Hati Septina

Minggu, 21 Agu 2016 - 10:21 WIB > Dibaca 3587 kali | Komentar

MESKI tak menggenap dan tak mengganjilkan, kelegaan Abdul Wahab terhadap diumumkannya Septina Primawati Rusli sebagai Ketua DPRD Riau beberapa hari lalu, patut menjadi pernik dari suatu kondisi keriauan terkini. Ada banyak hal yang dipancarkan oleh peristiwa tersebut, termasuk harapan bagaimana pertimbangan hati jangan sampai dicampakkan begitu saja. Pusat makin bermain di ranah kekuasaan hubungan pusat-daerah yang seharusnya tidak menyeret pada ketegangan antarpihak pada masa mendatang.

Wahab lega karena selain menunggu sekian lama, sekitar satu tahun, Septina memang pantas untuk mendapatkan jabatan tersebut. “Dia memiliki pengalaman emperis. Dia semacam lahir dari suatu kondisi tertentu dalam waktu tertentu dan baru pula. Padahal tidak demikian karena hidupnya di tengah birokrat-politis tangguh sejak kecil,” tulis Wahab melalui pesan pendek telepon genggam (SMS).

Memang, Septina akhirnya tidak lepas dari satu sosok tangguh dan penuh pembaruan yakni Rusli Zainal. Ia menjadi isteri dari seorang pengusaha, kemudian bupati, dan gubernur. Tapi orang juga tidak bisa melupakan latar belakang keluarga Septina, anak dari seorang tokoh kharismatik, Ismail Suko. Ketika ia mengikuti karier sang suami, ia telah memiliki baki berlimpah-limpah tentang bagaimana birokrat-politis bergulir. Sebagaimana halnya sesuatu yang bersifat empiris, ia mengobservasi suatu realitas yang langgamnya lebih kurang serupa ketika harus mendampingi Rusli sebagai isteri.

Wahab kembali mengutip perkataan isterinya mengenai Septina. “Dia itu anak pejabat, isteri seorang pengusaha, seorang bupati, bahkan gubernur. Dalam keadaan ia menyandang status itu, Septina tampil sederhana. Pakaian dan macke-up yang dikenakannya tidak memunculkan kemewahan. Senyumnya tidak berlebihan, sehingga terkesan wajar, bukan untuk membangun citra.”

Apa yang hendak dikemukakan isteri Wahab tersebut adalah bagaimana sederhananya Septina di matanya.  Dibandingkan dengan status yang disandang Septina selama puluhan tahun, mulai dari gadis lagi, ia tetap memperlihatkan dirinya sendiri. Apabila hal itu kurang terlihat, kenyataan itu juga menunjukkan bagaimana ia menempatkan dirinya secara pas sebagai seorang isteri. Septina mengedepankan hati yang pastilah merupakan gemblengan di tengah keluarga Melayu jati di Rokan Hulu sana.

Berbagai pengalaman besar tak terhindarkan menerpa Septina. Peristiwa 2 September 1985, ketika ayahnya memenangkan pemilihan Gubernur Riau, pasti dialami langsung oleh Septina. Suatu pengalaman yang penuh dengan jalan terjal dan berliku-liku pula.  Begitu pula ketika ia harus mengadapi kenyataan bagaimana sang suami tercinta, Rusli Zainal, mengahadapi kasus hukum—terlepas dari bagaimanapun latar belakangnya.

Dalam keadaan yang penuh gejolak, Septina maju menjadi anggota DPRD dari daerah pemilihan Inderagiri Hilir yang kemudian ternyata meraih suara terbanyak. Ia terlihat tetap tabah, tidak kasak-kusuk ketika namanya yang diajukan sebagai Ketua DPRD Riau oleh DPP Golkar, tidak disambut oleh pengurus partai di daerah ini. Pada gilirannya, ia diusulkan menjadi Ketua DPRD Riau melalui suatu mekanisme tertentu yang cukup melelahkan.

Suatu kenyataan yang harus diterima Riau bahwa campur tangan pusat cukup besar dalam menentukan sosok yang menjadi Ketua DPRD ini.   Untungnya, sosok tersebut memenuhi harapan yakni setelah menapaktilasi perjalanannya sebagai politikus, ternyata ia senantiasa mengedepankan hati. Justeru, persoalan hati inilah yang selalu diabaikan sekarang, diganti oleh pertimbangan akal dengan mengedepankan untung-rugi pragmatis.

Selebihnya, tentu msih banyak hal yang harus dilakukan. Septina misalnya, masih menunggu keputusan Mendagri yang diharapkan sejalan dengan apa yang diumumkan di DPRD Riau dalam waktu tidak lama. Begitupun hal-hal lain seperti bagaimana mensinkronkan kebijakan DPD dengan DPP Golkar, menjadi kebijakan bersama yang berpihak pada rakyat.

“Iya, ya. Aku ingat, DPD Golkar Riau kan harus mengusulkan calon wakil gubernur yang harus mendapat persetujuan dari DPP. Adakah kata persetujuan iu diperoleh sesuai mekanisme demokrasi atau main kuasa?” tanya Wahab.

“Sudahlah, usah kita singgung-singgung soal-soal itu. Yang petnting sekarang, doakan Septina berjaya,” balasku. ***

KOMENTAR
BERITA POPULER
Ahok Akan Sampaikan Bukti Istrinya Selingkuh

Ahok Akan Sampaikan Bukti Istrinya Selingkuh

21 Feb 2018 - 02:17 WIB | 598 Klik
Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras

21 Feb 2018 - 13:02 WIB | 566 Klik
Korupsi Bapenda, Kejati Terbitkan Sprindik Baru

Korupsi Bapenda, Kejati Terbitkan Sprindik Baru

21 Feb 2018 - 10:16 WIB | 558 Klik
Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

21 Feb 2018 - 00:31 WIB | 483 Klik
KFC Tutup Ratusan Restorannya

KFC Tutup Ratusan Restorannya

21 Feb 2018 - 01:16 WIB | 469 Klik

Follow Us