Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DIVONIS 5 TAHUN PENJARA
Bantah Miryam Ditekan Penyidik KPK, Hakim Ungkap Keterangan Ahli
Senin, 13 November 2017 - 19:30 WIB > Dibaca 397 kali Print | Komentar
Bantah Miryam Ditekan Penyidik KPK, Hakim Ungkap Keterangan Ahli
Miryam S Haryani. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis Miryam S Haryani 5 tahun penjara karena dinilai bersalah terkait kebohongannya yang dilakukannya.

Hal itu terjadi saat Miryam mengaku ditekan dan diancam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), padahal hal itu tak pernah terjadi. Penilaian itu dimuat hakim dalam pertimbangannya.

Hakim menganggap Miryam dengan sengaja memberikan keterangan tidak benar saat bersaksi di Pengadilan.

“Terdakwa mengatakan ditekan dan diancam adalah keterangan yang tidak benar. Hal itu bertentangan dengan fakta, saksi dan alat bukti lain," ujar hakim Anwar ketika membacakan pertimbangan putusan, Senin (13/11/2017).

Pernyataan Miryam yang mengaku ditekan oleh penyidik KPK, menurut hakim, berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan tiga penyidik saat dihadirkan di persidangan.

Kata para penyidik, saat dilakukan pemeriksaan, Miryam diberikan kesempatan beristirahat dan makan siang. Ditambahkan hakim, selama empat kali pemeriksaan, Miryam selalu diberikan kesempatan membaca, memeriksa, dan mengoreksi berita acara pemeriksaan (BAP) sebelum ditandatangani.

Selanjutnya, hakim yakin Miryam tidak mendapat ancaman atau tekanan dari penyidik setelah adanya laporan dan keterangan para ahli yang dihadirkan jaksa. Kedua ahli yakni, Ahli psikologi forensik Reni Kusumowardhani dan ahli pidana dari Universitas Jenderal Soedirman Noor Aziz Said.

Barang bukti berupa video pemeriksaan Miryam di Gedung KPK telah diperiksa oleh tim ahli psikologi forensik. Pemeriksaan itu kemudian dibuat dalam laporan analisis.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
ISTANA TANGGAPI PERNYATAAN FAHRI
Jokowi Memang Pernah Bertemu Setya Novanto, tapi...
Rabu, 21 November 2017 - 21:00 wib
USAI JADI TERSANGKA E-KTP
Ini Penjelasan Ketua MKD soal Pembatalan Rapat Pergantian Setnov
Rabu, 21 November 2017 - 20:50 wib
SUDAH INKRACHT DI PENGADILAN
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Rabu, 21 November 2017 - 20:40 wib
RESMI DIBERHENTIKAN PSSI
Berakhir Sudah Tugas Indra Indra Sjafri di Timnas U-19, Selanjutnya...
Rabu, 21 November 2017 - 20:30 wib
USAI SETNOV DITAHAN KPK
Kursi Ketua DPR Layak Diisi Enam Kader Golkar Ini
Rabu, 21 November 2017 - 20:20 wib
344 WARGA PENDATANG DIBEBASKAN
Bebaskan Sandera KKSB, Kekuatan TNI-Polri Jauh Lebih Besar
Rabu, 21 November 2017 - 20:00 wib
BANYAK KEJANGGALAN DALAM KASUS E-KTP
Minta Pansus Angket Investigasi, Fahri Hamzah Ancam Bubarkan KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:54 wib
DITAHAN TERKAIT KASUS E-KTP
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Rabu, 21 November 2017 - 19:48 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:42 wib
BANTU KPK
Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?
Rabu, 21 November 2017 - 19:36 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK

Selasa, 21 November 2017 - 19:42 WIB

Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?

Selasa, 21 November 2017 - 19:36 WIB

Ini Saran ICW untuk Golkar Terkait Calon Pengganti Setnov

Selasa, 21 November 2017 - 19:30 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini