Wonderful Indonesia
PEKANBARU,RIAU
Lagi, si Melon Sulit Dicari Pengecer Jual 30 Ribu
Rabu, 01 November 2017 - 09:50 WIB > Dibaca 10541 kali Print | Komentar
Lagi, si Melon Sulit Dicari  Pengecer Jual 30 Ribu
CF1/MIRSHAL/RIAU POS BELI GAS: Seorang warga membeli gas elpiji 3 kg di salah satu pangkalan gas Jalan Rajawali, Kecamatan Sukajadi belum lama ini. Saat ini, warga Pekanbaru mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas 3 kg dan harus membeli di eceran dengan harga mencapai Rp30 ribu per tabung.
PEKANBARU(RIAUPOS.CO) - Masyarakat Kota Pekanbaru kembali merasakan sulitnya mendapatkan gas bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg). Saat ini, di tingkat pengecer, si melon dijual hingga harga Rp30 ribu per tabung.

Pantauan Riau Pos, Selasa (31/10) di sejumlah warung eceran, harga elpiji 3 kg melambung tinggi. Berkisar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per tabung. Anehnya, meski tersedia di tingkat eceran, ternyata gas 3 kg tidak ada di pangkalan. Padahal, gas khusus untuk warga miskin ini hanya boleh dijual hingga tingkat pangkalan gas dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp18 ribu per tabung.

Sari (26), warga Jalan Manyar Sakti menuturkan, ia terpaksa harus merogok kocek lebih dalam demi mendapatkan satu tabung gas 3 kg yang dibelinya di salah satu warung karpet.
Lagi, si Melon Sulit Dicari

“Gimana lagi? Kami sudah keliling-keliling di Panam. Cuma ketemunya di sana. Dari pada nggak masak, lebih baik dibeli walaupun mahal,” ucap Sari dengan nada kesal, kemarin.
Sari berharap, pemerintah bisa menyelesaikan masalah kelangkaan gas 3 kg ini. “Dulu waktu disuruh pindah dari minyak tanah ke gas, katanya gas nggak bakalan langka. Buktinya sekarang susah kali dicari. Tolonglah pemerintah, kasihanilah kami rakyat miskin ini. Makin sengsara saja kami dibuat kalau seperti ini caranya. Cari gas saja susahnya setengah mati,” keluh Sari.

Ahmad (36), pedagang gas eceran di Jalan Delima, Kecamatan Tampan menuturkan, ia belum lama ini memang menjual gas melon seharga Rp 30 ribu per tabung. Itu karena ongkos pengambilan gas yang didatangkannya dari Kabupaten Kampar juga tinggi. Sehingga ia harus menaikan harga jual kepada pembeli.

“Kami ambilnya jauh. Di Kampar sana. Makanya jualnya Rp30 ribu sekarang. Biasanya sih cuma Rp25 ribu,” jelas Ahmad saat ditemui di warung kelontongnya.

Ditambahkan Ahmad, ia membeli gas 3 kg di salah satu agen pangkalan gas resmi yang langsung mengantarkan tabung gas 3 kg ke tempatnya. Ia pun tidak perlu lagi harus bersusah payah membeli menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang memang diberlakukan untuk setiap warga yang ingin membeli gas 3 kg di pangkalan.

“Kalau di dekat sini memang harus belinya pakai KTP di agennya. Tapi karena sudah ada yang mengantar, kami tidak perlu lagi susah payah ngantre beli gas untuk dijual lagi,” tambahnya.

Bantah Gas Langka

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru Mas Irba Sulaiman membantah adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kota Bertuah. Dia menyebutkan, suplai gas dari agen ke pangkalan berjalan lancar.

”Tidak ada kelangkaan, pendistribusiannya lancar ke pangkalan ,tidak ada terjadi penundaan,” ujar Mas Irba Sulaiman, Selasa (31/10).

Ketika disinggung banyak pihak pangkalan yang menyebutkan gas kosong ketika masyarakat
hendak membeli, Irba menyebutkan, pengiriman gas dari agen ke pangkalan efektifnya pukul 10.00 WIB. Menurutnya, kemungkinan masyarakat datang ke pangkalan di bawah waktu itu.
“Masyarakat datang ke pangkalan pagi hari. Kami sudah jelaskan, pengiriman dari agen ke pangkalan itu efektifnya pukul 10.00 WIB. Masyarakat datangnya sebelum pukul itu, ya pasti gas kosong karena belum dikirim,” jelasnya.

Mas Irba tak menampik saat ini pendistribusian gas bersubsidi masih belum tepat sasaran. Ia mengunngkapkan, gas 3 kg hampir 60 persen digunakan pelaku usaha.

Pihak DPP, sebut Irba  telah melayangkan surat ke rumah makan, kedai kopi, restoran, maupun tempat usaha lainnya yang memiliki omzet di atas Rp1 juta per hari.

“Beberapa rumah makan yang telah menerima surat, sudah kami cek dan sudah banyak yang beralih menggunakan gas 5,5 Kg atau 12 Kg. Untuk mengubah itu semua, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kalau dihitung pasti banyak menggunakan gas itu (3 kg, red) karena 60 persen dikomsumsi pelaku usaha,” sebut Irba.
Untuk penindakan, kata dia, DPP sudah menggandeng Satpol PP.
Saat ini dipaparkannya, terdapat 768 pangkalan gas di Kota Bertuah yang tersebar di 12 kecamatan. “Tahun ini sudah enam pangkalan ditutup, kebanyakan berada di Kecamatan Tampan,” sampainya.

Lebih lanjut pihaknya juga meminta masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap pangkalan yang melanggar aturan. “Masyarakat mesti ikut berperan dalam pengawasan, ketika melihat pangkalan mengirimkan gas ke warung dan menjual dalam jumlah banyak untuk mempertanyakannya. Kalau kedapatan maka laporkan ke kita , kita cabut izin mereka,” pungkas Irba.(cr2/*3)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib

Proyek Jalan Layang-Jembatan Dihentikan Sementara
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:40 wib
8 Hari Kejar Kapal Pembawa Narkoba
Sabu 1,6 Ton Dikemas dalam 81 Karung
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:32 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau

Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib

Rp57,15 M Dana PSR Masuk ke Rekening Petani
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:50 wib

Hanya Ingin Miliki Handphone, ABG Nekat Membunuh
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:44 wib
BNPB Belum Penuhi Peminjaman Helikopter

BNPB Belum Penuhi Peminjaman Helikopter
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:42 wib

Pelalawan Krisis Air Bersih
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:42 wib

UAS: Di Balik Gelar Itu Ada Pembelaan
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:26 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
DLHK Tak Tahu Lelang

Rabu, 21 Februari 2018 - 11:10 WIB

Perbaikan Jalan Ditimbun Kerikil

Rabu, 21 Februari 2018 - 10:10 WIB

Baru Enam OPD Sampaikan Laporan Keuangan Ditenggat Akhir Februari
Biaya Operasional Tak Tertutupi

Rabu, 21 Februari 2018 - 09:50 WIB

Truk Bertonase Besar Rusaki Jalan Soebrantas

Rabu, 21 Februari 2018 - 09:26 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us