Wonderful Indonesia
KISAH PRIA DARI TASIKMALAYA
Kalau Mau Jadi Presiden Makan Paku Dulu
Senin, 06 November 2017 - 00:03 WIB > Dibaca 1188 kali Print | Komentar
Kalau Mau Jadi Presiden Makan Paku Dulu
Wawan saat dirawat di rumah sakit. (Foto: RADARTASIKMALAYA/JPG)
TASIKMALAYA (RIAUPOS.CO) - Alasan seorang pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat yang memakan paku ternyata sedikit "berbau politis". Sang pria yang bernama Wawan Gunawan mengatakan dia akhirnya terbiasa makan paku karena diperintahkan "seseorang" supaya dia bisa jadi presiden.

Hal itu saat ditanya mengenai latar belakangnya dengan kebiasaan aneh yang merugikan dirinya itu. Namun keluarga Wawan menduga ada kekuatan klenik yang bahkan bukan saja menelan paku tetapi juga batu dan cat tembok.

Atas dugaan itu pula rencananya keluarga membawa Wawan untuk menjalani pengobatan alternatif setelah keluar dari rumah sakit. Tujuannya untuk menyembuhkan Wawan dari gangguan mental. "Dulu pun kami sudah mencarikan dia pengobatan. Tapi, mungkin belum ada yang cocok," kata adik Wawan, Ani Kumaryani, seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group) pekan lalu.

Hal yang lain disampaikan staf Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Indra L Malik. Menurut dia, yang dibutuhkan orang terduga stres seperti Wawan sebenarnya lingkungan yang bisa memahami dia. Keluarga harus siap menjadi teman atau tempat curhat.

’’Sehingga permasalahan yang dihadapinya akan mudah cair dan tidak menjadi beban hidupnya,” kata Indra. Seseorang dengan gangguan jiwa, lanjut Indra, akan mengalami empat tahapan. Pertama, mereka akan mengalami kecemasan yang sangat tinggi.

Kedua, mengalami stres ringan sampai berat, ketiga mengalami depresi, dan keempat psikosis. Agar stres tidak semakin parah, lanjut dia, seseorang harus bisa mengenali perasaan seperti marah, takut, sedih, iri, dan cemas dalam setiap situasi. Coba untuk mengerti apa yang mengakibatkan perasaan tersebut.

’’Perhatikan apa yang Anda lakukan terhadap orang lain dan diri sendiri ketika timbul perasaan tersebut. Sadari kemampuan dan keterbatasan diri dalam menghadapi situasi, dan cobalah bersikap rasional,” jelasnya.

Anak sulung Wawan, Nandang Maulana, mengingat bahwa sang ayah sudah lama memiliki masalah dengan pikirannya. "Sejak saya masih kecil, masih SD. Sejak becaknya hilang," katanya.(ujg/yfi/jpg/hdi/ram/c17/ttg)

Sumber: JPNN
Editor: Fopin A Sinaga
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Januari, UMK Rp2,6 Juta Rohil Berlaku
Minggu, 19 November 2017 - 14:05 wib
Kabupaten Kuansing
Waspadai Aliran Sesat
Minggu, 19 November 2017 - 13:59 wib
Diana Jeanette
Terkenal Karena Eta Terangkanlah
Minggu, 19 November 2017 - 13:44 wib

Ini Cerita Terbaru Agnez Mo
Minggu, 19 November 2017 - 13:41 wib

Kasus Setnov Inspirasi Bagi Pengembang Game
Minggu, 19 November 2017 - 13:38 wib
Hari Angklung Sedunia
Warga Jabar Gelar Konser Angklung Raksasa di Gedung Sate
Minggu, 19 November 2017 - 13:36 wib
PERISA - YUSMAR YUSUF
Sepihak Versus Gempita
Minggu, 19 November 2017 - 13:32 wib
Cari Berita
Begini Ceritanya Terbaru
Dari Sehat, Tiba-tiba Sakit, Lalu Mati

Sabtu, 18 November 2017 - 11:39 WIB

Warga Sungai Laut Temukan Sesosok Mayat Perempuan

Sabtu, 18 November 2017 - 10:32 WIB

Kekasih Minta Putus, Salahkan Kucing

Sabtu, 18 November 2017 - 10:12 WIB

Meresahkan, Avirath Pool Diminta Ditutup

Sabtu, 18 November 2017 - 09:09 WIB

Janji Bufon pada Sebuah Batu

Jumat, 17 November 2017 - 11:33 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us