Wonderful Indonesia
KISAH PRIA DARI TASIKMALAYA
Kalau Mau Jadi Presiden Makan Paku Dulu
Senin, 06 November 2017 - 00:03 WIB > Dibaca 1281 kali Print | Komentar
Kalau Mau Jadi Presiden Makan Paku Dulu
Wawan saat dirawat di rumah sakit. (Foto: RADARTASIKMALAYA/JPG)
TASIKMALAYA (RIAUPOS.CO) - Alasan seorang pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat yang memakan paku ternyata sedikit "berbau politis". Sang pria yang bernama Wawan Gunawan mengatakan dia akhirnya terbiasa makan paku karena diperintahkan "seseorang" supaya dia bisa jadi presiden.

Hal itu saat ditanya mengenai latar belakangnya dengan kebiasaan aneh yang merugikan dirinya itu. Namun keluarga Wawan menduga ada kekuatan klenik yang bahkan bukan saja menelan paku tetapi juga batu dan cat tembok.

Atas dugaan itu pula rencananya keluarga membawa Wawan untuk menjalani pengobatan alternatif setelah keluar dari rumah sakit. Tujuannya untuk menyembuhkan Wawan dari gangguan mental. "Dulu pun kami sudah mencarikan dia pengobatan. Tapi, mungkin belum ada yang cocok," kata adik Wawan, Ani Kumaryani, seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group) pekan lalu.

Hal yang lain disampaikan staf Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Indra L Malik. Menurut dia, yang dibutuhkan orang terduga stres seperti Wawan sebenarnya lingkungan yang bisa memahami dia. Keluarga harus siap menjadi teman atau tempat curhat.

’’Sehingga permasalahan yang dihadapinya akan mudah cair dan tidak menjadi beban hidupnya,” kata Indra. Seseorang dengan gangguan jiwa, lanjut Indra, akan mengalami empat tahapan. Pertama, mereka akan mengalami kecemasan yang sangat tinggi.

Kedua, mengalami stres ringan sampai berat, ketiga mengalami depresi, dan keempat psikosis. Agar stres tidak semakin parah, lanjut dia, seseorang harus bisa mengenali perasaan seperti marah, takut, sedih, iri, dan cemas dalam setiap situasi. Coba untuk mengerti apa yang mengakibatkan perasaan tersebut.

’’Perhatikan apa yang Anda lakukan terhadap orang lain dan diri sendiri ketika timbul perasaan tersebut. Sadari kemampuan dan keterbatasan diri dalam menghadapi situasi, dan cobalah bersikap rasional,” jelasnya.

Anak sulung Wawan, Nandang Maulana, mengingat bahwa sang ayah sudah lama memiliki masalah dengan pikirannya. "Sejak saya masih kecil, masih SD. Sejak becaknya hilang," katanya.(ujg/yfi/jpg/hdi/ram/c17/ttg)

Sumber: JPNN
Editor: Fopin A Sinaga
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
H Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno
Deklarasi AYO Undang Pedagang Kecil
Senin, 21 Januari 2018 - 14:55 wib

Flyover Serap Anggaran Rp240 Miliar
Senin, 21 Januari 2018 - 13:31 wib
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Riau Pos
Riau Pos Nomor Satu di Luar Jawa
Senin, 21 Januari 2018 - 13:06 wib
Bersikap Tidak Netral
Bawaslu: Sekko Pekanbaru Langgar Aturan
Senin, 21 Januari 2018 - 12:51 wib
Penerapan Transaksi Non Tunai
Pemkab Karimun MoU Bersama BRK
Senin, 21 Januari 2018 - 12:30 wib

Akhir Pendaftaran, Lelang Jabatan Diikuti 55 Peserta
Senin, 21 Januari 2018 - 12:26 wib

Laju Deforestasi Ancam Vegetasi
Senin, 21 Januari 2018 - 12:25 wib

Monitoring Gas Rumah Kaca Secara Online
Senin, 21 Januari 2018 - 12:22 wib
Komunitas Comic Riau
Kembangkan Seni Kreatifitas Generasi Muda
Senin, 21 Januari 2018 - 12:21 wib
Cerita Mahasiswa Riau soal Pertanian
Jadi Sarjana Berkat Kangkung
Senin, 21 Januari 2018 - 12:17 wib
Cari Berita
Begini Ceritanya Terbaru
Pengemis Buta “Sembuh” Saat Dikejar Satpol PP

Minggu, 21 Januari 2018 - 12:29 WIB

 Jadi Sarjana Berkat Kangkung

Minggu, 21 Januari 2018 - 12:17 WIB

Salahkan Google Map

Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:06 WIB

Suami Tewas Tersengat Listrik

Jumat, 19 Januari 2018 - 12:36 WIB

Terkecoh Polisi Berjaket

Jumat, 19 Januari 2018 - 09:33 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini