 WIB

Fadli Zon Sebut Rencana Penghapusan Listrik 900-2.200 VA Hanya Akal-akalan
Kewajiban Konstitusional DPD RI Belum Optimal

Sabtu, 18 November 2017 - 13:28 WIB

Setnov di Ujung Tanduk, Berpaling ke JK

Sabtu, 18 November 2017 - 11:32 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us