Wonderful Indonesia
SIAK
Bakti Siak untuk Indonesia AHY Napak Tilas Perjuangan Sultan Siak
Selasa, 07 November 2017 - 08:29 WIB > Dibaca 5688 kali Print | Komentar
Bakti Siak untuk Indonesia AHY Napak Tilas Perjuangan Sultan Siak
Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi dan AHY berfoto bersama di belakang Masjid Syahbudin.
SIAK(RIAUPOS.CO) - Kekaguman AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) terhadap sejarah perjuangan kesultanan Siak mengantarkanya sampai ke Negeri Istana. Maka tidak heran ketika sampai di Siak, ia langsung berziarah ke pusara Sultan Syarif Kasim II yang bergelar pahlawan nasional.

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi saat mendampingi AHY kemudian menceritakan perjuangan Sultan Syarif Kasim II dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Syamsuar menjelaskan perjuangan dimulai saat melawan penjajahan dari Aceh, Sumatera Utara hingga Riau. Seluruh wilayah yang ada di Pesisir Timur Sumatera, kata Bupati adalah wilayah kekuasaan Kesultanan Siak dahulunya.

Bahkan,  ketika kemerdekaan diproklamirkan Bung Karno dan Bung Hatta, Sultan Syarif Kasim memerintahkan istrinya untuk menjahit bendera Merah Putih lalu mengibarkanya di halaman istana.

Tidak cukup hanya di situ, Sultan Syarif Kasim kemudian menyerahkan kedaulatan kesultanan Siak kepada Republik Indonesia tanpa syarat apa pun. Bahkan Sultan Syarif Kasim menyumbangkan harta benda berupa mahkota kerajaan, pedang kesultanan, dan uang sebesar 13 juta gulden.

“Demi kepentingan yang lebih besar lagi, Sultan Syarif Kasim dengan kerendahan hati, dengan rasa nasionalisme yang tinggi dan terpatri di hati, dia rela menyerahkan harta dan nyawa untuk negeri bernama Indonesia,” ujar Syamsuar.

Di hadapan AHY,  Syamsuar berujar dalam memimpin Siak, dirinya meneladani kepemimpinan Sultan Syarif Kasim. Sebab, tidak hanya rasa nasiolisme yang terus dipupuk sang Sultan ketika itu, namun rasa kebersamaan juga harus menjadi “panglima” dalam memberi pelayanan dan tidak mengenal suku serta agama sehingga persatuan itu terus terjaga.

“Zaman Sultan Syarif Kasim, keragaman atau toleransi itu sudah terpupuk. Dalam kebersamaan dan kesatuan, Sultan Syarif Kasim tidak mengenal suku dan agama. Bukti itu semua, zaman Sultan Syarif Kasim sudah ada gereja dan klenteng di Siak. Hal ini selalu menjadi suri teladan saya dalam memberi pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Syamsuar.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib

Proyek Jalan Layang-Jembatan Dihentikan Sementara
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:40 wib
8 Hari Kejar Kapal Pembawa Narkoba
Sabu 1,6 Ton Dikemas dalam 81 Karung
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:32 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau

Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib

Rp57,15 M Dana PSR Masuk ke Rekening Petani
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:50 wib

Hanya Ingin Miliki Handphone, ABG Nekat Membunuh
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:44 wib
BNPB Belum Penuhi Peminjaman Helikopter

BNPB Belum Penuhi Peminjaman Helikopter
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:42 wib

Pelalawan Krisis Air Bersih
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:42 wib

UAS: Di Balik Gelar Itu Ada Pembelaan
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:26 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Lelaki Tua dan Boneka

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:15 WIB

Metonimia

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:08 WIB

Sekitar Botol Kosong  di Begawai Sastra

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:39 WIB

Tafsir Bebas dari Mitos ke Teater

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:34 WIB

Bokal, Menepis Kekosongan

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:20 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us