Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
LEBIH RINGAN DARI TUNTUTAN JPU KPK
Miryam Divonis 5 Tahun Penjara Terkait Kasus Keterangan Palsu
Senin, 13 November 2017 - 18:30 WIB > Dibaca 472 kali Print | Komentar
Miryam Divonis 5 Tahun Penjara Terkait Kasus Keterangan Palsu
Miryam S Haryani. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sidang vonis anggota DPR Miryam S Haryani, dalam kasus keterangan palsu, digelar Pengadilan Tipikor Jakarta hari ini, Senin (13/11/2017).

Diketahui, majelis hakim yang diketuai Franky Tambuwun memvonis Miryam lima tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak benar dalam sidang tindak pidana korupsi," kata Hakim Franky Tambuwun di hadapan Miryam, Senin (13/11/2017).

Menurut majelis, Miryam tidak mendapat tekanan dan ancaman dari tiga penyidik KPK, Novel Baswedan, Ambarita Damanik dan M Irwan Susanto, selama pemeriksaan di KPK pada 1, 7, 14 Desember 2016 dan 24 Januari 2017.

Majelis menilai, pernyataan Miryam berbanding terbalik dengan kesaksian tiga penyidik KPK yang dihadirkan saat persidangan Irman dan Sugiharto pada 30 Maret 2017, yang dikonfrontasi dengan anggota DPR dari Fraksi Hanura tersebut.

Hakim di dalam vonis itu juga membacakan pertimbangannya. Menurut hakim, tindakan Miryam tidak mendukung pemerintah yang sedang gencar memberantas korupsi. Miryam tidak mau mengakui perbuatan yang didakwakan.

Hakim menyebut, Miryam telah dengan sengaja tidak memberikan keterangan dan memberikan keterangan yang tidak benar saat bersaksi dalam sidang kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Adapun hal yang meringankan adalah Miryam sopan, dan belum pernah dihukum sebelumnya. Miryam terbukti melanggar Pasal 22 jo Pasal 35 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
ISTANA TANGGAPI PERNYATAAN FAHRI
Jokowi Memang Pernah Bertemu Setya Novanto, tapi...
Rabu, 21 November 2017 - 21:00 wib
USAI JADI TERSANGKA E-KTP
Ini Penjelasan Ketua MKD soal Pembatalan Rapat Pergantian Setnov
Rabu, 21 November 2017 - 20:50 wib
SUDAH INKRACHT DI PENGADILAN
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Rabu, 21 November 2017 - 20:40 wib
RESMI DIBERHENTIKAN PSSI
Berakhir Sudah Tugas Indra Indra Sjafri di Timnas U-19, Selanjutnya...
Rabu, 21 November 2017 - 20:30 wib
USAI SETNOV DITAHAN KPK
Kursi Ketua DPR Layak Diisi Enam Kader Golkar Ini
Rabu, 21 November 2017 - 20:20 wib
344 WARGA PENDATANG DIBEBASKAN
Bebaskan Sandera KKSB, Kekuatan TNI-Polri Jauh Lebih Besar
Rabu, 21 November 2017 - 20:00 wib
BANYAK KEJANGGALAN DALAM KASUS E-KTP
Minta Pansus Angket Investigasi, Fahri Hamzah Ancam Bubarkan KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:54 wib
DITAHAN TERKAIT KASUS E-KTP
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Rabu, 21 November 2017 - 19:48 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:42 wib
BANTU KPK
Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?
Rabu, 21 November 2017 - 19:36 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK

Selasa, 21 November 2017 - 19:42 WIB

Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?

Selasa, 21 November 2017 - 19:36 WIB

Ini Saran ICW untuk Golkar Terkait Calon Pengganti Setnov

Selasa, 21 November 2017 - 19:30 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini