Keberangkatan Haji

Minggu, 14 Agu 2016 - 15:28 WIB > Dibaca 3185 kali | Komentar

KEPADA saya, Abdul Wahab mengatakan, entah mengapa hatinya selalu terharu melihat orang berangkat atau naik haji. “Terharu memang tidak identik dengan kesedihan, tetapi jelas bukan bagian dari kegembiraan. Suatu perasaan yang bercampur aduk, di pinggir-pinggir ketidakterdugaan,” tulis Wahab melalui pesan pendek telepon genggam (SMS) semalam.

Contohnya pekan lalu, saat ia ikut mendoakan keberangkatan seorang kawan mengerjakan rukun Islam itu. Begitu saja air matanya mengalir, bahkan ada sesuatu yang tersengkang di kerongkongan, saat menjabat tangan sang kawan. Sempat ia bisikkan salam untuk Rasulullah SAW, assalamualaika ya Rasulullah.

“Logikanya, seharusnya aku kan gembira,” tulis Wahab seraya menambahkan, suatu kegembiraan yang sudah sewajarnya. Sebab, kawannya itu merupakan pilihan dari sekian banyak orang untuk berkunjung ke Tanah Suci, sudah menunggu enam tahun pula. Malahan sekarang ini, waktu tunggu tersebut jauh di atas yakni 17 tahun kalau mendaftar tahun 2016 ini. Masih saja orang berusaha dipilih untuk itu, sehingga meskipun rentang waktu tinggi makin panjang, tidak menyurut niat orang untuk berhaji.

Siapa pula yang tidak gembira karena dipilih, dipilih oleh Yang Maha Kaya. Tidak sedikit orang yang memiliki uang berlebih-lebih, tetapi belum juga mengerjakan haji. Lalu dikatakan bahwa mereka belum memperoleh panggilan, padahal memeluk Islam sejak lahir. Dalam lingkungan Islam pula mereka berada, sehingga suasana keislaman sedikit banyaknya terjaga setiap hari.

Cuma tak sedikit pula bagaimana seseorang berangkat haji dengan asbab usahanya seperti berhenti merokok, berhenti belanja kue-mue. Menabung mulai dari Rp1.000, termasuk dengan cara menyisihkan uang untuk belanja lada bawang setiap hari. Banyak lagi contoh lain memang, tetapi memadailah disebutkan hal-hal semacam itu untuk menghadirkan kekontrasan antara naik haji dengan ekonomi.

“Kalau engkau dipanggil gubernur, mengapa aku tak terharu? Meskipun demikian, mungkin aku akan gembira juga, melihat engkau bersiap-siap untuk memenuhi panggilan tersebut,” tulis Wahab.

Cuma terus-terang saja, pernyataan Wahab tersebut, bukanlah sesuatu yang pelik untuk dijawab. Memang harus terharu mengetahui seseorang bakal naik haji karena pilihan Allah SWT terhadap seseorang untuk mengikuti jalan-Nya, bukan berdasarkan pertimbangan umum. Tapi pilihan-Nya, pastilah luar biasa patennya. Seseorang tanpa pangkat dan hampir tak berharta, dalam pilihan Allah, harus digaul dengan orang-orang dengan kapasitas sebaliknya dan seterusnya maupun seterusnya.

Keterharuan Wahab seperti nyambung dengan beberapa pola calon haji dalam menyambut waktu puncak pelaksanaan haji di Padang Arafah. “Ucapan talbiyah terdengar syahdu, mengharukan. Diucapkan dengan mendayu-dayu, sehingga menimbulkan susana hati yang sendu,” balas saya.

Cuma sempat juga saya bandingkan cara orang-orang luar melantunkan talbiyah. Orang Turki dan dan Iran misalnya, biasa berkelompok, lalu melantukan talbiyah dengan nada rancak. Malahan, di sana-sini terdengar seperti musik rock. Dari dendangan talbiyah mereka, terkesan suatu kegembiraan. Ya, suatu kegembiraan karena menjadi tamu penguasa dunia dan akhirat. Akan diulangi lagi latar belakang kegembiraan tersebut yang ternyata sama sebangun dengan pembangkit keterharuan tadi.

Jadi? Ya, memang tidak ada yang perlu dipersoalkan berkaitan dengan keterharuan Wahab di atas. Orang memang memiliki pengalaman relijiusitas masing-masing. Terharu, merupakan bagian dari pengalaman tersebut. Mudah-mudahan...***

KOMENTAR
BERITA POPULER
Ahok Akan Sampaikan Bukti Istrinya Selingkuh

Ahok Akan Sampaikan Bukti Istrinya Selingkuh

21 Feb 2018 - 02:17 WIB | 598 Klik
Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras

21 Feb 2018 - 13:02 WIB | 566 Klik
Korupsi Bapenda, Kejati Terbitkan Sprindik Baru

Korupsi Bapenda, Kejati Terbitkan Sprindik Baru

21 Feb 2018 - 10:16 WIB | 558 Klik
Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

21 Feb 2018 - 00:31 WIB | 483 Klik
KFC Tutup Ratusan Restorannya

KFC Tutup Ratusan Restorannya

21 Feb 2018 - 01:16 WIB | 469 Klik

Follow Us