Wonderful Indonesia
DUMAI
47 TKI Dipulangkan Lewat Pelabuhan Dumai
Sabtu, 04 November 2017 - 10:03 WIB > Dibaca 1397 kali Print | Komentar
47 TKI Dipulangkan Lewat Pelabuhan Dumai
hasanal bulkiah/riau pos berbincang: Personel Polres Dumai berbincang dengan TKI di Kantor T4 TKI Kota Dumai, Jumat (3/11/2017).
DUMAI (RIAUPOS.CO) - Puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja secara ilegal di Malaysia akhirnya di pulangkan. Mereka dipulangkan lewat pelabuhan Pelindo Dumai, Kamis (2/11). Ada sekitar 47 TKI yang dipulangkan dengan ongkos masing-masing.

Setibanya di Kota Dumai, mereka ditampung oleh pihak Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (P4TKI) di Jalan Pauh Jaya, Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur. Mereka dilakukan pendataan dan diberikan fasilitas tempat menanti kepulangan ke daerah masing-masing.

“Sebagian sudah dipulangkan, tinggal beberapa orang saja lagi di pos T4 TKI Kota Dumai, mereka memang pulang ke masing-masing dengan ongkos pribadi,” tutur Koordinator T4 TKI Kota Dumai, Humisar Saktipan Siregar, Jumat (3/11).

Dikatakannya para TKI ditampung di T4 TKI, agar  mencegah adanya pihak-pihak lain atau calo yang memanfaatkan mereka. “Kami tidak ingin mereka sudah susah, jadi susah lagi, di Malaysia mereka sudah menderita,” sebutnya.

Informasi yang dihimpun, diketahui 35 TKI tersebut berangkat dari Malaysia lewat Pelabuhan Melaka menggunakan  Kapal Ferry Indomal Express 5.  Sementara 12 TKI lagi berangkat dengan  kapal Ferry Malaysia Ekpres yang berangkat dari Pelabuhan Port Dickson (Malaysia ).

Mereka tiba di Pelabuhan Pelindo Dumai sekitar pukul 12.45 WIB.

Ia mengatakan memang para TKI tersebut bekerja di Malaysia nonprosedural.(hsb)

menggunakan paspor melancong untuk bekerja. “Bermacam-macam, ada hitungan bulan, bahkan sudah bertahun-tahun bekerja di Malaysia,” tuturnya.

Ia mengatakan jadwal kepulangan itu tergantung mereka, karena biaya transportasi ditanggung mereka masing-masing.  “Pada intinya di sini kami fasilitasinya, terangnya.

Salah satu TKI, Saipul (27)  mengatakan, dirinya memang mengakui hal itu melanggar prosedur, namun memiliki menjadi TKI dikarenakan sulitnya mendapatkan pekerjaan di negri sendiri.” Kita sekolah tak tamat, cari kerja susah di Indonesia, di Indonesia saja banyak pengangguran, kalau mereka tamat sekolah dari perguruan tinggi masih banyak yang pengangguran saja bekerja jadi buruh, bagai mana nasib kami,” katanya.

Ia mengatakan dirinya ditahan di Malaysia selama beberapa bulan, ditampung di camp penampungan imigrasi Malaysia. “Di sana cukup menderita, bahkan saya sempat dipukul oleh petugas,” sebutnya.

Warga asal Aceh tersebut tidak membantah bekerja secara ilegal di Malaysia, namun tidak ada pilihan lainnya. “Saya tidak mau lagi bekerja di sana, biarlah cari kerja di Indonesia saja,” tutupnya.(hsb)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
FIRSI ALDA FELIGIA
Matangkan Persiapan untuk Putri Indonesia
Jumat, 23 Februari 2018 - 11:45 wib

Besok, Dugaan Kelalaian KPU Diputuskan
Jumat, 23 Februari 2018 - 11:42 wib

Pemain Dilan 1990 Sapa Penggemar
Jumat, 23 Februari 2018 - 11:41 wib
Pemko Hitung Ulang Pengguna Gas Melon

Pemko Hitung Ulang Pengguna Gas Melon
Jumat, 23 Februari 2018 - 11:38 wib

BPJS TK Ajak Apernas Jadi Peserta dan Mitra
Jumat, 23 Februari 2018 - 11:35 wib
Pelanggan Dapat Mengatur Pemakaian

Pelanggan Dapat Mengatur Pemakaian
Jumat, 23 Februari 2018 - 11:33 wib
Gangguan Sama seperti Teror 98

Gangguan Sama seperti Teror 98
Jumat, 23 Februari 2018 - 11:32 wib
MESSIAH NOMOR SATU

MESSIAH NOMOR SATU
Jumat, 23 Februari 2018 - 11:32 wib

Profesor Dapat Perpanjangan Waktu
Jumat, 23 Februari 2018 - 11:29 wib

Kejati Selidiki Dugaan Korupsi di Dispora Riau
Jumat, 23 Februari 2018 - 11:24 wib
Cari Berita
Begini Ceritanya Terbaru
Ikan Kesayangan Dimasak Anak

Kamis, 22 Februari 2018 - 13:21 WIB

Resleting Celana Terbuka

Selasa, 20 Februari 2018 - 12:18 WIB

Ahmad Terkejut Plafon Rumah Terjatuh

Selasa, 20 Februari 2018 - 11:20 WIB

Niat Melerai Malah Dipukul

Senin, 19 Februari 2018 - 09:46 WIB

Balapan, Motor Habis Bensin

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:33 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us