Wonderful Indonesia
Pasar Induk Tak Ada Progres
Selasa, 14 November 2017 - 09:23 WIB > Dibaca 393 kali Print | Komentar
Pasar Induk Tak Ada Progres
Edyanus
RIAUPOS.CO - Tidak ada satupun celah untuk masuk. Semua ditutup pagar seng setinggi lebih dari dua meter. Tapi dari sela-sela lubang pagar itu tetap bisa dilihat dengan jelas. Area pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan itu sepi. Bahkan ilalang di beberapa tempat di dalam area itu tumbuh subur.

Bahkan, di sisi Jalan Baru Taman Arengka Indah yang bersebelahan dengan lokasi, ada ilalang yang tumbuh mencapai tinggi dada orang dewasa. Sementara kalau dilihat dari sisi Jalan Soekarno-Hatta, tepat di seberang Eco Green Industrial Estate, terlihat beberapa pancang beton penguat pondasi sudah terpasang setengah di lahan itu. Sementara beberapa pancang bergelimpangan di lahan tersebut.

Jika melihat jauh ke belakang baru terlihat ada bekas pembangunan. Ada tumpukan kerikil dan tanah. Pada bagian belakang, terlihat sedikit progres pembangunan dengan berdiri sejumlah pancang beton. Area tersebut jauh ke belakang, di lahan bagian luar lokasi pembangunan pasar induk yang dipisah oleh pagar kayu sederhana.

Menurut beberapa warga yang sedang belanja di sekitar Jalan Baru Taman Arengka Indah, aktivitas pembangunan di kawasan yang tertutup rapi itu memang minim. Kadang ada, kadang tidak. Ahmad (48), salah seorang warga menyebutkan, selama ini aktivitas pembangunan kalau adapun hanya di lahan bagian belakang. Pintu masuknyapun menurut Ahmad ada di bagian belakang.

‘’Pintunya ada di belakang. Biasanya mereka tinggal di bedeng bagian belakang sana,’’ ujarnya sembari menunjuk arah ujung jalan sebelum menikung ke arah kiri.

Pada Oktober lalu, sempat terlihat ada tukang yang beraktivitas. Tapi bukan di bagian lahan, melainkan memperbaiki pagar depan yang bersepadan dengan Jalan Soekarno-Hatta yang sudah mulai melapuk.

Riau Pos kembali mencoba mencari lokasi kantor kontraktor pengerjaan pasar induk tersebut. Sesuai dengan alamat yang tertera, kantornya berada di Jalan Arifin Achmad Nomor 10 Pekanbaru. Namun setelah ditelusuri, justru alamat tersebut merupakan sebuah showroom mobil.

Pengamat Ekonomi Universitas Riau Edyanus Herman Halim menyayangkan lambannya realisasi pembangunan pasar induk. Padahal potensi besar perputaran uang pada aktivitas bongkar muat barang yang harusnya dilakukan di pasar induk tersia-siakan. Hingga kini, pedagang sejumlah komoditas pangan masih beraktivitas di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki.

Edyanus memyebutkan, keperluan pokok Kota Pekanbaru sangat besar. Dari 13 item keperluan pokok bagi warga Kota Pekanbaru, sebagian besar berasal dari luar kota, bahkan dari beberapa provinsi tetangga hingga Jawa. Maka dirinya menyayangkan pembangunan pasar induk hingga kini belum terealisasi. Setidaknya menurut Edyanus, ada dua peran penting pasar induk bagi Kota Pekanbaru. Baik itu bagi warganya, maupun bagi Pemerintah Kota Pekanbaru itu sendiri.(end)

‘’Keperluan Kota Pekanbaru itu sangat besar. Sebagian dari 13 keperluan pokok saja kita masih impor dari berbagai wilayah. Harusnya di situlah pasar induk punya peran mengatasi para spekulan. Di sisi lain, transaksi besar itu merupakan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tersia-siakan. Maka selama pasar induk tidak selesai, semakin lamalah hilang kesempatan mendapatkan pendapatan daerah itu,’’ jelasnya.

Tapi yang terpenting kata Edyanus, adalah peran pasar induk itu sebagai penjaga stabilitas komoditas pangan. Hal ini selalu menjadi masalah berulang yang menyebabkan komoditas tertentu langka dan harganya melambung selangit di pasar. Padahal dengan kehadiran pasar induk, hal itu sangat bisa dihindari. Karena perannya selain menjaga stabilitas harga, juga menjaga ketersediaan stok.

Kota Pekanbaru baru bisa dikatakan kota besar setelah memiliki pasar induk seperti sejumlah kota besar lainnya. Karena pasar induklah yang akan menampung masuknya komoditas dari luar daerah, terutama komoditas pertaninan. Kehadiran pasar induk juga berfungsi mencegat truk-truk besar masuk ke pasar tradisional yang banyak berada di pusat kota dan kawasan padat penduduk.(end)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIRILIS PASCA-KECELAKAAN
Serunya Game Tiang Listrik, Sesulit KPK Tangkap Setya Novanto
Sabtu, 18 November 2017 - 21:00 wib
MENUJU USIA 40 TAHUN
BPJS TK Gelar Pasar Murah dan Donor Darah
Sabtu, 18 November 2017 - 21:00 wib
PEMENANG HADIAH CENDERUNG MENOLAK
Uang Sayembara Tangkap Setnov Akhirnya Disumbangkan
Sabtu, 18 November 2017 - 20:45 wib
KKB DIPUKUL MUNDUR
TNI-Polri Banjir Pujian usai Berhasil Bebaskan Sandera di Papua
Sabtu, 18 November 2017 - 20:30 wib
SUDAH DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA KPK
Politikus Golkar Ini Sebut Setnov Sebenarnya Sudah Siap Ditahan, tapi...
Sabtu, 18 November 2017 - 20:00 wib
MASIH DALAM PERAWATAN RSCM
Tahun Politik, Setya Novanto Diramalkan Kena Penyakit Berat Ini
Sabtu, 18 November 2017 - 19:00 wib
DUKUNGAN KE JOKOWI TERANCAM BATAL
Kata Pengamat, JK Berpotensi Capres jika Jadi Ketum Golkar
Sabtu, 18 November 2017 - 18:30 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ketika Citra NTT dan DPR Tercoreng karena Sikap Setya Novanto
Sabtu, 18 November 2017 - 18:00 wib
BERSIKAP KOOPERATIF DALAM PEMERIKSAAN
Sopir Setya Novanto Resmi Dibebaskan, tapi...
Sabtu, 18 November 2017 - 17:50 wib
MINTA KPK TAK BERIKAN IZIN
Pengamat: Setnov Cuma Benjol, Tak Perlu Dibawa ke Singapura
Sabtu, 18 November 2017 - 17:40 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Pusat Serahkan Aset Rp8 M

Sabtu, 18 November 2017 - 10:18 WIB

Pemko-PLN Saling Tunggu

Sabtu, 18 November 2017 - 10:16 WIB

Enam Mobil Travel Ilegal Ditahan

Sabtu, 18 November 2017 - 10:14 WIB

Dewan Pertanyakan Rusunawa Sepi Peminat

Sabtu, 18 November 2017 - 10:02 WIB

DPRD Sorot Pelaksanaan Razia KTP

Sabtu, 18 November 2017 - 09:50 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us